Kasus Dua Siswa SMA Taruna Tewas, Gubernur Sumsel Herman Deru Beri Sanksi Pembekuan Setahun

Gubernur Sumsel Herman Deru beri sanksi dan minta Dinas Pendidikan perketat pengawasan SMA Taruna Palembang.


zoom-inlihat foto
sma-taruna-palembang-3453.jpg
KOMPAS.com/Aji YK Putra
Gubernur Sumsel Herman Deru ketika berkunjung ke rumah duka WJ (14) salah satu siswa SMA Taruna yang tewas ketika sedang mengikuti orientasi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia resmi dibekukan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil investigasi terkait kematian dua siswa SMA Taruna pada kegiatan orientasi sekolah tersebut.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, selama pembekuan, SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia dilarang menerima siswa baru hingga setahun kedepan, yakni tahun ajaran 2020/2021.

Selain itu, pihak yayasan diminta untuk melengkapi standar operasional pendidikan tingkat sekolah menengah.

Dikutip dari Kompas.com, dari investigasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, luas lahan sekolah tersebut tidak sesuai standar.

Selain itu, kurangnya pencahayaan juga menjadi perhatian, mengingat adanya asrama untuk siswa.

“Jika ingin mengaktifkan kembali untu tahun ajaran baru harus menjalani SOP sesuai syarat-syarat Kementrian Pendidikan,” ujar Herman.

Selain itu, Herman Deru juga mengungkapkan, pelaksanaan orientasi siswa juga ditemukan adanya kekerasan fisik dan mental di luar kemampuan para siswa.

Hal tersebut menyebabkan dua siswa sekolah ini DBJ (14) dan WJ (14) meninggal ketika mengikuti krgiatan orientasi sekolah.

Selama satu tahun dibekukan, siswa lama SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia akan tetap belajar seperti biasa.

Namun Dinas Pendidikan Sumatera Selatan akan memperketat pengawasan tehadap sekolah tersebut.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menerangkan, akan meninjau ulang akreditasi SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia saat ini yang berada di tingkat B.

“Yang jelas hukuman mereka sekarang tidak boleh menerima siswa baru. Tapi sistem pendidikan tetap berjalan untuk siswa yang sudah lebih dulu masuk kesana,” kata Widodo.

Diberitakan sebelumnya, SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia memakan dua korban jiwa.

Korban pertama, DJB (14) tewas dianiaya oleh pembinanya, Obby Firman Arkataku (24).

Kemudian, WJ (14) yang juga tewas setelah menjalani perawatan selama enam hari di rumah sakit lantaran mengalami usus terlilit.

Saat ini pihak kepolosian sudah menerima laporan terkait tewasnya WJ dari pihak kuasa hukum korban.

Penyidik kini sedang melakukan pengembangan kasus tersebut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved