17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Amir Hamzah

Amir Hamzah merupakan Pahlawan Nasional dari keluarga Kasultanan Langkat yang dikenal sebagai Raja Penyair Zaman Pujangga Baru


zoom-inlihat foto
pahlawan-nasional-amir-hamzah.jpg
pemkomedan.go.id
PAHLAWAN NASIONAL - Amir Hamzah

Amir Hamzah merupakan Pahlawan Nasional dari keluarga Kasultanan Langkat yang dikenal sebagai Raja Penyair Zaman Pujangga Baru




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera lahir di Tanjung Pura, Langkat, pada 28 Februari 1911.

Ia lebih akrab dikenal dengan nama Amir Hamzah.

Amir Hamzah merupakan putra dari Tengku Muhammad Adil, bergelar Datuk Paduka Raja.

Tengku Muhammad Adil merupakan wakil sultan untuk Luhak Langkat Hulu, berkedudukan di Binjai.

Dalam silsilah Kesultanan Langkat, Amir Hamzah merupakan generasi ke-10 Sultan Langkat.

Semasa kecil ia menghabiskan waktu di kampung halaman.

Ia biasa dipanggil dengan sebutan Tengku Busu (Tengku yang paling bungsu) oleh teman bermainnya. (1)

PAHLAWAN NASIONAL - Amir Hamzah
PAHLAWAN NASIONAL - Amir Hamzah (badanbahasa.kemdikbud.go.id)

  • Pendidikan #


Ketika berumur 5 tahun, Amir Hamzah mulai bersekolah di Langkatsche School di Tanjung Pura.

Sebagian besar guru di sekolah tersebut merupakan orang Belanda.

Setelah menamatkan sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke MULO Medan.

Selang setahun, Amir Hamzah pindah ke Batavia dan melanjutkan pendidikan di Christelijk MULO Menjangan.

Pada tahun 1927, Amir Hamzah berhasil menyelesaikan pendidikan dari sekolah tersebut.

Selanjutnya, ia belajar di AMS, Solo, Jawa Tengah.

Di AMS, Amir Hamzah belajar di program studi Sastra Timur.

Di sana ia tinggal bersama keluarga RT Sutijo Hadinegoro di Ngabelan.

Sebelum itu, ia pernah tinggal di kompleks asrama kediaman KRT Wreksodiningrat yang terletak di samping Keraton Kasunanan Surakarta.

Menamatkan studinya, Amir Hamzah kembali ke Batavia untuk belajar di Sekolah Hakim pada tahun 1934.

Pada waktu tersebut, ia juga mempelajari kebudayaan modern, Jawa, dan kebudayaan Asia.

Selain itu, Amir Hmazah juga banyak bergaul dengan tokoh pergerakan asal Jawa, seperti Mr Raden Pandji Singgih dan KRT Wedyodi. (1)

Baca: Heboh Diakui Milik Singapura, Inilah Perusahaan Pemegang Saham Go-Jek

  • Karier #


Ketika tinggal di Solo, Amir Hamzah berteman dengan Armijn Pane dan Achdiat K Mihardja.

Di waktu ini pula Amir Hamzah memulai karier kepenyairannya.

Di Solo, ia menulis beberapa sajak pertamanya.

Kala itu sajaknya yang berjudul Mabuk dan Sunyi dimuat dalma majalah Timbul, asuhan Sanusi Pane.

Pada tahun 1933, Amir Hmazah, Sutan Takdir ALisjahbana, dan Armijn Pane, mendirikan majalah Pujangga Baru.

Dikemudian hari, HB Jassin menilai masa ini sebagai awal berdirinya angkatan sastrawan Pujangga Baru.

Tercatat Amir Hamzah mewariskan 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa, dan 1 prosa terjemahan. (1)

Namun ada pula yang mengatakan bahwa Amir Hamzah menulis sajak ketika pertam akali melakukan perjalanan ke Jawa.

Sajak yang ia tulis lekat dengan tema cinta dan agama.

Seringkali, puisi-puisi itu mencerminkan konflik batin yang mendalam.

Dalam menulis, ia memilih diksi menggunakan bahasa Melayu dan Jawa.

Hal tersebut memperluas struktur tradisional dalam sajak Amir Hamzah.

Karya awalnya berhubungan dengan rasa rindu dan cinta.

Selanjutnya, puisi yang ia tulis lebih lekat dengan makna religius.

Atas karya-kaya yang telah dituangkan, Amir Hamzah mendapat julukan Raja Penyair Zaman Pujangga Baru. (2)

PAHLAWAN NASIONAL - Amir Hamzah
PAHLAWAN NASIONAL - Amir Hamzah (pemkomedan.go.id)

Baca: Mark Lee

  • Pulang ke Langkat #


Pada 1937, Amir Hamzah naik kapal Opten Noort dari Tanjung Priuk untuk kembali ke Sumatra.

Hal itu karena Belanda khawatir terhadap kecenderungan nasionalisme Amir Hamzah.

Kemudian Belanda meyakinkan Sultan Langkat untuk meminta Amir Hamzah kembali pulang.

Kala itu, ia berangkat dari Jakarta bersama dua pengikut Sultan Langkat yang ditugaskan untuk mengawal.

Setelah tiba di Langkat, Amir Hamzah diberi tahu bahwa ia akan menikah dengan Tengku Putri Kamiliah, putri tertua Sultan Langkat.

Sebelum pernikahan, Amir Hamzah kembali ke Batavia untuk menghadapi ujian terakhir.

Dalam kesempatan ini, ia mengatur waktu agar dapat menjumpai Soendari untuk yang terkahir kali.

Beberapa minggu kemudian, Amir kembali ke Langkat untuk melangsungkan pesta pernikahan.

Sebagai pangeran, ia kemudian menjabat sebagai pejabat keraton.

Ia menangani masalah administrasi, hukum, dan terkadang juga turut mengadili kasus pidana.

Meskipun Amir Hamzah hanya sedikit melakukan korespondensi dengan teman-teman di Jawa, puisi-puisinya terus diterbitkan dalam Poedjangga Baroe.

Sastra Melayu Lama dan Raja-Rajanya diterbitkan di Medan tahun 1942.

Terbitan terakhir ini didasarkan pada pidato Amir Hamzah yang disampaikan lewat radio.

Ketika Belanda bersiap menghadapi Jepang pada 1940, ia diminta untuk merekrut rakyat sebagai prajurit.

Ketika invasi Jepang terjadi pada 1942, Amir dikirim sebagai tentara ke Medan.

Kemudian ia tertangkap dan ditawan sebagai tahanan perang.

Pada tahun 1943, Amir Hamzah dibebaskan karena pengaruh dari Sultan Langkat.

Setelah masa kemerdekaan, Teuku Muhammad Hasan, Gubernur Sumatra, mengangkat Amir Hamzah sebagai wakil pemerintah Republik Indonesia di Langkat, menempati kantor di Binjai.

Sekarang, jabatan ini setara dengan Bupati. (2)

Baca: FILM - Jenderal Soedirman (2015)

  • Meninggal #


Pada awal tahun 1946 tersebar rumor bahwa Amir Hamzah telah bersantap dengan perwakilan pemerintah Belanda.

Kala itu, para bangsawan sudah menyadari benih kerusuhan di tengah rakyat Langkat.

Pada tanggal 7 Maret 1946, sebuah kelompok yang ebrnama Pemuda Sosialis Indonesia dengan kukuh menentang feodalisme kaum bangsawan.

Merea melucuti kekuasaan Amir Hamzah dan kemudian menangkapnya.

Pada peristiwa ini, Kamiliah dan Tahoera berhasil lolos.

Bersama dengan anggota Keraton Langkat yang lain, Amir dikirim ke perkebunan di wilayah Kwala Begumit.

Ada kesaksian yang menyatakan bahwa mereka dipaksa untuk menggali lubang dan disiksa.

Pada 20 Maret 1946, Amir Hamzah dan 26 tahanan lainnya tewas.

Mereka dimakamkan di kuburan masal yang sebelumnya digali mereka sendiri.

Beberapa waktu kemudian tim yang dipimpin oleh Adnan Kapau Gani berhasil melumpuhkan gerakan kelompok ini.

Pada tahun 1948, makam di Kwala Begumit digali.

Amir Hamzah berhasil diidentifikasi oleh keluarga karena gigi palsu yang hilang.

Pada November 1949, Jenazah Amir Hamzah dikuburkan di Masjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat.

Atas jasa-jasanya, Amir Hamzah diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden Nomor 106/tahun 1975, 3 November 1975. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera
Nama Akrab Amir Hamzah
Lahir Tanjung Pura, Langkat, 28 Februari 1911
Dikenal Sebagai Penyair, Pahlawan Nasional
Istri Kamiliah
Anak Tahoera
Wafat 20 Maret 1946


Sumber :


1. initu.id
2. id.wikipedia.org


Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved