17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Alimin bin Prawirodirdjo

Alimin bin Prawirodirdjo merupakan seorang pahlawan nasional yang lahir di Surakarta pada 1889. Tidak banyak informasi tentang kehidupan pribadi Alimin, bahkan tanggal lahir pastinya belum diketahui. Sejak masih muda, Alimin sudah aktif dalam berbagai pergerakan nasional.


zoom-inlihat foto
alimin.jpg
(Hariansejarah.id)
Alimin Alimin menghadiri dan berbicara di sidang KNIP di Malang.

Alimin bin Prawirodirdjo merupakan seorang pahlawan nasional yang lahir di Surakarta pada 1889. Tidak banyak informasi tentang kehidupan pribadi Alimin, bahkan tanggal lahir pastinya belum diketahui. Sejak masih muda, Alimin sudah aktif dalam berbagai pergerakan nasional.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Alimin bin Prawirodirdjo merupakan seorang pahlawan nasional yang lahir di Surakarta pada 1889.

Tidak banyak informasi tentang kehidupan pribadi Alimin, bahkan tanggal lahir pastinya belum diketahui.

Sejak masih muda, Alimin sudah aktif dalam berbagai pergerakan nasional.

Alimin pernah aktif sebagai anggota Budi Utomo, Sarekat Islam, Insulinde, hingga akhirnya ia menjadi pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Alimin ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan Keppres No 163 tahun 1964 oleh Presiden Soekarno pada 26 Agustus 1964.

Alimin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata di Jakarta Selatan. (1)

Alimin1
Alimin (Wikipedia)

  • Kehidupan Pribadi #


Seperti yang sudah disinggung di atas, Alimin bin Prawirodirdjo lahir di Surakarta pada 1889 dari keluarga miskin.

Alimin kemudian dijadikan sebagai anak angkat oleh GAJ Hazeu, dan disekolahkan di sekolah Eropa di Jakarta.

GAJ Hazeu menginginkan Alimin untuk menjadi seorang pegawai negeri pemerintahan, namun Alimin justru memilih untuk terjun ke dunia politik dan menjadi jurnalis.

Alimin menikah dengan seorang perempuan bernama Hajjah Mariah.

Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai dua orang anak yang dinamai Tjipto dan Lilo. (2)

Alimin meninggal pada usia 75 tahun pada 26 Juni 1964 di Jakarta.

Dua hari kemudian, Alimin diangkat sebagai pahlawan nasional. (3)

Alimin2
Alimin menghadiri dan berbicara di sidang KNIP di Malang. (Hariansejarah.id)

  • Riwayat Karier #


Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Alimin merupakan pahlawan nasional yang sudah aktif di berbagai pergerakan sejak masih muda.

Alimin pernah menjadi anggota Budi Utomo, bahkan sebelumnya ia juga aktif di partai politik Indonesia pertama, Insulinde yang didirikan oleh Ernest Douwes Dekker pada 1905.

Tidak hanya itu, Alimin juga menjadi pendiri Sarekat Pegawai Pelabuhan dan Lautan yang sekarang bernama Serikat Buruh Pelabuhan.

Di Sarekat Islam (SI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada 1915, Alimin juga menjadi tokoh yang berpengaruh.

Sebagai satu-satunya gerakan masa yang terkuat, SI menjadi target operasi Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) untuk menguasai massa dan menyebarkan faham marxisme dalam politik Indonesia.

Terlebih setelah kemenangan Revolusi Oktober di Rusia pada 1917.

Pada 23 Mei 1920, ISDV bertransformasi menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), Alimin tergabung dalam SI Merah yang berasas sosialis-komunis saat SI pecah menjadi dua, yakni SI Putih di bawah HOS Tjokroaminoto yang berhaluan kanan berpusat di Yogyakarta dan SI Merah di bawah Semaoen yang berhaluan kiri dan berpusat di Semarang.

Alimin juga memperkuat PKI bersama Muso dalam kelompok Prambanan bersama tokoh terkemuka PKI lainnya seperti Semaoen dan Darsono.

Kelompok Prambanan ini kemudian mendeklarasikan rencana pemberontakan di Prambanan awal 1926.

Misi pemberontakan tersebut adalah menangkap dan membunuh pejabat pemerintahan baik pribumi maupun kulit putih serta merusak simbol rezim kolonial termasuk instalasi publik dan instalasi batu bara.

Awal 1926, sebagai pimpinan PKI, Alimin pergi ke Singapura untuk bertemu Tan Malaka dengan agenda persiapan pemberontakan.

12 November 1926, sebelum Alimin pulang ke Indonesia, pemberontakan di Jakarta sudah meletus disusul dengan tindakan kekerasan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain itu, pemberontakan di Sumatera Barat juga meletus pada 1 Januari 1927.

Sayangnya pemberontakan dapat dipatahkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Batavia.

Setelah itu, PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang, hingga 12 Januari 1927, ratusan bom dan senjata api disita, lebih dari 1.300 orang ditangkap dan dibuang ke luar Sumatera Barat, termauk Digul.

Ada juga yang dihukum gantung, sementara Alimin dan Musso ditangkap oleh polisi Inggris.

Setelah keluar dari penjara, Alimin kemudian pergi ke Moskow, Uni Soviet untuk bergabung dengan Komunis Internasional (Komintern).

Ia juga bertemu dengan Ho Chi Minh, pemimpin partai komunis Vietnam untuk melawan Amerika Serikat.

Ketika Jepang melakukan agresi terhadap China, Alimin juga ikut bergabung dalam barusan tentara merah di daerah basis perlawanan di Yenan.

Namun tidak lama, Alimin kemudian bertemu dengan Ho Chi Minh dan kemudian diajak ke Kanton atau Guangzhou.

Saat itu, Alimin terlibat secara illegal untuk mendidik kader-kader komunis di Vietnam, Laos, dan Kamboja untuk melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan dari kolonialisme Prancis.

Alimin baru pulang ke Indonesia pada 1946, setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan.

Alimin kembali bergabung dengan PKI yang saat itu ada di bawah pimpinan trisula Aidit, Njoto, dan Lukman.

Meski sudah tidak menjadi pimpinan partai, namun Alimin masih memiliki cukup banyak pengikut.

Pada masa pemerintahan kabinet PM Mr Sukiman, dilakukan “Razia Agustus 1951” dengan aksi penangkapan terhadap tokoh-tokoh PKI.

Alimin bersama DN Aidit, Lukman, Njoto, termasuk juga beberapa tokoh Masyumi seperti M Isa Anshary, KH Abdul Halim dan K Hassan ditangkap.

Razia dilakukan karena diduga mereka menjadi bagian dari gerakan DI/TII di Jawa Barat dan dianggap bertanggung jawab atas pemogokan para buruh yang menentang Peraturan Militer mengenai “anti mogok dan menuntut bonus lebaran”.

Kabinet Sukiman akhirnya jatuh dengan disetujuinya mosi dari Mr Djodi Gondokusumo oleh parlemen yang menolak Mutual Security Act (MSA).

Ketika terjadi pemogokan dan kerusuhan, Kabinet Sukiman mendapat bantuan dari militer dan Amerika Serikat.

Pada 1959, sebagai anggota konstituante, Alimin ikut dalam penetapan UU NKRI yang akhirnya dikembalikan ke UUD 1945 leawat Dekrit Presiden.

Dekrit tersebut dibacakan Ir Soekarno pada 5 Juli 1959 pukul 17.00 dalam upacara resmi di Istana Merdeka.

Ketika usianya semakin tua, Alimin ditunjuk sebagai Sekretaris Propaganda. (4)

Baca: D N Aidit

Baca: PAHLAWAN NASIONAL - Tan Malaka

 

Alimin3
Alimin (www.nu.or.id)

Di awal kariernya, Alimin juga pernah menjadi wartawan Djawa Moeda.

Sebagai kader SI, Alimin pernah tinggal di rumah kost milik HOS Tjokroaminoto.

Alimin juga pernah menjadi editor jurnal Modjopahit di Betawi.

Namun sumber lain ada yang mengatakan kalau Alimin meninggal pada 26 Juni 1964.

Alimin dianugerahi sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno melalui Surat Kepres Nomor 163 tahun 1964. (5)

Pada masa Orde Baru yang antikomunis, Alimin sempat diusulkan untuk dihapus dari daftar pahlawan nasional oleh Departemen Sosial yang menyelenggarakan seleksi pahlawan nasional.

Penghapusan itu sempat diajukan kepada Presiden Soeharto bersama dengan usulan pencabutan gelar pahlawan nasional Tan Malaka yang juga tokoh Komunis.

Namun Soeharto menyatakan bahwa pemberian gelar tersebut telah dilakukan oleh Presiden Soekarno dan tidak bisa dibatalkan.

Gelar pahlawan nasional memang tidak jadi dicabut, namun nama kedua tokoh itu dihapuskan dari pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah.

Dalam buku teks sejarah nama mereka tidak boleh disebut.

Menurut istilah seorang peneliti Departemen Sosial, Tan Malaka menjadi off the record dalam sejarah Orde Baru.

Baru setelah reformasi nama Tan Malaka ditampilkan kembali.

Muncullah karya baru atau buku-buku lama tentang atau oleh Tan Malaka yang pada masa Orde Baru sempat dilarang. (6)

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Info Pribadi
Nama Alimin bin Prawirodirdjo
Nama Lain Alimin
Lahir Surakarta, 1889
Meninggal Jakarta, 26 Juni 1964
Makam Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan  
Riwayat Pendidikan ELS Batavia  
Riwayat Organisasi Budi Utomo
Insulinde
Pendiri Serikat Buruh Pelabuhan (Sarekat Pegawai Pelabuhan dan Lautan)
Sarekat Islam
Partai Komunis Indonesia
Dewan Konstituante
Sekretaris Propaganda  
Keluarga
Ayah Prawirodirdjo
Pasangan Hajjah Mariah
Anak Tjipto, Lilo


Sumber :


1. pahlawancenter.com
2. tirto.id
3. www.merdeka.com
4. www.hariansejarah.id
5. tirto.id
6. historia.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved