Kehidupan Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fatmawati merupakan putri dari pasangan Hasan Din dan Chadijah yang lahir pada tanggal 5 Februari 1923.
Ketika berusia enam tahun, Fatmawati dimasukkan ke Sekolah Gedang (Sekolah Rakyat) namun pada tahun 1930 dipindahkan ke sekolah berbahasa Belanda (HIS).
Ketika duduk di kelas tiga, Fatmawati dipindahkan lagi oleh ayahnya ke sekolah HIS Muhammadiyah dan sebagai akibatnya Hasan Din harus meninggalkan pekerjaannya di Borsumij.
Hasan Din menghadapi masalah ekonomi yang cukup berat dan untuk meringankan beban orang tuanya, Fatmawati membantu menjajakan kacang bawang yang digoreng oleh ibunya atau menunggui warung kecil di depan rumahnya.
Akhirnya keluarga Hasan Din pindah ke kota Palembang dan mencoba membuka usaha percetakan, sementara itu Fatmawati melanjutkan sekolah kelas 4 dan kelas 5 di HIS Muhammadiyah Palembang.
Suatu hari Fatmawati diajak oleh ayahnya untuk bersilaturahmi dengan seorang tokoh pergerakan Ir. Soekarno.
Fatmawati kemudian menikah dengan Ir. Soekarno di usia 20 tahun. (1)
Perjuangan #
Fatmawati merupakan istri dari Ir. Soekarno.
Fatmawati mempelopori gerakan yang berkembang untuk mereformasi hak-hak perempuan di Indonesia dan bagian dari ini adalah untuk mereformasi hukum pernikahan.
Fatmawati pada awalnya tidak mendukung reformasi undang-undang ini sampai dia mengetahui tentang niat suaminya untuk menikah lagi.
Terlebih lagi, kali ini Sukarno telah memutuskan bahwa dia tidak ingin menceraikan Fatmawati tetapi berniat memiliki dua istri.
Fatmawati keberatan ketika suaminya mengambil Hartini, istri barunya, menurut hukum Islam.
Sukarno menikah dengan wanita lain dari Jawa pada tahun 1953 dan Fatmawati pindah dari istana kepresidenan dan tinggal secara terpisah di Jakarta.
Sebagai bagian dari penyelesaian, Fatmawati diizinkan untuk mempertahankan gelar Ibu Negara.
Perkembangan ini merupakan pukulan besar bagi gerakan perempuan yang sedang tumbuh.
Fatmawati memutuskan bahwa dia akan menceraikan Presiden, tetapi dia tidak dapat menemukan seorang pemimpin agama yang bersedia menentang kehendak Sukarno.
Organisasi perempuan menghibur dan menasehati Fatmawati dan mereka mencoba mendorongnya untuk kembali ke istana dan membangun kembali hak-haknya.
Sukarno sendiri merasa terganggu dengan perkembangan ini meskipun istri barunya memahami kemarahan Fatmawati. (2)
Keluarga #
Fatmawati menikah dengan Soekarno ketika berusia 20 tahun pada bulan Juli 1942.
Seusai pernikahan, Fatmawati meninggalkan kota Bengkulu dengan diiringi kedua orang tuanya menuju kota Jakarta.
Hubungan Fatmawati dengan suaminya sangat harmonis.
Tahun 1944 Fatmawati melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Muhammad Guntur Soekarno Putra.
Fatmawati juga mendampingi Bung Karno ketika hijrah ke Yogyakarta dan kemudian melahirkan anak kedua yang diberi nama Megawati Soekarno Putri.
Kelahiran anak keduanya ini tepat pada saat beduk adzan Maghrib berbunyi pada tanggal 23 Januari 1946 dan ditandai dengan turunnya hujan yang sangat lebat disertai bunyi halilintar.
Pada tanggal 27 September 1951 Fatmawati melahirkan anak perempuan lagi yang diberi nama Dyah Permana Rachmawati.
Menyusul kemudian anak keempat yang diberi nama Dyah Mutiara Sukmawati.
Keinginan Fatmawati memiliki anak laki-laki lagi terkabul dengan lahirnya Muhammad Guntur Irianto Sukarno Putra pada 13 Januari 1953.
Setelah melahirkan Guntur, Soekarno meminta ijin untuk menikah lagi dengan Hartini dan Fatmawati meminta Soekarno untuk mengembalikannya lagi kepada orang tua serta menyelesaikan permasalahan secepatnya.
Fatmawati tetap berprinsip tidak menyetujui poligami yang menginjak martabat wanita dan ia memilih berpisah dengan suaminya. (1)
Proklamasi #
Fatmawati adalah istri ke-3 dari Presiden Soekarno, yang juga mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia tahun 2000.
Fatmawati merupakan penjahit Bendera Pusaka yang dikibarkan pada saat Proklamasi. (3)
Pada tanggal 17 Agustus 1945, banyaknya orang berkumpul di rumahnya dan memanggil Bung Karno agar segera keluar dari rumah dan mengambil tindakan.
Pagi itu juga, sekitar pukul sembilan bertempat di Pegangsaan Timur Jakarta, dibacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Setelah pembacaan Proklamasi, situasi Jakarta semakin gawat sehingga pada tanggal 19 September, Bung Karno berpidato yang dihadiri ribuan rakyat di lapangan Ikada Jakarta. (1)
Wafat #
Fatmawati meninggal karena serangan jantung pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam perjalanan kembali ke Jakarta dari umroh di Mekah.
Fatmawati dimakamkan di Pemakaman Karet Bivak, Jakarta Pusat. (4)
Pendiri Rumah Sakit #
Rumah Sakit Fatmawati adalah gagasan pembangunan berasal dari Fatmawati.
Fatmawati berniat mendirikan Rumah Sakit Tuberkulosis Bayi untuk merawat dan merehabilitasi anak-anak yang menderita TBC.
Untuk merealisasikan idenya, pada tahun 1953 Fatmawati mendirikan Yayasan Ibu Soekarno, dan dirinya melakukan mengumpulan dana untuk pendirian gedung rumah sakit.
Dengan dana plus dukungan keuangan dari Kementerian Sosial pada 24 Oktober1954, pendirian rumah sakit tuberkulosis dimulai dengan menggunakan nama Rumah Sakit Ibu Soekarno.
Batu pertama diletakkan oleh Ny. Fatmawati Soekarno. Namun, karena yayasan menderita kekurangan dana, pendirian bangunan dihentikan. P
ada 12 Desember1958 pembangunan diambil alih oleh Departemen Kesehatan dengan persetujuan dari Departemen Sosial.
Pada awal 1967 nama ‘Mrs. Rumah Sakit Umum Soekarno 'diubah menjadi' Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati 'dan ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Jakarta Selatan. (4)
(Tribunnewswiki.com/Wiene)
| Info Pribadi |
|---|
| Nama | Fatmawati Soekarno |
|---|
| Jabatan | Ibu Negara Indonesia ke-1 |
|---|
| Masa Jabatan | 17 Agustus 1945 – 12 Maret 1967 |
|---|
| Lahir | 5 Februari 1923 |
|---|
| Wafat | 14 Mei 1980 |
|---|
| Pasangan | Ir. Soekarno |
|---|
Sumber :
1. web.archive.org
2. en.wikipedia.org
3. cewekbanget.grid.id
4. www.gfmer.ch