17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: K.H. Idham Chalid

K.H. Idham Chalid merupakan pahlawan nasional dari kalangan ulama, yang aktif di bidang pendidikan, politik, dan pemerintahan.


zoom-inlihat foto
pahlawan-nasional-kh-idham-chalid.jpg
pahlawancenter.com
PAHLAWAN NASIONAL - K.H. Idham Chalid

K.H. Idham Chalid merupakan pahlawan nasional dari kalangan ulama, yang aktif di bidang pendidikan, politik, dan pemerintahan.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - K.H. Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1921.

Menghabiskan masa kecil di Amuntai, Kalimantan Selatan.

K.H. Idham Chalid belajar agama kepada sang ayah, H. Muhammad Chalid.

Selain itu, KH Idham Chalid kecil juga bersekolah di sekolah rakyat.

Saat mendaftar, K.H. Idham Chalid langsung ditempatkan di kelas dua.

Hal itu karena kecerdasan dan bakat yang dimiliki.

Setelah tamat sekolah dasar pada 1935, K.H. Idham Chalid melanjutkan pendidikan di Madrasah Al Rasyidiyyah.

Di sini, K.H. Idham Chalid belajar mengenai keislaman, pengetahuan umum, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Pada 1938, K.H. Idham Chalid melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo.

Selama di Gontor, K.H. Idham Chalid belajar di Kuliyyatul Mu'allimin al Islamiyyah (pendidikan guru agama Islam) selama tiga tahun dan di Kweekschool Islam Bovenbouw selama dua tahun.

Kala itu, umumnya santri menyelesaikan pendidikan di Gontor selama delapan tahun.

Akan tetapi, K.H. Idham Chalid mampu menyelesaikan selama lima tahun.

Menamatkan pendidikan di Gontor, K.H. Idham Chalid melanjutkan pendidikan di Jakarta pada 1943.

Hanya setahun di Jakarta, K.H. Idham Chalid kembali ke Gontor untuk mengajar sekaligus menjadi wakil direktur.

Tak hanya itu, K.H. Idham Chalid juga mendalami bahasa-bahasa asing.

Tercatat K.H. Idham Chalid menguasai enam bahasa asing, yaitu Arab, Inggris, Jepang, Belanda, Perancis dan Jerman.

Bahasa Perancis dan Jerman dikuasai secara pasif.

Sebelum kembali ke kampung halaman, K.H. Idham Chalid tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Wakaf Pondok Modern Gontor. (1)

PAHLAWAN NASIONAL -KH Idham Chalid
PAHLAWAN NASIONAL - K.H. Idham Chalid (nu.or.id)

  • Kiprah di Bidang Pendidikan #


K.H. Idham Chalid kembali ke Amuntai pada 1945 dan diminta menjadi Kepala Madrasah Al Rasyidiyyah, almamaternya sendiri.

Ketika menjabat, K.H. Idham Chalid melakukan beberapa pembaharuan.

Pertama, nama madrasah diganti menjadi Normal Islam Amuntai.

K.H. Idham Chalid juga memberikan semangat kebangsaan kepada anak didik dengan mengadopsi sistem pendidikan Gontor.

Selain pelajaran agama, juga ditambah pelajaran ilmu umum dan ilmu eksakta.

Kala itu, Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa pengantar di Normal Islam Amuntai.

K.H. Idham Chalid juga pernah membentuk ikatan sekolah Islam (Ittihad Al-Ma'ahid Al Islamiyyah).

Wadah tersebut digunakan untuk membangun kerja sama antar sekolah Islam dan untuk melawan Jepang.

Berikut adalah beberapa sekolah yang tergabung di dalamnya.

Normal Islam (Amuntai)

Al-Fatah (Paliwara Hilir)

Zakhratun Nisaa (Paliwara Hulu)

Al-Hidayah (Sungai Durian)

At-Tadlhiyyah (Pekapuran)

Al-Fajar (Paringin)

As-Sullamun Najah (Telaga Selaba)

Asy-Syafi’iyyah (Lok Bangkai)

Sejak saat itu, K.H. Idham Chalid mulai banyak berkiprah di bidang politik dan pemerintahan.

Meski demikian, K.H. Idham Chalid tetap memperhatikan dunia pendidikan.

Pada 1959, K.H. Idham Chalid mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Mesir dalam bidang pengetahuan dan perjuangan Islam.

Selain itu, K.H. Idham Chalid juga mewariskan Yayasan Darul Quran Idham Chalid dan Daarul Maarif, berada di Jakarta Selatan. (1)

  • Politik dan Pemerintahan #


K.H. Idham Chalid pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo II dan Kabinet DJuanda.

Selain itu, K.H. Idham Chalid juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan Ketua DPR.

Kiprah politik K.H. Idham Chalid berawal di DPR lewat Partai Masyumi.

Pada waktu itu, K.H. Idham Chalid diutus untuk mempersiapkan pengelolaan haji tahun 1950.

K.H. Idham Chalid mampu melobi Raja Abdul Aziz sehingga menggratiskan bea masuk jemaah haji asal Indonesia.

Selain aktif di politik dan pemerintahan, K.H. Idham Chalid juga aktif di Nahdlatul Ulama.

K.H. Idham Chalid tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada 1959-1984.

K.H. Idham Chalid mengawali kariernya di Nahdlatul Ulama di GP Ansor.

Pada 1952, K.H. Idham Chalid diangkat menjadi Ketua BB Ma'arif, badan otonom NU yang bergerak dalam bidang pendidikan.

Karier politik K.H. Idham Chalid turut menanjak ketika NU memutuskan keluar dari Masyumi.

NU menjadi partai politik pada 1952.

Kala itu, K.H. Idham Chalid juga menjabat sebagai sekretaris jenderal partai.

Dua tahun kemudian, K.H. Idham Chalid menjadi wakil ketua.

K.H. Idham Chalid memiliki peran penting sebagai Ketua Lajnah Pemilihan Umum NU semasa kampanye Pemilu 1955.

Pada Pemilu 1955, NU menempati peringkat ketiga, di bawah PNI dan Masyumi.

Karena kemenangan ini, NU mendapat jatah kursi wakil perdana menteri.

Saat itu, K.H. Idham Chalid menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri kabinet Ali Sastroamidjojo. (2)

Pada 1984, posisi K.H. Idham Chalid sebagai Ketua Tanfidziyah NU digantikan oleh Gus Dur.

Masa itu ditandai dengan Kihttah 1926, penegasan kembali NU sebagai ormas yang tidak terlibat politik praktis, serta tidak berafiliasi dengan partai apapun.

K.H. Idham Chalid menjadi orang termuda dan terlama yang pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama. (3)

Riwayat jabatan KH Idham Chalid di pemerintahan

1978-1983 Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia

1971-1977 Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat

1971-1977 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

1970-1971 Menteri Sosial Indonesia

1966-1973 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia

1956-1959 Wakil Perdana Menteri Indonesia (4)

PAHLAWAN NASIONAL KH Idham Chalid
PAHLAWAN NASIONAL K.H. Idham Chalid (nu.or.id)

  • Wafat #


K.H. Idham Chalid wafat di Jakarta pada 11 Juli 2010, pada usia 88 tahun.

Atas jasa yang telah diberikan, pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada K.H. Idham Chalid bersama enam tokoh lain melalui Keppres No 113/TK/Tahun 2011 tanggal 7 November 2011. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama K.H. Idham Chalid
Lahir Satui, 27 Agustus 1921
Dikenal Sebagai PAHLAWAN NASIONAL
Tokoh Nahdlatul Ulama
Wafat Jakarta, 11 Juli 2010


Sumber :


1. www.nu.or.id
2. www.cnnindonesia.com
3. initu.id
4. id.wikipedia.org


Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved