17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: dr Wahidin Sudirohusodo

dr Wahidin Sudirohusodo adalah pahawan nasional yang dikenal karena kepeduliannya dengan pendidikan, dan menjadi satu dari tokoh pencetus organisasi Budi Utomo


zoom-inlihat foto
wahidin-sudirohusodo.jpg
direktoratk2krs.kemsos.go.id
Sosok dr Wahidin Sudirohusodo

dr Wahidin Sudirohusodo adalah pahawan nasional yang dikenal karena kepeduliannya dengan pendidikan, dan menjadi satu dari tokoh pencetus organisasi Budi Utomo




  • Riwayat Kehidupan #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - dr Wahidin Sudirohusodo adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Yogyakarta.

Wahidin Sudirohusodo lahir di Mlati, Sleman, Yogyakarta pada 7 Januari 1852, dan wafat di Yogyakarta pada 26 Mei 1917 di usia 65 tahun.

Wahidin Sudirohusodo dikenal sebagai sosok yang peduli dengan pendidikan masyarakan Indonesia terutama pada zaman kolonial Belanda.

Selain itu Wahidin Sudirohusodo juga dikenal sebagai pelopor berdirinya organisasi Budi Utomo yang lahir pada 20 Mei 1908.

Hari lahir organisasi Budi Utomo tersebut kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. (1)

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka)

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Sultan Iskandar Muda

  • Pendidikan #


Wahidin Sudirohusodo adalah satu dari anak yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di masa pemerintahan Belanda.

Wahidin Sudirohusodo disekolahkan oleh ayahnya di De Scholen der Tweede, yaitu sekolah yang diperuntukkan untuk kalangan rendah dan memiliki masa pengajaran selama tiga tahun.

Di sekolah tersebut, Wahidin Sudirohusodo menjadi murid terbaik sehingga para guru menyarankan Wahidin Sudirohusodo, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Akhirnya pada 1864 yaitu di usia 12 tahun, Wahidin Sudirohusodo masuk ke Sekolah Rakyat Rendah Eropa atau Eurepeesche Lagere School (ELS) di kota Yogyakarta dibantu oleh sang kakak ipar, Frits Kohle.

Sama seperti bumiputra lain yang bersekolah di ELS, Wahidin Sudirohusodo juga pernah diejek karena dianggap bodoh dan kampungan.

Namun akhirnya Wahidin Sudirohusodo diakui sebagai anak yang pandai dan berhasil lulus.

Wahidin Sudirohusodo kemudian melanjutkan pendidikannya ke tingkat di Tweede Europese Lagere School atau Sekolah Dasar Eropa Kedua.

Murid sekolah tersebut kebanyakan adalah kalangan bangsawan bumiputra dan bangsa Eropa.

Meskipun demikian Wahidin Sudirohusodo tidak rendah diri bahkan karena menguasai Bahasa belanda dengan baik, Wahidin Sudirohusodo membaca dan mempelajari banyak buku yang ditulis dalam bahasa Belanda.

Puncaknya Wahidin Sudirohusodo lulus dari sekolah tersebut dengan predikat uitmuntend yang berarti lulusan terbaik.

Wahidin Sudirohusodo kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Dokter Jawa di Batavia pada 1869.

Sekolah Dokter Jawa adalah sekolah untuk tenaga kesehatan yang didirikan oleh 
Belanda di Indonesia dan memiliki masa pembelajaran selama tiga tahun.

Sekolah tersebut didirikan untuk menghasilkan dokter bumiputra sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sekolah tersebut merupakan hasil dari Politik Etis, usaha balas budi dari Belanda
kepada rakyat Hindia Belanda atau Indonesia.

Pada 1902 Sekolah Dokter Jawa berganti nama menjadi School Tot Opeleiding Voor Inlandse Arsten (STOVIA).

Meskipun masa pendidian adalah tiga tahun, namun Wahidin Sudirohusodo lulus setelah 22 bulan belajar di STOVIA.

Prestasi tersebut membuat Wahidin Sudirohusodo diangkat sebagai Asistent Leerar atau asisten guru di STOVIA pada 1872. (1)

Sosok Pahlawan Nasional, dr Wahidin Sudirohusodo
Sosok Pahlawan Nasional, dr Wahidin Sudirohusodo (biografipahlawan.com)

  • Seorang Dokter #


Karena ingin menjadi sosok yang lebih berguna bagi masyarakat, Wahidin Sudirohusodo memutuskan untuk berhenti menjadi asisten guru kemudian bekerja sebagai pegawai kesehatan di Yogyakarta.

Wahidin Sudirohusodo dikenal sebagai dokter yang ramah dan murah hati, bahkan sering tidak memungut biaya pengobatan bagi pasien kalangan rendah. (2)

Sosok pahlawan nasional, Wahidin Sudirohusodo
Sosok pahlawan nasional, Wahidin Sudirohusodo (initu.id)

  • Perjuangan untuk Pendidikan Indonesia #


Keadaan rakyat pada masa kolonial yang yang bodoh, miskin dan terbelakang membuat Wahidin Sudirohusodo ingin membantu memberikan pendidikan dan pengajaran.

Karena bagi Wahidin Sudirohusodo pendidikan dapat menghilangkan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Melalui pendidikan, rakyat akan mencapai kemajuan, bukan lagi sebagai manusia yang terjajah.

Beberapa usahanya untuk memajukan pendidikan diantaranya Wahidin Sudirohusodo memberikan bantuan biaya sekolah bagi masyarakat rendah.

Gagasan Wahidin Sudirohusodo mengenai pendidikan awalnya diutarakan melalui tulisan-tulisan dalam majalah dan koran.

Kemudian pada 1894 Wahidin Sudirohusodo menerbitkan dan memimpin sendiri majalah berbahasa Jawa, 'Retno Dumilah' yang berarti cahaya cemerlang sebagai penerang.

Retnodhoemilah, majalah yang didirikan oleh pahlawan nasional, Wahidin Sudirohusodo
Retnodhoemilah, majalah yang didirikan oleh pahlawan nasional, Wahidin Sudirohusodo (muspen.kominfo.go.id)

Majalah tersebut memuat tulisan-tulisan mengenai kebudayaan dan filsafat dengan penulis utama adalah Wahidin Sudirohusodo dan dr Rajiman Widyodiningrat.

Setelah majalah tersebut mendapatan perhatian yang besar dari kaum terpelajar, Wahidin Sudirohusodo kemudian juga mendirikan majalah 'Guru Desa' yang juga berbahasa Jawa.

Majalah Guru Desa memuat berbagai pelajaran praktis dan pengetahuan populer berguna untuk rakyat desa.

Wahidin Sudirohusodo juga mendirikan sebuah lembaga yang akan memberikan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang cerdas, tetapi tidak mampu membiayai sekolahnya.

Untuk keperluan mendirikan lembaga tersebut, pada1906 – 1907 Wahidin Sudirohusodo melakukan perjalanan keliling tanah Jawa untuk mencari donatur.

Perjalanannya tidak selalu mulus, Wahidin Sudirohusodo sering dilalui halangan dan rintangan.

Satu dari usaha Wahidin Sudirohusodo misalnya Bupati Serang, Akhmad Jayadiningrat menyetujui dan menyanggupi bantuan kepada Wahidin Sudirohusodo.

Selain Wahidin Sudirohusodo juga dibantu oleh Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara.

Akhirnya Wahidin Sudirohusodo berhasil mendirikan Badan Beasiswa 'Darmoworo' pada 25 Oktober 1913 bersama Pangeran Notodirojo dari Pakualaman, R Ng Dwidjosewoyo, R Sosrosugondo, dan R M Budiardjo.

Sebagai modal, Wahidin Sudirohusodo menjual 4 kereta kuda beserta 18 ekor kuda milik Wahidin Sudirohusodo. (5)

  • Budi Utomo #


Pada akhir 1907 dua orang pelajar STOVIA, Sutomo dan Suraji tertarik dengan cita-cita Wahidin Sudirohusodo yang ingin memajukan pendidikan.

Akhirnya Sutomo dan para mahasiswa STOVIA lain yaitu Gunawan Mangunkusumo dan Suraji mendirikan Budi Utomo pada  20 Mei 1908.

Budi Utomo adalah organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia sehingga 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional hingga kini.

Wahidin Sudirohusodo wafat pada tanggal 26 Mei 1917 dan jasadnya dimakamkan di desa Mlati, Yogyakarta. (3)

Wahidin Sudirohusodo dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional pada 6 November 1973 dengan dikeluarkannya Keppres No. 88/TK/1973. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)



Nama Wahidin Sudirohusodo
Lahir Mlati, Sleman, Yogyakarta, 7 Januari 1852
Wafat Yogyakarta, 26 Mei 1917
Profesi Dokter
Keluarga
Ayah Arjo Sudiro


Sumber :


1. badanbahasa.kemdikbud.go.id
2. www.biografipahlawan.com
3. initu.id
4. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
5. pahlawancenter.com


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved