Tri Hita Karana

Tri Hita Karana merupakan filsafat dasar dalam agama Hindu dan sangat dijunjung dalam kehidupan masyarakat Hindu contohnya di Bali. Tri Hita Karana juga menjadi komitmen PDIP dalam pelaksanaan Kongres V PDIP 2019 di Bali dengan cara mengurangi sampah plastik yang dihasilkan selama acara kongres.


zoom-inlihat foto
tri-hita-karana.jpg
instagram.com/@thk____
Tri Hita Karana merupakan ajaran agama Hindu

Tri Hita Karana merupakan filsafat dasar dalam agama Hindu dan sangat dijunjung dalam kehidupan masyarakat Hindu contohnya di Bali. Tri Hita Karana juga menjadi komitmen PDIP dalam pelaksanaan Kongres V PDIP 2019 di Bali dengan cara mengurangi sampah plastik yang dihasilkan selama acara kongres.




  • Informasi #


TRIBUNNEWSWIKI.COMTri Hita Karana merupakan filsafat dasar dalam agama Hindu.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa sansekerta yaitu Tri yang berarti tiga, Hita yang berarti sejahtera dan Karana yang berarti penyebab.

Jadi, Tri Hita Karana diartikan sebagai tiga hal pokok yang menyebabkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia.

Ajaran Tri Hita Karana sangat dijunjung kuat oleh masyarakat beragama Hindu seperti halnya masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu.

Tri Hita Karana mengajarkan kepada manusia untuk menjaga hubungan harmonis dengan Sang pencipta Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Parahyangan), dengan sesama manusia (Pawongan) serta dengan alam (Palemahan). (1) 

Ajaran Tri Hita Karana untuk menjaga lingkungan juga menjadi komitmen dalam pelaksanaan Kongres V PDIP 2019 di Bali yang ditunjukkan dengan mengurangi penggunaan sampah plastic dalam acara Kongres V PDIP 2019 di Bali.

  • Latar Belakang #


Istilah Tri Hita Karana pertama kali muncul pada acara Konferensi daerah I Badan Perjuangan Umat Hindu Bali yang diselenggarakan pada 11 November 1966 di Perguruan Dwijendra Denpasar.

Konsep Tri Hita Karana telah diterapkan abad kesebelas dan bertujuan menata kehidupan umat Hindu di Bali.

Diceritakan pada saat itu, Mpu Kuturan mendampingi raja menata kehidupan umat Hindu di Bali.

Dalam lontar Mpu Kuturan dinyatakan bahwa Mpu Kuturan-lah yang menganjurkan kepada raja untuk menata kehidupan di Bali, “Manut Lingih Sang Hyang Aji”, artinya menata kehidupan berdasarkan ajaran kitab suci. (2)

Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat Bali hingga saat ini telah menciptakan suatu harmonisasi yang mampu menjadi daya tari tersendiri bagi pariwisata di Bali yang menjunjung konsep Cultural Tourism dengan prinsip Green dan Sustainable Tourism.

Hal itu menyebabkan Bali menjadi salah destinasi pariwisata terbaik dunia yang diminati wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri. (3)

  • Unsur-unsur Tri Hita Karana #


Unsur-unsur Tri Hita Karana meliputi:

  1. Sanghyang Jagatkarana.
  2. Bhuana.
  3. Manusia

Unsur- unsur Tri Hita Karana itu terdapat dalam kitab suci Bagawad Gita (III.10), berbunyi “Sahayajnah prajah sristwa pura waca prajapatih anena prasawisya dhiwan esa wo'stiwistah kamadhuk"

Artinya, “pada jaman dahulu Prajapati menciptakan manusia dengan yadnya dan bersabda: dengan ini engkau akan berkembang dan akan menjadi kamadhuk dari keinginanmu.”

Konsepsi dasar Tri Hita Karana tercantum dalam Kitab Suci Bhagawad Gita III. 10 dinyatakan bahwa yadnya-lah yang menjadi dasar hubungan Tuhan Yang Maha Esa (Prajapati), manusia (praja) dan alam (kamaduk). (2)

Yadnya atau Yajnya berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari akar kata yaj yang berarti korban.

Yadnya dapat diartikan korban suci dengan tulus ikhlas. (4) 

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)



Konsep Tri Hita Karana
Asal Ajaran umat agama Hindu
   


Sumber :


1. www.bpdbali.co.id
2. ejournal.undwi.ac.id/index.php/widyaaccarya/article/download/237/205
3. rri.co.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved