17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Wilhelmus Zakaria Johannes

Wilhelmus Zakaria Yohannes adalah pahlawan nasional yang menjadi ahli radiologi pertama di Indonesia, dan berjuang meskipun kondisi kakinya lumpuh. Wilhelmus Zakaria Yohannes wafat di Den Haag, Belanda, 4 September 1952 ketika belajar ilmu radiologi di negara tersebut


zoom-inlihat foto
wilhelmus-zakaria-johannes.jpg
kebudayaan.kemdikbud.go.id
Sosok Pahlawan Nasional, Wilhelmus Zakaria Johannes

Wilhelmus Zakaria Yohannes adalah pahlawan nasional yang menjadi ahli radiologi pertama di Indonesia, dan berjuang meskipun kondisi kakinya lumpuh. Wilhelmus Zakaria Yohannes wafat di Den Haag, Belanda, 4 September 1952 ketika belajar ilmu radiologi di negara tersebut




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Prof dr Wilhelmus Zakaria Johannes atau Wilhelmus Zakaria Yohannes, lahir di Termanu, Pulau Rote 16 Juli 1895 dan wafat di Den Haag, Belanda, 4 September 1952 pada umur 57 tahun.

Wilhelmus Zakaria Yohannes adalah ahli radiologi pertama di Indonesia.

Pada tahun 1941, Wilhelmus Zakaria Yohannes berhasil mempertahankan desertasinya yang berjusul 'Rontegen diagnostiek der maliga langtumoren' dan berhak mendapatkan gelar doktor.

Wilhelmus Zakaria Yohannes adalah putra sulung dari keluarga M Z Johannes, seorang guru bantu Sekolah Dasar yang sekaligus merangkap menjadi pengurus gereja, dan Ester Johannes Amalo. (1)

Pahlawan Nasional, Wilhelmus Zakaria Johannes, fotonya dijadikan perangko Indoenesia pada 1999
Pahlawan Nasional, Wilhelmus Zakaria Johannes, fotonya dijadikan perangko Indoenesia pada 1999 (wikimedia.org)

  • Pendidikan #


Sebagai putra dari seorang guru bantu dan pengurus gereja, Wilhelmus Zakaria Yohannes tidak pernah menempuh perguruan tinggi.

Namun karena kecerdasannya, Wilhelmus Zakaria Yohannes berhasil melanjutkan sekolahnya ke Europesche Legere School (ELS) di Kupang pada 1905.

Keberhasilannya tidak lepas dari bantuan yang diberikan oleh seorang guru Belanda, Cornelis Frans.

Cornelis Frans mengirimkan surat kepada gubernur Hindia Belanda agar mengizinkan Wilhelmus Zakaria Yohannes masuk ke ELS.

Setelah menyelesaikan sekolah di ELS, Wilhelmus Zakaria Yohannes melanjutkan pendidikannya ke School Tot Opleiding voor Inlandsche Arsten (STOVIA) atau Sekolah Dokter Bumiputra.

Masa pendidikan yang seharusnya ditempuh selama sembilan tahun dapat diselesaikan Wilhelmus Zakaria Yohannes dalam waktu delapan tahun, dan mendapat gelar Indische Arts atau doker pada 1920. (2)

Pahlawan Nasional, Prof dr Wihelmus Zakaria Johannes
Pahlawan Nasional, Prof dr Wihelmus Zakaria Johannes (biografi-pahlawan-nasional-indonesia.blogspot.com)

  • Perjuangan #


Wilhelmus Zakaria Yohannes memulainya karirnya sebagai dosen pada Nederlandsch Indische Artsten School (NIAS) atau Sekolah Dokter Hindia Belanda di Surabaya.

Tidak lama kemudian pada 1921 Wilhelmus Zakaria Yohannes diangkat sebagai dokter di rumah sakit Bengkulu.

Setelah itu pada tahun selanjutnya hingga 1930 Wilhelmus Zakaria Yohannes ditugaskan di rumah sakit Muara Aman, Mana, Kayu Agung, dan Palembang. (2)

Namun ketika berugas di Palembang, Wilhelmus Zakaria Yohannes menderita sakit yang mengakibatkan lumpuh di kedua kakinya.

Selama 1 tahun dirawat, Wilhelmus Zakaria Yohannes mengisi masa perawatannya dengan belajar mengenai rontgent atau sinar tembus.

Ketika masa tersebut pengobatan rontgent masih jarang ditemukan di Indonesia.

Dengan ketekunannya tersebut, Wilhelmus Zakaria Yohannes kemudian diangkat menjadi Asisten Ahli bidang rontgent dan radiologi di Centrale Burgelijke Ziekenhuis (CBZ)  Batavia atau Jakarta hingga 1939.

Sejak itulah ia dikenal sebagai ahli radiologi Indonesia yang pertama.

Wilhelmus Zakaria Yohannes juga merupakan guru besar Radiologi dan pernah menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan Wakil Ketua Senat Universitas Indonesia.

Selain di bidang kedokteran, Wilhelmus Zakaria Yohannes juga aktif dalam kegiatan politik diantaranya pada 1939 diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat mewakili Karesidenan Timor.

Ketika masa kependudukan Jepang, Wilhelmus Zakaria Yohannes bersama Sam Ratulangi dan lain-lain, mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK) yang berkembang penjadi Partai Kristen Nasional (Parkindo).

Karena aktif dalam bidang politik, Wilhelmus Zakaria Yohannes diangkat menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).

BPKNIP berperan sebagai badan legislatif bagi Republik Indonesia yang baru merdeka.

Namun karena kesehatan sering terganggu, Wilhelmus Zakaria Yohannes kemudian mengundurkan diri dari keanggotaan BPKNIP.

Setelah Indonesia diakui kedaulatannya, Wilhelmus Zakaria Yohannes  diangkat menjadi Presiden (sekarang disebut Rektor) Universitas Indonesia (UI).

Pada April 1952, Wilhelmus Zakaria Yohannes berangkat ke Belanda untuk mempelajari perkembangan ilmu rontgen serta organisasi rumah sakit di beberapa negara Eropa, seperti Belanda, Swiss, Jerman, Prancis, dan Inggris. 

Pada saat menjalankan tugas itulah Wilhelmus Zakaria Yohannes mendapat serangan jantung dan menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 4 September 1952 di Belanda dalam perjalanan dari rumah menuju rumah sakit.(3)

Pada tanggal 4 September 1952 Wilhelmus Zakaria Johannes meninggal dunia di Den Haag, Belanda.

Jenazahnya dikirim dengan kapal 'Modjokerto' dari Belanda, dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Senin, 24 November 1952.

Wilhelmus Zakaria Yohannes dimakamkan Jati Petamburan, Jakarta Pusat pada Rabu, 26 November 1952.

Nama Wilhelmus Zakaria Yohannes diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timur yaitu RSU WZ Johannes.

Nama Wilhelmus Zakaria Yohannes juga diabadikan menjadi nama sebuah kapal perang TNI-AL yaitu KRI Wilhelmus Zakaria Johannes.

Sebagai dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda, Wilhelmus Zakaria Johannes juga menjadi ahli rontgenpertama di Indonesia sehingga mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 27 Maret 1968 dengan dikeluarkannya Keppres No. 6/TK/1968. (4)

Kapal Republik Indonesia (KRI) Wihelmus Zakaria Johannes dengan nomor lambung 332 yang merupakan kapal perang perusak eks-kelas Tribal dari Inggris
Kapal Republik Indonesia (KRI) Wihelmus Zakaria Johannes dengan nomor lambung 332 yang merupakan kapal perang perusak eks-kelas Tribal dari Inggris (ceritadanbiografi.blogspot.com)

(Tribunnewswiki.com/Maghita)

Jangan lupa subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com:



Nama Wilhelmus Zakaria Johannes
Lahir Termanu, Pulau Rote 16 Juli 1895
Wafat Den Haag, Belanda, 4 September 1952
Keluarga
Ayah M Z Johannes
Ibu Ester Johannes Amalo


Sumber :


1. kebudayaan.kemdikbud.go.id
2. ceritadanbiografi.blogspot.com
3. tokoh.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved