Holokaus

Holocaust adalah persekusi dan pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi oleh rezim Nazi dan kolaboratornya secara sistematis, birokratis dan disponsori negara


zoom-inlihat foto
adolf-hitler-tokoh-utama-jerman-nazi-perang-dunia-ii-di-eropa-dan-holokaus.jpg
The Independent
Adolf Hitler, tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holokaus

Holocaust adalah persekusi dan pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi oleh rezim Nazi dan kolaboratornya secara sistematis, birokratis dan disponsori negara




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Holokaus adalah persekusi dan pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi oleh rezim Nazi dan kolaboratornya secara sistematis, birokratis dan disponsori negara.

Nazi naik ke tampuk kekuasaan di Jerman pada Januari 1933.

Mereka meyakini Jerman sebagai ras unggul.

Mereka mengklaim Yahudi sebagai ras inferior dan ancaman bagi apa yang dinamakan masyarakat rasial Jerman.

  • Etimologi #


Kata “Holokaus,” berasal dari bahasa Yunani, “holos” (utuh) dan “kaustos” (terbakar), secara historis digunakan untuk menggambarkan korban persembahan yang dibakar di atas altar.

Sejak tahun 1945, kata tersebut memiliki arti baru yang mengerikan, yaitu pembunuhan massal terhadap orang Yahudi di Eropa (serta anggota dari beberapa kelompok lain yang dianiaya, seperti Gipsi dan homoseksual) oleh rezim Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua.

Selama rezim Nazi berkuasa pada 1933 hingga 1945, Adolf Hitler gemar menyebarkan kebencian, menciptakan prasangka dan intoleransi terhadap orang Yahudi.

Adolf Hitler bersama anggota Nazi muda
Adolf Hitler bersama anggota Nazi muda (DW)

Hal tersebut pada akhirnya mengakibatkan kematian enam juta pria, wanita dan anak-anak Yahudi.

Sebagai orang yang anti-semitisme, Adolf Hitler memandang orang Yahudisebagai ras yang inferior.

 Yahudi merupakan ancaman semacam alien terhadap kemurnian ras dan komunitas Jerman

Selama bertahun-tahun orang-orang Yahudi secara konsisten dianiaya oleh Nazi.

Setelah itu dibuatlah sebuah rencana yang disebut dengan "solusi akhir". (1)

  • Sejarah #


Selama masa Holokaus berlangsung, pemerintah Jerman juga menjadikan kelompok-kelompok lain sebagai target karena mereka dianggap memiliki “ras inferior”: Orang Roma (Gipsi), penyandang cacat, dan sebagian bangsa Slavia (Polandia, Rusia, dan yang lainnya).

Kelompok lainnya dipersekusi karena alasan politis, ideologis, dan perilaku, di antaranya kaum Komunis, Sosialis, Kesaksian Yehova, serta kaum homoseksual.

Pada tahun 1933, populasi Yahudi di Eropa berjumlah lebih dari sembilan juta orang.

Kebanyakan kaum Yahudi Eropa tinggal di negara-negara yang akan diduduki atau dipengaruhi oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II.

Kamp Yahudi di masa Holokaus
Kamp Yahudi di masa Holokaus (DW)

Hingga tahun 1945, Jerman dan para kolaboratornya telah membantai hampir dua dari setiap tiga orang Yahudi Eropa sebagai bagian dari kebijakan Nazi "Solusi Akhir," untuk membantai kaum Yahudi Eropa.

Meskipun kaum Yahudi, yang oleh Nazi dianggap paling membahayakan Jerman, adalah target utama rasisme Nazi, korban lainnya juga termasuk sejumlah 200.000 orang Roma (Gipsi).

Sedikitnya 200.000 pasien sakit mental dan cacat fisik, terutama orang-orang Jerman yang tinggal dalam yayasan penampungan, dibantai dalam apa yang dinamakan Program Eutanasia.

Seiring meluasnya tirani Nazi ke seluruh Eropa, Jerman dan para kolaboratornya memersekusi dan membantai jutaan orang lainnya.

Antara dua hingga tiga juta tawanan perang Soviet dibantai atau mati karena kelaparan, penyakit, pengabaian, atau penganiayaan.

Jerman menjadikan kaum cendekiawan Polandia non-Yahudi sebagai target pembantaian, dan mendeportasi jutaan warga sipil Polandia dan Soviet untuk kerja paksa di Jerman atau di wilayah Polandia yang diduduki, di mana mereka bekerja dan kebanyakan tewas karena kondisi yang menyedihkan.

Di tahun-tahun awal rezim Nazi berkuasa, pemerintah Jerman memersekusi kaum homoseksual dan mereka yang perilakunya menyimpang dari norma sosial yang sudah ditetapkan.

Ribuan lawan politik (seperti kaum Komunis, Sosialis dan anggota serikat buruh), serta para disiden religi (seperti Kesaksian Yehova) menjadi target polisi Jerman.

Banyak dari mereka yang mati akibat penahanan dan penganiayaan. (2)

  • Perkembangan dan Eksekusi #


Pada tahun-tahun awal rezim Nazi berkuasa, pemerintah Sosialis Nasional membangun kamp konsentrasi untuk menahan para lawan politik maupun ideologis yang sesungguhnya ataupun yang dicurigai.

Pada tahun-tahun menjelang pecahnya perang, pejabat SS dan polisi semakin banyak menahan kaum Yahudi, orang Roma, serta korban kebencian etnis dan ras lainnya di dalam kamp ini.

Untuk mengumpulkan dan mengawasi penduduk Yahudi serta agar nantinya lebih mudah mendeportasi kaum Yahudi, Jerman dan para kolaboratornya membuat banyak ghetto, kamp transit, dan kamp pekerja paksa untuk kaum Yahudi selama tahun-tahun perang.

Pemerintah Jerman juga mendirikan banyak kamp kerja paksa, baik di tempat yang disebut Reich Jerman Raya maupun di wilayah yang diduduki Jerman, untuk pekerja paksa non-Yahudi yang akan mereka eksploitasi.

Menyusul invasi ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941, Einsatzgruppen (unit pembunuh keliling) dan, kemudian batalion militer dari petugas kepolisian, bergerak ke belakang garis tempur Jerman untuk melaksanakan operasi pembantaian massal terhadap kaum Yahudi, orang Roma, pejabat Partai Komunis dan pejabat negara Soviet.

Unit polisi dan SS Jerman, didukung oleh Wehrmacht dan SS Waffen, membantai lebih dari satu juta orang Yahudi laki-laki, wanita, dan anak-anak, serta ratusan ribu orang lainnya.

Antara tahun 1941 dan 1944, pemerintah Nazi Jerman mendeportasi jutaan orang Yahudi dari Jerman, dari wilayah pendudukan, dan dari banyak negara Poros sekutunya ke ghetto dan pusat pembantaian, sering disebut kamp pembantaian, di mana mereka dibantai dalam fasilitas gas yang dibuat secara khusus.

Anak-anak korban Holokaus
Anak-anak korban Holokaus (DW)

Kamp pembantaian untuk Yahudi mulai dibangun di Auschwitz, Dachau, Bergen-Belsen.

Kamp itu dilengkapi kamar gas dan tungku besar. Mereka menggunakan kamar gas untuk membunuh orang Yahudi.

Beberapa orang Yahudi dimasukkan ke dalam kamar gas, kemudian gas Zyklon-B, sebuah gas pestisida berbahan dasar asam hidrosianik, dialirkan.

Pada bulan-bulan menjelang berakhirnya perang, para petugas SS memindahkan para tahanan dengan kereta api atau dipaksa berjalan kaki, sering kali disebut “evakuasi maut,” sebagai upaya untuk mencegah pihak Sekutu membebaskan tahanan dalam jumlah besar.

Saat tentara Sekutu bergerak memasuki Eropa dalam sejumlah ofensif terhadap Jerman, mereka mulai menemukan dan membebaskan para tahanan kamp konsentrasi, serta para tahanan yang tengah berjalan kaki secara paksa dari satu kamp ke kamp lain.

Perjalanan ini terus berlanjut hingga tanggal 7 Mei 1945, hari di mana angkatan bersenjata Jerman menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.

Bagi Sekutu yang bergerak di bagian barat, Perang Dunia II secara resmi berakhir di Eropa pada hari berikutnya, tanggal 8 Mei (V-E Day atau Hari Kemenangan di Eropa), sementara Soviet mengumumkan “Hari Kemenangan”nya pada tanggal 9 Mei 1945.

Setelah Holokaus berakhir, banyak korban yang masih hidup berteduh dalam kamp orang terlantar yang dikelola oleh tentara Sekutu.

Antara tahun 1948 dan 1951, hampir 700.000 orang Yahudi beremigrasi ke Israel, termasuk 136.000 orang Yahudi terlantar dari Eropa.

Orang Yahudi terlantar lainnya beremigrasi ke Amerika Serikat dan negara lainnya.

Kamp orang terlantar terakhir ditutup pada tahun 1957.

Kejahatan yang dilakukan selama Holocaust menghancurkan sebagian besar komunitas Yahudi Eropa dan memusnahkan ratusan komunitas Yahudi dari seluruh wilayah Eropa timur yang diduduki. (2)

  • Pasca Holokaus #


Karena sebuah kebencian, Adolf Hitler berhasil memengaruhi Jerman untuk membenci Yahudi.

Melalui kata-kata, Hitler mengeksplorasi komunikasi verbal sehingga mampu menggiring pemikiran orang lain agar sepemahaman dengan dirinya.

Kini, Holokaus telah menjadi paradigma terhadap genosida yang lebih baru.

Di Bosnia terjadi genosida pada tahun 1995 oleh pasukan Serbia sebagai upaya pembersihan etnis.

Sedangkan di Rwanda, pada tahun 1994 terjadi pembantaian 800 ribu suku oleh sekelompok ekstremis.

Apapun yang menjadi alasan Holokaus, semuanya memiliki landasan yang sama, yaitu kebencian.

Dalam delapan belas bulan terakhir, Donald Trump telah menyebarkan kebenciannya terhadap golongan tertentu.

Tanpa pemikiran yang jelas untuk konsekuensinya, ia menyebarkan kebencian melalui media.

Ia menyuntikkan pidatonya dengan komentar rasis dan secara verbal menyerang siapa saja yang tidak setuju dengannya.

Sedangkan di Inggris, retorika kebencian telah merekrut ekstremis untuk kelompok-kelompok yang mengerikan seperti ISIS.

Ketakutan terhadap golongan tertentu menyebar melalui komunitas, menciptakan kecurigaan, ketidakpercayaan dan bahkan tidak beralasan.

Meskipun demikian, terbentuk juga gerakan untuk menghilangkan kebencian ini pada masyarakat kedua negara tersebut. (1)

  • Pengadilan Holokaus #


Pengadilan kejahatan perang paling terkenal setelah Perang Dunia II adalah pengadilan “besar” atas penjahat perang Jerman yang dilaksanakan di Nuremberg, Jerman.

Pejabat terkemuka rezim Nazi diadili di depan Mahkamah Militer Internasional (IMT) di Nuremberg, di hadapan hakim-hakim dari Inggris, Prancis, Uni Soviet, dan Amerika Serikat.

IMT mengadili 22 orang Jerman sebagai penjahat besar perang dengan dakwaan telah melakukan konspirasi, kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tetapi pengadilan Nuremberg tidak hanya sekadar mengadili para pejabat tinggi Nazi dalam pemerintahan, angkatan bersenjata, serta dalam perekonomian.

Peninggalannya yang masih abadi di antaranya pengumpulan catatan publik yang disengaja mengenai kejahatan yang mengerikan, termasuk catatan mengenai Holokaus yang dilakukan oleh Jerman dan kolaboratornya selama Perang Dunia II.

Dalam pengadilan di Nuremberg ini, penuntut dari Amerika menetapkan bahwa bukti terkuat atas kejahatan perang oleh Nazi adalah catatan yang ditinggalkan pemerintah Nazi Jerman sendiri.

Mereka ingin mendakwa Nazi sebagai penjahat perang dengan kata-kata mereka sendiri.

Meskipun Jerman menghancurkan sebagian catatan historis pada akhir masa perang dan sebagian catatan Jerman hancur akibat dibomnya kota-kota Jerman oleh Sekutu, tentara Sekutu merampas jutaan dokumen saat menaklukkan Jerman tahun 1945.

Para penuntut dari pihak sekutu menyerahkan sekitar 3.000 ton catatan dalam pengadilan Nuremberg.

Lebih dari satu dasawarsa kemudian, mulai tahun 1958, Arsip Nasional Amerika Serikat, bekerja sama dengan Asosiasi Sejarah Amerika, menerbitkan 62 volume sarana penemuan arsip untuk catatan-catatan yang dirampas oleh militer A.S. menjelang perang berakhir. Lebih dari 30 volume selanjutnya diterbitkan sebelum akhir abad ke-20.

Tentara A.S. banyak melakukan penemuan penting atas catatan dan harta rampasan perang Nazi, di antaranya emas, uang, karya seni, dan dokumentasi yang ditemukan pada tanggal 7 April 1945 oleh para insinyur Divisi Infanteri ke-90 A.S. di pertambangan Garam Kaiseroda di kota Merkers, Jerman.

Jutaan dokumen diambil dari berbagai lokasi, seperti catatan Komando Tinggi Tentara Jerman; berkas-berkas dari Krupp, Henschel, dan perusahaan industri Jerman lainnya; barang-barang uftwaffe (Angkata Udara Jerman); dan catatan yang disimpan oleh Heinrich Himmler (Kepala Polisi Jerman dan pimpinan SS Reich), Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman, dan masih banyak lagi lainnya.

Meskipun ketika berkas-berkas di kantor pusat sudah dihancurkan, pihak Sekutu berhasil juga merekonstruksi kejadian-kejadian dan operasi berdasarkan catatan-catatan yang mereka amankan.

Misalnya, catatan dari Kantor Pusat Keamanan Jerman (RSHA) yang telah dibakar di bawah tanah kantor pusat wilayahnya di kota Praha tetapi banyak salinan catatan RSHA yang berhasil ditemukan dan dikumpulkan dari berkas-berkas kantor Gestapo (polisi rahasia negara) di seluruh Jerman.

Di dalam dokumen-dokumen Jerman yang dirampas terdapat catatan tentang kebijakan dan tindakan yang dilakukan Nazi.

Pasukan Nazi
Pasukan Nazi (Holocaust Encyclopedia)

Baik Protokol Konferensi Wannsee, yang mencatat kerja sama antar berbagai badan negara Jerman dalam Holokaus yang dipimpin SS, maupun Laporan Einsatzgruppen, yang mencatat perkembangan unit pembunuh keliling yang ditugaskan antara lain untuk membantai kaum sipil Yahudi selama invasi Uni Soviet pada tahun 1941, merupakan sebagian dari dokumen yang terkait erat dengan Holokaus yang diajukan dalam pengadilan Nuremberg.

Selama pengadilan Nuremberg, film yang dibuat Nazi Jerman tentang diri mereka sendiri juga berubah menjadi bukti kejahatannya.

Sejak kemunculan pertama Partai Nazi di tahun 1920an, lewat invasi militer Perang Dunia II dan foto-foto eksplisit aksi-aksi kebiadaban, para fotografer Jerman dan kru kamera mereka (sering kali dengan kepongahan) apa yang telah mereka capai dalam mewujudkan ideologinya.

Menjelang akhir perang, tim militer Sekutu bekerja tanpa kenal lelah untuk mencari, mengumpulkan, dan mengelompokkan foto-foto dan rekaman film ini.

Selain film dan foto resmi yang diproduksi atas perintah pemerintah Nazi, tentara dan polisi Jerman juga banyak memotret dan membuat potongan film operasi Jerman terhadap kaum Yahudi dan warga sipil lainnya.

Mereka mendokumentasikan penghinaan publik terhadap kaum Yahudi, pendeportasian, pembantaian massal, dan pengurungan mereka di kamp-kamp konsentrasi.

Di Nuremberg, ini menjadi bukti visual yang kuat atas kejahatan perang Nazi.

Misalnya, penuntut dari pihak Sekutu menyerahkan apa yang disebut “Laporan Stroop,” yang berisi di antaranya lampiran album foto yang diambil atas perintah Pimpinan SS dan Polisi Jürgen Stroop untuk mendokumentasikan penumpasan yang dilakukannya terhadap pemberontakan ghetto Warsawa pada musim semi tahun 1943.

Menurut perhitungan Stroop sendiri, tentaranya menangkap lebih dari 55.000 orang Yahudi dan membantai sedikitnya 7.000 dari jumlah tersebut, serta mengirim 7.000 lebih ke pusat pembantaian Treblinka.

Dokumentasi visual selanjutnya datang dari Korps Sinyal Tentara A.S. yang memotret dan merekam operasi Amerika dalam Perang Dunia II, juga memainkan peran penting dalam mendokumentasikan bukti kekejaman Nazi dan Holokaus.

Banyak foto dan film tentang kamp konsentrasi Nazi yang baru dibebaskan diambil oleh fotografer Tentara seperti Arnold E. Samuelson dan J Malan Heslop.

Gambar-gambar tersebut kemudian disalurkan ke kantor berita di Amerika Serikat dan negara lain, yang akhirnya menyampaikan kepada dunia informasi tentang horor Nazi dan kondisi mengenaskan para tahanan kamp konsentrasi.

Pada tanggal 29 November 1945, dakwaan IMT menghadirkan film berdurasi satu jam dengan judul "Kamp Konsentrasi Nazi."

Ketika lampu dinyalakan kembali di Gedung Pengadilan Nuremberg tersebut, semua orang duduk terdiam.

Dampak kemanusiaan dari bukti visual ini merupakan titik balik dalam pengadilan Nuremberg.

Inilah yang membawa Holokaus ke ruang pengadilan.

Kesaksian para saksi mata baik dari para pelaku maupun korban menjadi landasan untuk semua yang kita ketahui mengenai Holokaus, termasuk rincian mengenai mesin kematian Auschwitz, kekejian yang dilakukan oleh Einsatzgruppen serta unit polisi dan SS lainnya, penghancuran ghetto Warsawa, dan statistik awal dengan taksiran enam juta jiwa orang Yahudi mati terbantai.

Banyak orang yang terlibat langsung dalam program pembantaian ini meninggal dunia sebelum perang berakhir, tetapi pihak Sekutu banyak menginterogasi mereka yang masih hidup sebagai persiapan untuk pengadilan.

Tidak seorang pun dari para terdakwa yang mengingkari kejadian Holokaus.

Kebanyakan mereka hanya berusaha melepaskan dirii dari tanggung jawab pembantaian.

Tiga pelaku utama memberi bukti yang terkait langsung dengan Holokaus.

Hermann Goering, pejabat tertinggi pemerintahan Nazi yang diadili di Nuremberg, memberikan kesaksian secara terbuka dan terang-terangan tentang persekusi terhadap kaum Yahudi Jerman sejak partai Nazi mulai berkuasa pada tahun 1933, hingga pecahnya perang pada tahun 1939;

Otto Ohlendorf memberi kesaksian langsung tentang unitnya, Einsatzgruppe D, yang membantai 90.000 orang Yahudi di selatan Ukraina pada tahun 1941; dan komandan Auschwitz, Rudolf Hoess, memberi kesaksian secara terang-terangan tentang pembantaian dengan gas terhadap lebih dari satu juta orang Yahudi di pusat pembantaian Auschwitz-Birkenau selama masa perang.

Ketiga orang ini mengaku bahwa mereka melaksanakan perintah resmi dari negara.

Meskipun kesaksian para pelaku ini sering membuat merinding dengan keterus-terangannya mengenai program pembantaian, kesaksian dari mereka yang selamat, pada saat itu maupun sekarang, sering dijadikan bantahan terbaik terhadap pengingkaran Holokaus.

Mereka yang selamat dalam Holokaus mengalami langsung hidup dalam kebijakan genosida Nazi.

Kesaksian mereka bersifat pribadi, langsung, dan, karena itu, meyakinkan.

Para korban yang selamat seperti Marie-Claude Vaillant-Couturier yang memberi kesaksian di pengadilan Nuremberg mengenai pengalamannya di Auschwitz, dan Elie Wiesel, yang setelah perang, menulis buku Malam mengenai pendeportasiannya dari wilayah Transylvania yang diduduki Hongaria ke Auschwitz pada tahun 1944, dengan sisi-sisi kemanusiaannya.

Kesaksian mereka ini menggambarkan bagaimana rasanya menjadi target genosida.

Gabungan dari kesemua ini, dokumen, foto, film, serta kesaksian dari para pelaku dan korban yang selamat dalam sidang-sidang pengadilan pasca-perang menjadi dokumentasi yang nyata dan tak terbantahkan mengenai Holokaus. (4)

  • Hari Peringatan Holokaus #


Sejumlah upacara berlangsung di Jerman dan berbagai negara lain di seluruh dunia untuk menandai Hari Peringatan Holokaus Internasional.

Seperti diketahui, kamp konsentrasi di Auschwitz dibebaskan oleh pasukan Soviet pada tanggal 27 Januari 1945.

Pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz  oleh Tentara Merah Uni Sovyet itu menandai awal berakhirnya rezim Nazi yang sadis dan brutal.

Kamp tahanan maut itu hingga diserbu serdadu Uni Sovyet mencatat kisah kelam, tewasnya 1,5 juta tahanan kebanyakan warga Yahudi Eropa.

Auschwitz adalah simbol paling kejam dan brutal dari aksi pembantaian yang disebut Holokaus yang membunuh sekitar 5,6 juta Yahudi di seluruh Eropa.

Yang paling mengerikan dari kamp Auschwitz adalah kamar gasnya.

Ratusan ribu tahanan dikirim ke kamar gas untuk dibunuh dan jasadnya dikremasi.

Sekitar 200.000 tahanan Yahudi lainnya tewas akibat kerja paksa, percobaan kedokteran, kelaparan, penyiksaan dan penyakit yang mereka derita.

Bekas kamp konsentrasi Auschwitz yang dulu masuk wilayah kekaisaran ketiga Jerman kini termasuk kawasan kota Oswiecim di Polandia.

Kompleks tahanan kerja paksa dan pemusnahan etnis itu dibangun tahun 1940 dan diperluas lagi tahun 1941 dengan kamp Auschwitz-Birkenau.

Di sini dibangun 6 kamar gas dan 4 krematorium.

Sejak tahun 1996, Jerman mengingat korban Holokaus pada tanggal  27 Januari, yang bertepatan dengan tanggal pembebasan kamp kematian Nazi di Auschwitz oleh pasukan Soviet.

Pada tahun 2005, PBB meratifikasi resolusi yang menandai 27 Januari sebagai hari peringatan Holokaus di seluruh dunia. (3)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi Holokaus
Deskripsi Genosida orang Yahudi Eropa
Lokasi Jerman Nazi dan Eropa yang diduduki Jerman
Periode 1941–1945
Jenis Serangan Genosida, Pembersihan Etnis
Korban Sekitar 6 juta orang Yahudi
Pelaku Nazi Jerman
Motif Anti Semit


Sumber :


1. nationalgeographic.grid.id
2. encyclopedia.ushmm.org
3. www.dw.com
4. encyclopedia.ushmm.org


Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved