17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Sri Sultan Hamengku Buwono I

Sri Sultan Hamengku Buwono I merupakan Pahlawan Nasional sekaligus raja pertama Keraton Yogyakarta


zoom-inlihat foto
sultan-hamengku-buwono-i.jpg
kratonjogja.id
Lukisan potret PAHLAWAN NASIONAL Sri Sultan Hamengku Buwono I

Sri Sultan Hamengku Buwono I merupakan Pahlawan Nasional sekaligus raja pertama Keraton Yogyakarta




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono I dikenal juga dengan nama Pangeran Mangkubumi.

Ia lahir pada tanggal 5 Agustus 1717, dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Sujono.

Pangeran Mangkubumi merupakan putra dari Sunan Amangkurat IV dengan garwa selir yang bernama Mas Ayu Tejawati.

Sejak kecil Pangeran Mangkubumi dikenal cakap dalam oleh keprajuritan.

Ia pandai bermain kuda dan senjata.

Selain itu, Pangeran Mangkubumi juga dikenla taat beribadah.

Di samping itu, ia juga tetap menjaga tinggi nilai luhur budaya Jawa.

Ketika pamannya meninggal pada 27 November 1930, Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Pangeran Lurah.

Pangeran Lurah merupakan pangeran yang dituakan di antara putra raja yang lain.

Kelak, ia mennyandang nama "Mangkubumi", seperti pamannya yang sudah wafat.

Berkat nama inilah Sri Sultan Hamengku Buwono I muda dikenal dengan nama Pangeran Mangkubumi.

Ketaatan beribadah Pangeran Mangkubumi dikisahkan rinci dalam serat Cebolek.

Dalam serat tersebut digambarkan kebiasaan Pangeran Mangkubumi berpuasa Senin Kamis, sholat lima waktu, dan mengaji Al-Quran.

Dalam serat tersebut juga dijelaskan tentang kebiasaan mengembara dan melakukan pendekatan dengan masyarakat. (1)

PAHLAWAN NASIONAL Sri Sultan Hamengku Buwono I diabadikan dalma relief di komplek keraton
PAHLAWAN NASIONAL Sri Sultan Hamengku Buwono I diabadikan dalam relief di komplek keraton (kratonjogja.id)

  • Perjuangan #


Pada tahun 1740, pemberontakan merajalela di Mataram.

Beberapa pemberontakan tersebut adalah yang dilakukan Sunan Kuning hingga gerakan sporadis pangeran Sambernyawa.

Akibat gerkana ini, Keraton harus berpindah dari Kartasura ke Surakarta pada 17 Februari 1745.

Untuk memadamkan pemberontakan Sambernyawa, Susuhan Paku Buwono II, Raja Mataram kala itu, mengadakan sayembara.

Kelak, sayembara tersebut dimenangkan oleh Pangeran Mangkubumi.

Pangeran mangkubumi bermaksud mengendalikan pesisir utara Jawa untuk mengurangi pengaruh VOC.

Akan tetapi, usaha itu menemui jalan buntu.

Patih Pringgoloyo melakukan pengkhianatan dan didukung VOC.

Karena peristiwa ini, Pangeran Mangkubumi turun dari Istana dan memulai serangan terbuka terhadap VOC.

Kali ini, ia mendapat dukungan dari Pangeran Sambernyawa.

Keduanya berhasil membebaskan beberapa daerah dari pendudukan VOC.

Pada akhir tahun 1749, kondisi kesehatan Paku Buwono II semakin menurun.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak Belanda.

Muncuk sebuah traktat yang berisi penyerahan Kerajaan Mataram sepenuhnya kepada VOC, 17 Desember 1749.

Selang beberapa hari, Paku Buwono II wafat dan digantikan putranya, Paku Buwono III.

Mnegetahui perjanian dengan VOC tersebut, Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Sambernyawa semakin giat bertempur.

Mereka berhasil mendesak garis depan VOC sehingga banyak prajurit mereka yang gugur.

Beberapa bulan kemudian hampir seluruh wilayah Mataram berada dalam kekuasaan Pangeran Mangkubumi. (1)

Relief yang menggambarkan perjuangan melawan Belanda
Relief yang menggambarkan perjuangan melawan Belanda (kratonjogja.id)

  • Penobatan sebagai Raja #


Baron van Hovendroff, Gubernur Jawa Utara, mengundurkan diri setelah gagal mengatasi perlawanan Pangeran Mangkubumi.

Gubernur Baron van Imhoff, Batavia, pun turut merasakan tekanan.

Hal itu menyebabkan ia jatuh sakit dan meninggal dunia.

Berikutnya, Jawa Utara dipimpin oleh Gubernur Nicholas Hartingh.

Nicholas Hartingh, yang dikenal fasih berbahasa jawa, menggunakan strategi dnegna mendekati Pangeran Mangkubumi.

Ia meminta bantuan Syekh Ibrahim atau Tuan Sarip Besar untuk menawarkan jalan perdamaian.

Selanjutnya, Nicholas Hartingh melakukan pertemuan dengan Pangeran Mangkubumi pada 23 September 1754.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang dikenal dengan Palihan Nagari.

Paku Buwono III menyepakati rancangan perjanjian itu pada 4 November 1754.

Kemudian rancangan tersebut dituangkan dalam perjanjian Giyanti.

Pernjanjian tersebut ditandatangai pihak terkait pada 13 Februari 1755.

Perjanjian tersebut sekaligus menjadi awal dimulainya Kasultanan Yogyakarta.

Pada Kamis Pon, 13 Maret 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja Ngayogyakarta Hadiningrat bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Babad Nitik Yogyakarta menyebutkan kepandaian Sri Sultan Hamengku Buwono I dalam ilmu tata kota dan arsitektur.

Arsitektur Keraton Yogyakarta speneuhnya dirancang oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Sri Sultan Hamengku Buwono I juga merupakan arsitek Keraton Surakarta.

Tata ruang, hiasan, hingga tumbuhan yang ditanam di lingkungan keraton memiliki nilai filosofi dan spiritula yang tinggi. (1)

Adapun ibu kota kerajaan yang dipilih sebelumnya merupakan Hutan Pabringan.

Dulu, di hutan tersebut ada pesangrrahan bernama Ngayogya.

Tempat tersebut digunakna sebagai tempat peristirahatan saat mengantar jenazah dari Surakarta ke Imogiri.

Sebab ini lah ibu kota kerajaan diberi nama Ngayogyakarta Hadiningrat, atau dikenal dengan Yogyakarta.

Semasa memerintah, Sri Sultan hamengku Buwono I berusaha agar VOC tidak ikut campur dalam urusan pemerintahan.

Sri Sultan juga pernah memperlambat keinginan Belanda untuk membangun sebuah benteng di lingkungan keraton Yogyakarta. (2)

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Hening Wasisto)

  • Wafat #


Sri Sultan Hamengku Buwono I wafat pada tanggal 24 Maret 1792.

Sri Sultan dimakamkna di Astana Kasuwargan, Pajimatan Imogiri. (1)

Perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono I dalam melawan VOC diwariskan kepada keturunannya.

Dikemudian hari, Keraton Yogyakarta memiliki andil besar dalam berdirinya Republik Indonesia dan berbagai usaha untuk mempertahankan kemerdekaan.

Atas segala jasa yang diberikan, Pemerintah Indonesia memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I pada 10 November 2006. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Lahir Bendara Raden Mas (BRM) Sujono
Nama Dewasa Pangeran Mangkubumi
Gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I
Lahir 5 Agustus 1717
Dikenal Sebagai Raja Pertama Keraton Yogyakarta
Meninggal 24 Maret 1792


Sumber :


1. www.kratonjogja.id
2. id.wikipedia.org


Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved