17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Sultan Syarif Kasim II

Sultan Syarif Kasim II merupakan Pahlawan Nasional yang merupakan Raja ke-12 Kerajaan Siak Sri Indrapura


zoom-inlihat foto
pahlawan-nasional-sultan-syarif-kasim-ii.jpg
dinsos.riau.go.id
PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Syarif Kasim II

Sultan Syarif Kasim II merupakan Pahlawan Nasional yang merupakan Raja ke-12 Kerajaan Siak Sri Indrapura




  • Pendidikan #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura, pada 11 Jumadil Awal 1310, atau 1 Desember 1983.

Di awal Pemerintahan Republik Indonesia, Siak merupakan Wilayah Kawedanan Siak, di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak.

Pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukota Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No 53 Tahun 1999.

Ia lahir dengan nama Tengku Sulung Sayed Kasim, yang kemudian lebih populer dengan nama Syarif Kasim II.

Ayahnya adalah Sultan Asysyaidis Syarif Hasyim Abdul Djalil Syaifuddin, Sultan ke-11 Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Sultan Asysyaidis Syarif Hasyim Abdul Djalil Syaifuddin memerintah selama 19 tahun, mulai dari 1889 hingga 1908.

Sementara itu, ibu Sultan Syarif Kasim II bernama Tengku Yuk, Permaisuri Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Sang ayah Sultan Syarif Kasim II merupakan sultan yang memegang kuat prinsil Islam.

Selain itu, Raja ke-11 Kerajaan Siak Sri Indrapura ini juga memiliki pandangan yang luas dan selalu berusaha meningkatkan kualitas kemakmuran rakyat.

Semasa kecil, Sultan Syarif Kasim II dididik di lingkungan istana.

Sebagai calon raja, mendapat pendidikan yang meliputi aspek fisik, mental, spiritual, dan kecerdasan.

Setelah berumur 12 tahun, Sultan Syarif Kasim II muda dikirim ke Batavia, pusat pemerintahan Hindia Belanda kala itu.

Di Batavia, ia berguru pada Sayed Husein Al-Habsyi dan belajar tentang hukum Islam.

Selain itu, Sultan Syarif Kasim II juga belajar mengenai ilmu hukum dan ketenagakerjaan dari Prof Snouck Hurgronye dari Institute Beck en Volten.

Dalam kehidupan Sultan Syarif Kasim II, ajaran Sayed Husein Al-Habsyi sangat berpengaruh.

Sultan Syarif Kasim II tercatat berada di Batavia mulai dari tahun 1904 hingga 1915.

Pada masa-masa itu, Batavia merupakan pusat pergerakan nasional.

Hal ini telah menanamkan semangat kesatuan, kemerdekaan, dan semangat untuk menentang penjajahan di diri Sultan Syarif Kasim II. (1)

PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Syarif Kasim II
PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Syarif Kasim II (dinsos.riau.go.id)

  • Pemerintahan #


Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Djailil Syaifuddin meninggal pada 1908.

Di waktu yang bersamaan, Sultan Syarif Kasim II muda masih berada di Batavia.

Oleh karena inilah ia tidak langsung dinobatkan sebagai raja.

Untuk sementara waktu, pemerintahan dipegang oleh dua pejabat yang mewakili raja, yaitu Tengku Besar Sayed Syagaf dan Datuk Lima Puluh.

Sultan Syarif Kasim II dilantik sebagai Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura pada 3 Maret 1915, pada usia yang ke-21.

Ia menjadi raja ke-12 dan bergelar Sultan Asysyaidis Syarif Kasim Abdul DJalil Syaifuddin.

Di masa pemerintahan sebelumnya, Sultan dibantu oleh Dewan menteri atau Dewan kerajaan.

Dewan ini pula yang bertugas memilih dan mengangkat Sultan.

Selain itu, Dewan ini juga memiliki fungsi untuk mmebuat perundangan bersama Sultan.

Dewan ini terdiri atas Datuk Tanah Datar Sri Pakermaraja, Datuk Limapuluh Sri Bijuangsa, Datuk Pesisir Sri Dewaraja dan Datuk Kampar Maharaja Sri Wangsa.

Sebenarnya, pengangkatan Sultan Syarif Kasim II tidak disenangi oleh Belanda.

Hal itu karena sang Sultan merupakan orang yang berpendidikan dan berpikiran progresif.

Hal ini dirasa dapat mengancam posisi Belanda.

Akan tetapi, Dewan kerajaan tetap memilih Sayed Kasim atau Sultan Syarif Kasim sebagai Sultan.

Hal ini membuat keberadaan Dewan Kerajaan dihapuskan oleh Belanda.

Selain itu, Belanda juga menghapus Undang-Undang Kerajaan dan Tata Pemerintahan Kerajaan Siak yang tertuang dalam Babul Kawaid.

Undang-undang tersebut merupakan pedoman sepuluh provinsi Kerajaan Siak sejak kepemimpinan ayah Sultan Syarif Kasim II.

PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Syarif Kasim II
PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Syarif Kasim II (sejarah.dapobud.kemendikbud.go.id)

Menanggapi hal ini, Sultan Syarif Kaism tidak menerima perubahan yang diajukan belanda.

Ia menganggap Belanda terlalu mencampuri urusan rumah tangga Kerajaan.

Namun, tekanan yang diberikan Belanda pada akhirnya berhasil.

Daerah pemerintahan Kerajaan Siak diubah dari bentuk provinsi menjadi distrik dan onder distrik.

Dari hari ke hari, tekanan yang diberikan Belanda semakin meresahkan.

Memandang hal ini, Sultan Syarif Kasim II menilai perlu untuk membangun kekuatan fisik.

Kala itu ia membangun pasukan militer dari barisan kehormatan pemuda-pemuda.

Mereka dilatih untuk membangkitkan semangat perlawanan dan membela kepentingan rakyat.

Sultan Syarif kasim II dengan tegas menolak mengakui Kesultanan Siak sebagai bagian dari pemerintahan Hindia Belanda.

Meskipun pada waktu itu para pendahulu Kerajaan Siak telah terikat perjanjian dengan Belanda, termasuk dalam perjanjian London 1824.

Penolakan ini membuat Belanda mendatangkan pasukan dari Marsose dan Medan, di bawah pimpinan Letnan leiner.

Ketika terjadi Perang Asia Timur Raya pada 1942, Jepang mulai menduduki Singapura dan Semenanjung Malaka.

Melalui Sumatra Barat dan Sumatra Utara, tentara Jepang sampai di Pekanbaru.

Kala itu, orang Belanda mengharpakan perlindungan dari Sultan Syarif Kasim II.

Setelah pembesar Hindia Belanda dikumpulkan, jepang mengutus inspektur polisi untuk meminta Sultan Syarif kasim II datang ke kantor Contileur.

Namun, Sultan menolak untuk datang dan tetap berada di Kerajaan.

Semasa pendudukan Jepang, pemerintahan di Kerjaan Siak tetap berjalan seperti biasa.

Hanya penyebutan beberapa istilah yang berubah.

Beberapa waktu setelah Musyawarah Kaisi, Jepang mulai menangkap beberapa raja di Riau.

Pada waktu tersebut, Jepang belum berani menangkap Sultan Syarif Kasim II karena menghindari kemungkinan pemberontakan.

Seiring berjalannya waktu, kekuasaan mulai diambil alih Jepang.

Meskipun secara hukum Sultan Syarif Kasim II sudah tidak memiliki kekuasaan lagi, ia tetap merasa bertanggung jawab secara moral terhadap rakyatnya.

Oleh karena itu, ia menolak permintaan Jepang untuk mengirim tenaga romusha.

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, berita Kemerdekaan Indonesia baru sampai Kerajaan Siak pada akhir Agustus 1945.

Begitu mendengar berita ini, Sultan Syarif Kasim II langsung mengibarkan bendera merah putih di halaman istana.

Pada 1946, Sultan berangkat ke Jawa untuk menemui Presiden Soekarno.

Ia menyatakan bahwa Kesultanan Siak Sri Indrapura merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Kala itu, ia juga menyerahkan mahkota kerajaan dan menyumbangkan harta kekayaan sejumlah 13 juta gulden kepada pemerintah Republik Indonesia.

Mahkota Kerajaan Siak Sri Indrapura
Mahkota Kerajaan Siak Sri Indrapura (cagarbudaya.kemendikbud.go.id)

Atas komitmen ini, Sultan Syarif Kasim II juga berusaha mengajak raja-raja di Sumatra timur untuk mengintegrasikan diri dengan Republik Indonesia.

Selain aktif melakukan perjuangan, Sultan Syarif Kasim II juga memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Sultan Syarif Kasim II mendirikan Sekolah Agama Islam yang diberi nama Madrasah Taufiqiyah Al-Hasyimiah pada 1917.

Pada tahun 1926 Sultan dan Permaisuri Tengku Agung mendirikan sekolah untuk kaum wanita yang diberi nama Latifah School. (1)

  • Wafat #


Sultan Syarif Kasim II wafat di Rumbai, Pekanbaru, pada 23 April 1968.

Makam PAHLAWAN NASIONAL Sultan Syarif Kasim II
Makam PAHLAWAN NASIONAL Sultan Syarif Kasim II (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Kemudian ia dimakamkan di dekat Kerajaan Siak. (1)

Atas dedikasinya, Pemerintah Indonesia, melalui Kepres Nomor 109/TK/1998 tanggal 6 November 1998, menganugerahi Sultan Syarif Kasim II gelar Pahlawan Nasional. (2)


(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Lahir Tengku Sulung Sayed Kasim
Gelar Penobatan Sultan Asysyaidis Syarif Kasim Abdul DJalil Syaifuddin
Nama Populer Sultan Syarif Kasim II
Lahir Siak Sri Indrapura, 1 Desember 1983
Dikenal Sebagai Raja Ke-12 Kesultanan Siak Sri Indrapura
PAHLAWAN NASIONAL
Ayah Sultan Asysyaidis Syarif Hasyim Abdul Djalil Syaifuddin
Ibu Tengku Yuk
Wafat Pekanbaru, 23 April 1968


Sumber :


1. dinsos.riau.go.id
2. pahlawancenter.com


Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved