17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Andi Mappanyukki

Andi Mappanyukki merupakan Raja Kerajaan Bone yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI


zoom-inlihat foto
pahlawan-nasional-andi-mappanyukki.jpg
pahlawancenter.com
PAHLAWAN NASIONAL - Andi Mappanyukki

Andi Mappanyukki merupakan Raja Kerajaan Bone yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah RI




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Andi Mappanyukki adalah tokoh pejuang dan bangsawan di Sulawesi Selatan.

Ia merupakan putra Raja Gowa XXXIV, Makkulau Daeng Serang Karaengta Lembang Parang Sultan Husain Tu Ilang ri Bundu'na (Somba Ilang).

Sementara itu, ibu Andi Mappanyukki adalah I Cella We'tenripadang Arung Alita, putri tertua dari La Parenrengi Paduka Sri Sultan Ahmad, Raja Bone.

Andi Mappanyukki lahir pada 13 Syawal 1349H.

Atas usulan Dewan Adat, ia diangkat menjadi Raja Bone ke-32, bergelar Sultan Ibrahim.

Oleh karena itulah, ia juga dikenal dengan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim.

Andi Mappanyukki memiliki permaisuri bernama I Mane'ne Karaengta Balla Sari.

Selain itu, juga memiliki beberapa istri diantaranya I Batasai Daeng Taco, Besse Bulo (I Rakiyah Bau Baco Karaeng Balla Tinggi).

Berikut adalah anak keturunan Andi Mappanyukki.

Andi Bau Tenri Padang Opu Datu (P)

Andi Bau Datu Cella Bone (P)

Andi Bau Tenri Datu Bau (p)

Andi Bau Parenrengi Datu Lolo (L)

Andi Bau To'Appo Datu Appo (L)

Andi Bau Datu Sawa (L)

Andi Abdullah Bau Massepe(L) (dari Pernikahannya dengan Besse Bulo (Putri La Sadapotto Addatuang Sidenreng XVI)

Andi Pangerang Petta Rani (L) (dari Pernikahannya dengan I Batasi Daeng Taco)

Kelak setelah Indonesia merdeka, Andi Mappanyukki memimpin para waja di Sulawesi Selatan untuk bergabung dengan Indonesia pada 1950. (1)

PAHLAWAN NASIONAL - Andi Mappanyukki
PAHLAWAN NASIONAL - Andi Mappanyukki (pahlawancenter.com)

  • Perjuangan


Ketika terjadi perang Gowa melawan Belanda, I Makkulau mengangkat Andi Mappanyukki sebagai Letnan tentara Kerajaan Gowa.

Ia ditugaskan untuk memimpin pasukan Kerajaan Gowa melawan Belanda.

Namun kala itu keadaan tidak seimbang.

Menyiasati kondisi tersebut, Andi Mappanyukki menggunakan strategi gerilya.

Pada suatu pertempuran, pasukan Belanda yang dipimpin Kroesen menggempur pasukan Andi Mappanyukki.

Persitiwa ini mengakibatkan jatuhnya 23 korban di pihak Kerajaan Gowa.

Andi Mappanyukki tidak tinggal diam.

Ia melakukan serangan balasan pada 25 Desember 1905.

Kala itu, pasukannya berhasil menangkap dan menembak mati Vande Kroll, pemimpin pasukan Belanda.

Pasukan Belanda kemudian mengejar Raja I Makkulau.

Dalam keadaan terdesak, Sang Raja Gowa terjatuh ke jurang dan gugur.

Kematian ayahnya ini membuat Andi Mappanyukki masuk ke hutan untuk melancarkan serangan.

Sempat beberapa kali melakukan usaha penangkapan, namun Belanda selalu gagal.

Kemudian pihak Belanda meminta bantuan La Parenrengi Karaeng Tinggimae yang ditugaskan membujuk Andi Mappanyuki agar bersedia melakukan perundingan dan mengakhiri perang.

Selain itu, Belanda juga menjanjikan Gowa akan dijadikan sekutu yang terhormat.

Namun Andi Mappanyukki tetap pada pendiriannya, dan tidak menerima penawaran tersebut.

Selanjutnya, Andi Mappanyukki tertangkap dan dipenjara bersama beberapa pasukannya.

Kecintaan rakyat terhadap Andi Mappanyuki membuat pemerintah Belanda gagal memikat hati rakyat.

Pada tahun 1909, Gubernur Jenderal Sulawesi AJ Baron De Quarles membebaskan Andi Mappanyukki.

Pada tahun 1910, ia dibujuk dan menerima tawaran untuk jabatan Regent Gowa Barat dengan gaji 400 Gulden.

Namun tawaran tersebut ditolak karena dianggap penghinaan bagi diri dan rakyatnya .

Pada 2 April 1931, Andi Mappanyukki dinobatkan menjadi Raja Bone.

Hal ini dapat terjadi karena di dalam darah Andi Mappanyukki terdapat aliran keturunan Kerajaan Bone.

Pada waktu itu ia tetap teguh dengan pendiriannya dan menolak untuk bekerja sama dengan Belanda.

Menanggapi hal ini, dengan kekuasaannya Belanda mencopot Andi Mappanyukki sebagai Raja Bone.

Ia kemudian diasingkan ke Rantepao, Tana Toraja, selama 3,5 tahun.

Pada 1943, terjadi peristiwa Unra karena ketidakpuasan rakyat terhadap cara Jepang yang memaksa untuk mengambil paksa padi.

Rakyat kemudian melancarkan perlawanan di bawah pimpinan Haji Temmale.

Setelah proklamasi kemerdekaan, Andi Mappanyukki dan raja-raja di Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan di Watampone, pada 1 Desember 1945.

Dalam pertemuan ini, Andi Mappanyukki mengajak dan menyerukan kepada para raja untuk berikrar bahwa mereka merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Pada perang kemerdekaan 1945-1950, Andi Mappanyukki memiliki andil yang besar.

Ia mengorbankan jiwa, raga, dan harta, untuk memimpin organisasi perjuangan kemerdekaan nasional. (2)

  • Wafat


Andi Mappanyukki wafat pada 18 April 1967 di Jongaya.

Ia kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Ujung Pandang dengan upacara kenegaraan.

Ia mendapat gelar lengkap Haji Andi Mappanyuki Sultan Matinrowe ri Jongaya.

Selain itu, Pemerintah RI menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No 089/TK/TH 2004 tanggal 5 November 2004. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Andi Mappanyukki
Gelar Penobatan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim
Lahir 13 Syawal 1349 H
Dikenal Sebagai PAHLAWAN NASIONAL
Raja Kerajaan Bone
Wafat 18 April 1967








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved