17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Syekh Yusuf Tajul Khalwati

Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang memimpin pemberontakan dari Gowa.


zoom-inlihat foto
syekh-yusuf.jpg
satujam.com/direktoratk2krs.kemsos.go.id
Syekh Yusuf

Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang memimpin pemberontakan dari Gowa.




  • Profil


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Syekh Yusuf Tajul Khalwati adalah salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang memimpin pemberontakan dari Gowa.

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada 3 Juli 1626.

Gelarnya Tuanta Salamaka ri Gowa berarti 'tuan guru penyelamat kita dari Gowa'.

Pada 1683, bersama Pangeran Purbaya dan Pangeran Kidul, Syekh Yusuf bergerilya melawan Belanda di Tangerang.

Karena dianggap menyusahkan Belanda, Syekh Yusuf dibuang di Sri Lanka kemudian dipindah ke Cape Town, Afrika Selatan.

Di sana, Syekh Yusuf tidak berhenti berdakwah dan diyakini merupakan salah satu peletak dasar Islam di Afrika Selatan.

Syekh Yusuf wafat pada 23 Mei 1699 di Cape Town. (1)

Syekh Yusuf Tajul Khalwati
Syekh Yusuf Tajul Khalwati (pahlawancenter.com)

  • Masa Muda


Syekh Yusuf Tajul Khalwati lahir dengan nama Muhammad Yusuf di Gowa.

Sejak kecil, Syekh Yusuf sudah diberikan pendidikan agama Islam oleh guru Kerajaan Gowa.

Ketika dewasa, Syekh Yusuf menikah dengan putri Sultan Gowa.

Tanggal 22 September 1644 dalam usia 18 tahun, Syekh Yusuf melakukan perjalanan haji dan singgah di Banten.

Selama 5 tahun di Banten, Syekh Yusuf belajar agama Islam dan nilai-nilai nasionalisme.

15 tahun Syekh Yusuf menimba ilmu di Saudi Arabia, Syekh Yusuf dipanggil kembali ke Banten oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Ageng Tirtayasa

Patung Syekh Yusuf di Pantai Losari
Patung Syekh Yusuf di Pantai Losari (dzargon.com)

  • Perang Banten


Di Banten, Syekh Yusuf memiliki beberapa peranan seperti menjadi guru putra Sultan Banten (Sultan Haji) dan menjadi mufti serta penasehat raja.

Orang-orang Makassar dan Bugis bahkan berguru pada Syekh Yusuf.

Pada Maret 1682, perang Banten berkecamuk selama 6 bulan.

Karena takut dengan Syekh Yusuf, Belanda mengiming-imingi hadiah 1000 ringgit bagi siapa pun yang dapat menangkap Syekh Yusuf. (2)

Putri Syekh Yusuf disandera Belanda.

Tipuan lainnya adalah Van Happel, pemimpin pasukan Belanda berpura-pura mengenakan pakaian Arab dan membawa Putri Syekh Yusuf untuk membujuk Syekh Yusuf.

Merasa iba, Syekh Yusuf akhirnya terpancing dan berhasil ditangkap.

Ilustrasi Perang Banten
Ilustrasi Perang Banten (satujam.com)

  • Pengasingan


Syekh Yusuf dimasukkan ke dalam penjara di Batavia sebelum diasingkan ke Ceylon pada 12 September 1684.

Dua istrinya, dua orang pembantu wanita, dua belas orang santri dan beberapa orang anaknya juga dibuang ke Ceylon, Sri Lanka.

Syekh Yusuf tetap mengajarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat Buddha.

Syekh Yusuf memberi pesan pada Sultan Banten, Sultan Makassar dan Karaeng Karunrung, Mangkubumi Kerajaan Gowa agar tetap melakukan perlawanan kepada Belanda.

Pemberontakan-pemberontakan banyak terjadi setelah itu, contohnya Pemberontakan Haji Miskin di Minangkabau.

Meski berada di tempat pengasingan, karisma dan pengaruh Syekh Yusuf masih menyusahkan Belanda.

Syekh Yusuf dijatuhi hukuman mati, kemudian diselamatkan oleh protes Raja Alamghir dari India dan Raja Makassar Abdul Jalil.

Hukumannya pun diubah menjadi pembuangan seumur hidup.

Pada 7 Juli 1693, Syekh Yusuf diasingkan di Cape Town, Afrika Selatan di usia 68 tahun.

Syekh Yusuf dikenal sebagai pembawa Agama Islam pertama di Afrika Selatan maupun Ceylon.

Pada 23 Mei 1699, Syekh Yusuf meninggal dunia karena usia tua.

Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 071/TK/Tahun 1995 tanggal 7 Agustus 1995. (3)

(TribunnewsWiki/Indah)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki



Nama Syekh Yusuf Tajul Khalwati
Nama lain Syekh Yusuf al-Makassari al-Bantani
Julukan Tuanta Salamaka ri Gowa
Lahir Gowa, 3 Juli 1626
Meninggal Cape Town, 23 Mei 1699
Ayah Abdullah
Ibu Aminah


Sumber :


1. tirto.id
2. ikpni.com
3. pahlawancenter.com


Penulis: Indah Puspitawati
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved