Profil #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Sultan Palembang yang mendapat gelar Pahlawan Nasional Indonesia karena melakukan perlawanan terhadap penjajah Inggris dan Belanda.
Sultan Mahmud Badaruddin adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam.
Berkuasa selama dua periode (1803-1813, 1818-1821), Sultan Mahmud Badaruddin beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda.
Melalui perjuangan panjang dalam membebaskan tanah Palembang dari tangan Belanda, Palembang jatuh ke tangan Belanda pada 25 Juni 1821.
Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan ke Ternate hingga ajal menjemput pada 26 September 1852. (1)
Melawan Penjajah #
Memiliki nama kecil Raden Hasa, Sultan Mahmud Badaruddin lahir pada 1 Rajab 1181 (1767 M).
Sang ayah adalah Raja Palembang ke-VI bernama Sultan Muhammad Badaruddin bin Susuhunan Ahmad Najamuddin (I).
Sang ibu adalah Ratu Agung Puteri Datuk Murni bin Abdullah Alhadi.
Perlawanan pertama Sultan Mahmud Badaruddin II dinamakan Peristiwa Loji Sungai Aur, dimana Sultan Mahmud Badaruddin II kemudian mengakhiri kekuasaan Belanda di Palembang.
Sejak timah ditemukan di Bangka, Palembang menjadi wilayah incaran Inggris dan Belanda pada abad ke-18.
Penjajahan bermula saat bangsa Eropa mendirikan Loji (kantor dagang di Sungai Aur.
Pada 14 September 1811, Belanda menduduki Palembang dan kemudian memberi kekuasaan pada Raffles dari Inggris.
Berdasarkan perjanjian Tuntang antara Belanda dan Inggris, kekuasaan terhadap Palembang diserahkan pada Inggris
Peristiwa itu mendapat pertentangan dari Sultan Mahmud Badaruddin II.
Raffles lalu mengirim ekspedisi militer pada 20 Maret 1812 yang membuat Sultan Mahmud Badaruddin II terdesak mundur.
Sultan Mahmud Badaruddin II kemudian melakukan perang gerilya yang memaksa Inggris untuk mengakui keunggulan Sultan dan mengakui kedaulatannya sebagai Raja.
Pada 13 Agustus 1814, Belanda mengambil kembali daerah-daerah yang dijajah Inggris.
Namun Palembang menolak jatuh ke tangan Belanda.
Serangan-serangan Belanda, baik melalui taktik adu domba, berhasil dipatahkan oleh Sultan Mahmud Badaruddin II.
Serangan-serangan pada 1 September 1819, 3 November 1819 semua berhasil dikalahkan oleh Sultan Mahmud Badaruddin II.
Pemerintah Hindia Belanda di Batavia kemudia mengerahkan kekuatan angkatan perang untuk menyerang Palembang untuk ketiga kalinya pada 10 Juni 1821.
Pertempuran besar pun terjadi dan mendapat perlawanan sengit dari Sultan Mahmud Badaruddin II.
Namun dengan tipu daya Jenderal de Kock, pada 24 Juni 1821, Belanda berhasil menduduki benteng pertahanan.
Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditawan dan diberangkatkan ke Batavia pada 3 Juli 1821 untuk kemudian diasingkan ke Ternate. (2)
Pahlawan Nasional #
Nama Sultan Mahmud Badaruddin II dikenang menjadi nama Bandara Internasional Palembang.
Gambarnya juga diabadikan di mata uang pecahan rupiah Rp 10.000.
Atas jasa dan perjuangan, Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden No. 63/TK/1984 tanggal 29 Oktober 1984. (3)
| Nama | Sultan Mahmud Badaruddin II |
|---|
| Nama kecil | Raden Hasan Pangeran Ratu |
|---|
| Lahir | Palembang, 1767 |
|---|
| Meninggal | Ternate, 26 September 1852 |
|---|
Sumber :
1. m.merdeka.com
2. pahlawancenter.com
3. daerah.sindonews.com