17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Nuku Muhammad Amiruddin

Nuku Muhammad Amiruddin adalah Sultan Tidore yang diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia karena berjuang memimpin pertempuran laut melawan Belanda.


zoom-inlihat foto
nuku-muhammad-amiruddin.jpg
arkeologiriset.wordpress.com/direktoratk2krs.kemsos.go.id
Nuku Muhammad Amiruddin

Nuku Muhammad Amiruddin adalah Sultan Tidore yang diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia karena berjuang memimpin pertempuran laut melawan Belanda.




  • Profil #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nuku Muhammad Amiruddin adalah Sultan Tidore yang diberi gelar Pahlawan Nasional Indonesia karena berjuang memimpin pertempuran laut melawan Belanda.

Muhammad Amiruddin atau Sultan Nuku lahir pada 1738.

Dilahirkan dengan nama Kaicil Syaifuddin, Sultan Nuku adalah putra kedua Sultan Tidore, Sultan Jamaludin.

Saat menjabat sebagai sultan, Nuku Muhammad Amiruddin aktif melakukan perlawanan terhadap Belanda di Tidore.

Pada 1781, Sultan Nuku dinobatkan menjadi Sultan Irian dan Seram dan panglima tertinggi seluruh pasukan Maluku dan Irian.

Bergelar Maha Tuan Sultan Amiruddin Syaifuddin Syah Kaicil Paparangan, serangan terhebat terjadi pada 1783.

Serangan pada 1791 sukses megusir Belanda dari wilayah timur Indonesia. (1)

Sultan Nuku Muhammad Amiruddin
Sultan Nuku Muhammad Amiruddin (dictio.id)

  • Masa Muda #


Nuku Muhammad Amiruddin lahir pada 1738 di Soasiu Tidore.

Nama kecil Nuku Muhammad Amiruddin adalah Kaicil Syaifuddin.

Pada masa itu, sang Ayah, Sultan Jamaludin naik tahta Kerajaan Tidore pada 1757.

Dalam kontrak tahun 1733 dengan Belanda, Tidore diwajibkan membayar uang pengganti sebanyak 50.000 ringgit.

Jamaludin menolak dengan alasan kapal-kapal dagang Tidore pun menderita.

Pada 1768, Belanda kembali melakukan perundingan mengatakan utang tersebut tidak perlu dibayar namun Sultan Tidore wajib menyerahkan Seram Timur dengan pulau-pulau yang termasuk daerah itu kepada Belanda.

Nuku Muhammad Amiruddin yang juga menghadiri perundingan itu menantang keras persetujuan tersebut.

Pada 1779, Gubernur Thomaszen menangkap Sultan Jamaludin dan membawanya ke Batavia untuk diadili.

Nuku Muhammad Amiruddin kehilangan tahta waris karena oposisinya tersebut.

Kaicil Gayjira pun diangkat menjadi raja untuk menggantikan Sultan Jamaludin.

Pada bulan April 1780, Kaicil Gayjira wafat dan digantikan Patra Alam, putranya.

Nuku Muhammad Amiruddin dan Sultan Jamaludin menentang keras pengangkatan tersebut.

Patra Alam memerintahkan pasukannya untuk menyerbu rumah mereka.

Kamaludin tertangkap namun Nuku Muhammad Amiruddin berhasil meloloskan diri.

  • Pangeran Pemberontak #


Nuku Muhammad Amiruddin mulai menghimpun kekuatan dari kerajaan-kerajaab kecil di daerah Seram dan Papua.

Raja-raja dari Patani, Batanta Salawati, Misool, Waigama, dan Waigeo, Seram Timur, dan kepulauan sekitarnya, pulau Kai dan Papu ikut berperan membantu Nuku Muhammad Amiruddin.

Perang pun meletus, pasukan Nuku menyergap pasukan Belanda di Pulau Obi.

Lebih dari separuh pasukan Belanda tewas, sebagian melarikan diri ke hutan, sebagian lagi jatuh ke tangan Misool sebagai tawanan.

Saat itulah Nuku mendapat julukan dari Belanda sebagai Prins Rebel (Pangeran Pemberontak). (2)

Tanggal 11 November 1781, Nuku dinobatkan menjadi Sultan Papua dan Seram.

Kesultanan Tidore
Kesultanan Tidore (arkeologiriset.wordpress.com)

  • Perang Melawan Belanda #


Pada 18 April 1987, Kamaludin dilantik sebagai Sultan Ternate yang kemudian digugat oleh Nuku Muhammad Amiruddin.

Gubernur Ambon dan Banda pun menyusun armada perang untuk menghancurkan kekuatan Nuku di Seram.

Belanda mendapat perlawanan sengit dari Nuku Muhammad Amiruddin, membuat Belanda terdesak mundur.

Gubernur Ternate kemudian mengantar Kaicil Hasan putra Jamaludin untuk menemui Kamaludin dan Nuku untuk mengusulkan perdamaian dan pembagian kekuasaan.

Nuku dan Kamaludin menolak mentah-mentah.

Pada 12 April 1797, Nuku Muhammad Amiruddin menyerbu dan berhasil merebut Tidore.

Nuku kemudian dinobatkan dengan gelar Sri Paduka Maha Tuan Sultan Said’ul Jehad Muhammad El Maboos Amirudin Syah Kaicil Paparangan, sul­tan Tidore, Papua Seram dan daerah teluknya pada 1781.

Belanda kembali melakukan penyerangan pada 15 Juli 1799 dengan 100 buah kapal di bawah komando Baron van Lutzow.

Serangan mereka dibalas dengan perlawanan dan pertempuran sengit pun terjadi.

Pasukan Belanda terdesak dan harus mundur dari Tidore.

Sultan Nuku mengirim surat kepada Wakil Gubernur Weilding di Ternate untuk memutuskan semua hubungan dengan Belanda.

Nuku mempertahankan sikap politik sebagai Sultan Tidore yang memiliki kedaulatan penuh atas wilayahnya dan menuntut pengakuan pihak Pemerintah Belanda antara tahun 1800 hingga wafatnya pada tanggal 14November 1805.

Pada usia 67 tahun, Sultan Nuku wafat pada tanggal 14 November 1805.

  • Pahlawan Nasional #


Semasa hidupnya, Sultan Nuku dianggap sebagai pejuang yang tidak dapat diajak kompromi dengan pengaruh yang kuat di wilayah Maluk.

Sultan Nuku meninggal setelah berjuang selama 40 tahun.

Perjuangannya berbuah hasil dalam membebaskan Tidore dari kekuasaan Belanda.

Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 71/TK/Tahun 1995 tanggal 7 Agustus 1995. (3)

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Nama Nuku Muhammad Amiruddin
Lahir Tidore, 1738
Meninggal Tidore, 14 November 1805
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved