Vincent Willem van Gogh

Vincent Willem van Gogh atau dikenal dengan van Gogh merupakan salah seorang pelukis Pasca-Impresionisme terhebat yang berasal dari Belanda.


Melia Istighfaroh

Vincent Willem van Gogh
Biography
Vincent van Gogh 

Vincent Willem van Gogh atau dikenal dengan van Gogh merupakan salah seorang pelukis Pasca-Impresionisme terhebat yang berasal dari Belanda.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Vincent Willem van Gogh atau dikenal dengan van Gogh merupakan salah seorang pelukis Pasca-Impresionisme terhebat yang berasal dari Belanda.

Sepanjang hidupnya, van Gogh telah menciptakan sekitar 2.100 karya seni.

Termasuk di antaranya 860 lukisan menggunakan cat minyak.

Beberapa lukisan van Gogh yang terkenal adalah Sunflowers, The Starry Night, Sorrow, maupun The Potato Eaters.

Karya-karya van Gogh memberikan pengaruh pada awal abad ke-20.

Van Gogh juga dianggap sebagai pioner aliran Ekspresionisme. (1)

Vincent van Gogh terkenal karena melukis di luar konteks fisik dan emosional melalui marka kuasnya yang meliuk-liuk.

Sayangnya, Vincent van Gogh semasa hidupnya tidak mendapatkan apresiasi yang sebagaimana mestinya hingga ia meninggal dunia.

Jatuh miskin karena gagal menjual karya seninya dan menderita gangguan jiwa tidak membuat van Gogh untuk terus menelurkan mahakaryanya.

Meski tidak mendapat sepeserpun dari karyanya, van Gogh tetap melukis selama 10 tahun hingga akhir hayatnya. (2)

  • Kehidupan Pribadi


Bernama lengkap Vincent Willem van Gogh, dia lahir pada 30 Maret 1953 di Groot Zundert, Provinsi Brabant, Belanda.

Ayah Vincent van Gogh bernama Theodorus van Gogh, seorang pejabat gereja di Gereja Reformis Belanda.

Sementara sang ibu, Anna Cornelia Carbentus adalah seorang seniman. (3)

Vincent van Gogh adalah sulung dari enam bersaudara.

Dia merupakan orang yang muram, gelisah, dan temperamental, namun berpengetahuan yang luas.

Hal tersebut terlihat di 700 sirat yang ia kirimkan kepada saudara yang paling ia sayangi, Theo yang juga manajernya.

Surat-surat itu kemudian diterbitkan pada 1911 sebagai catatan kehidupan van Gogh.

Vincent Van gogh didiagnosa menderita epilepsi yang cukup parah.

Diagnosa tersebut dibuat oleh dua orang dokter berbeda yang merawatnya.

Van Gogh juga pernah memotong telinganya sendiri.

Pada akhir hidupnya, ia merasa dirinya menjadi gila dan akhirnya menghabiskan sisa hidup di RS Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis.

Di rumah sakit, van Gogh tetap melukis.

Sumber lain tentang kematian van Gogh mengatakan bahwa adiknya akhirnya mengirimnya ke rumah sakit jiwa untuk beristirahat.

Van Gogh merasa tenang di tempat itu dan mulai melukis lagi.

Akhirnya ia keluar dan tinggal di sebuah pondokan.

Depresinya yang belum hilang total membuatnya menembak dirinya sendiri pada 27 Juli 1890.

Ia ditemukan oleh pemilik pondokannya di hutan, karena belum meninggal, adiknya pun dipanggil.

Dua hari kemudian Van Gogh meninggal dan dimakamkan di samping kakaknya.

Selama masa hidupnya, Vincent Van Gogh hanya menjual 1 lukisan, “Red Vineyard at Arles” (1889). (4)

Van Gogh bayi dan Ibunya. (www.vangoghmuseum.nl)
Van Gogh bayi dan Ibunya. (www.vangoghmuseum.nl) (www.vangoghmuseum.nl)

  • Riwayat Pendidikan


Vincent van Gogh kecil merupakan seorang anak yang serius dan bijaksana.

Van Gogh pernah menjalani homeschooling di bawah bimbingan ibunya dan seorang pengasuh.

Pada 1860, van Gogh masuk ke sekolah lokal sebelum ditempatkan di sekolah asrama empat tahun kemudian.

Di sana, Van Gogh merasa ditinggalkan sehingga berniat pulang.

Alih-alih dikabulkan, pada 1866 van Gogh jusrtru dimasukkan ke sekolah menengah di Tilburg.

Gairah serta ketertarikannya pada seni mulai menyeruak, saat masih kecil dia diminta ibunya untuk menggambar.

Gambar awalnya sangatlah ekspresif.

Dia kemudian diasah lebih mendalam di Tilburg di bawah asuhan Constant Cornelis Huijsmans, seniman terkenal di Paris, Perancis.

Filosofi Huijsmans adalah menolak segala bentuk impresi akan benda, utamanya pada alam atau obyek biasa.

Namun, filosofi itu nampaknya tidak disukai Van Gogh sehingga mata pelajaran itu sama sekali tidak masuk ke pikirannya.

Di usia 15 tahun, keluarga Van Gogh mulai mengalami kesulitan finansial sehingga dia terpaksa berhenti sekolah dan memutuskan bekerja. (5)

  • Riwayat Karier


Berhenti sekolah, pada usia 15 tahun van Gogh kemudian bekerja di toko penjualan barang seni milik pamannya, Goupil & Cie yang ada di Den Haag.

Pada saat itu, van Gogh muda telah menguasai dengan baik bahasa Jerman, Perancis, dan Inggris.

Setelah menyelesaikan pelatihan, pada 1873 van Gogh dipindahkan di cabang Goupil di Southampton Street, Inggris.

Di Inggris, Van Gogh merasakan kebahagiaan karena dia merupakan pegawai yang baik, dan menerima penghasilan lebih besar dari ayahnya.

Van Gogh begitu jatuh cinta dengan kebudayaan Inggris.

Saat ada waktu luang, van Gogh pergi mengunjungi galeri seni.

Ia menyukai karya Charles Dickens maupun George Eliot.

Kemudian van Gogh jatuh cinta dengan putri pemilik penginapannya, Eugenie Loyer.

Namun, Loyer menolak lamarannya.

Penolakan itu benar-benar membuat van Gogh hancur.

Dia kemudian membuang bukunya kecuali Alkitab, dan mendedikasikan hidupnya kepada Tuhan.

Tidak hanya itu, van Gogh juga mengatakan kepada pelanggan untuk tidak membeli "karya seni tak bernilai" yang membuatnya dipecat.

Di 1875, ayah dan pamannya sengaja mengirimkan van Gogh ke Paris yang membuatnya makin muak dengan isu seperti komodifikasi seni.

Dia kemudian dipecat pada 1876.

April 1876, van Gogh kembali ke Inggris dan bekerja tanpa upah sebagai guru pengganti di sekolah asrama kecil Ramsgate.

Ketika si pemilik sekolah pindah ke Isleworth, Van Gogh mengikutinya.

Namun, keputusannya tak memberikan dampak positif.

Dia kemudian mengajar di Sekolah Pria Metodis di mana saat itu, dia sudah benar-benar serius menyerahkan hidupnya kepada gereja.

Demi menjadi pendeta, van Gogh kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk di Sekolah Teologi Amsterdam.

Setelah setahun belajar dengan rajin, ganjalan terasa setelah dia menolak mengikuti ujian bahasa Latin.

Menurut van Gogh, bahasa itu merupakan "bahasa mati" bagi kaum miskin, sehingga konsekuensinya dia dinyatakan tidak diterima.

Kejadian yang sama juga berlangsung di Gereja Belgia.

Pada musim dingin 1878, van Gogh menjadi relawan di pertambangan batu bara miskin di kawasan selatan.

Di sana, van Gogh mengajar dan melayani orang sakit, serta membuat gambar para penambang dan keluarganya sehingga dia dijuluki "Yesus dari Tambang Batu Bara".

Namun caranya ternyata tak disukai Komite Injil yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya sehingga dia terpaksa mencari pekerjaan lain.

Pada musim gugur 1880, van Gogh kemudian pindah ke Brussels untuk mencoba peruntungannya sebagai seorang seniman.

Meski dia tidak pernah menerima pendidikan tentang seni, saudaranya Theo bersedia untuk menanggung biaya hidupnya.

Van Gogh kemudian belajar secara otodidak melalui buku seperti Travaux des champs dari Jean-François Millet maupun Cours de dessin karangan Charles Bargue.

Karya seni membantu mengendalikan kondisi emosional van Gogh. (6)

Van Gogh2
Lukisan van Gogh. (www.vangoghmuseum.nl)

Pada 1884, setelah pindah ke Nuenen, Belanda, van Gogh tak pernah berhenti berkarya dan terus bertekad untuk menjadi pelukis realisme seperti Millet.

Meskipun keahliannya sebagai pelukis makin terasah, kehidupan ekonominya masih saja belum mebaik.

Van Gogh sempat menuduh Theo tidak berusaha cukup keras untuk menjual lukisan-lukisannya.

Theo sendiri menjawabnya dengan alasan aliran lukis Vincent sudah kurang diminati, karena pada saat itu aliran Impresionislah yang sedang naik daun.

Kehidupannya yang masih tak kunjung membaik itu diperburuk dengan meninggalnya Ayah van Gogh karena stroke.

Van Gogh sempat mendaftarkan diri ke Akademi Seni Murni Antwerpen di Belgia dan bertemu seorang seniman yang memberikan pengaruh pada karya-karyanya, Peter Paul Ruben.

Namun lagi-lagi ia tidak begitu tertarik dengan kehidupan akademik dan memutuskan untuk pergi ke Paris. (7)

Pada 1885, van Gogh memulai pengerjaan karya pertamanya berjudul Potato Eaters.

Saat itu, Theo memutuskan untuk tinggal di Paris.

Van Gogh mengikutinya sehingga pada 1886, dia tinggal bersama saudaranya di sebuah apartemen.

Van Gogh kemudian mulai belajar bersama Henri de Toulouse-Lautrec, Camille Pissarro, serta para pelukis lain.

Untuk menghemat uang, mereka memutuskan tidak menyewa model, melainkan berpose bagi lukisan masing-masing.

Van Gogh sangat bersemangat, bahkan saking semangatnya, dia sering berdebat dengan pelukis lain sehingga membuat mereka jengah.

Van Gogh kemudian mulai menyukai seni Jepang dan berniat mempelajari filosofi Timur demi menyempurnakan seninya.

Namun, oleh Toulouse-Lautrec, dia mendapat saran untuk pergi ke sebuah desa bernama Arles di mana cahaya di sana mirip dengan di Jepang.

Februari 1888, van Gogh memutuskan naik kereta ke desa yang terletak di kawasan selatan Perancis tersebut.

Selama di sana, dia menghabiskan uangnya untuk membeli bahan-bahan lukisan daripada makanan maupun kebutuhan lain.

Pada Desember 1888, van Gogh merasa kondisinya memburuk, aneh, dan dia merasa sakit.

Diyakini saat itu kesehatan psikologisnya menurun.

Theo menjadi khawatir, dan kemudian menawarkan sejumlah uang kepada seniman Perancis, Paul Gauguin untuk mengunjungi van Gogh.

Selama sebulan, keduanya sering berdebat hingga suatu malam Gauguin memutuskan untuk keluar dari rumah.

Setelah pertengkaran mereka, van Gogh kembali ke kamarnya di mana dia merasa mendengar sesuatu sehingga memutuskan memotong telinga kirinya dengan pisau cukur.

Beberapa jam kemudian, van Gogh pergi ke rumah bordil di mana dia membayar wanita penghibur bernama Rachel.

Dengan tangan yang masih berlumuran darah, dia menawarkan telinganya kepada Rachel sambil berkata agar telinganya dijaga baik-baik.

Polisi kemudian menemukan van Gogh di kamarnya keesokan paginya, yang kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Hotel-Dieu.

Theo datang menjenguk Van Gogh saat Hari Raya Natal di mana dia menemukan kakaknya lemas karena kehilangan banyak darah.

Van Gogh dirawat hingga 7 Januari 1889.

Saat itu, dia merasa sangat sendiri dan depresi hingga memutuskan kembali melukis.

Namun melukis ternyata tidak memberikan kedamaian batin sehingga dia melukis pada siang hari, sebelum masuk rumah sakit malamnya.

Van Gogh kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa aint-Paul-de-Mausole setelah masyarakat di Arles menekan petisi bahwa dirinya sangat berbahaya.

8 Mei 1889, van Gogh kembali melukis di kebun rumah sakit.

Ia kemudian menerima undangan pameran di Brussels pada November 1889 dan mengirimkan enam buah lukisannya termasuk The Starry Night dan Irises.

Van Gogh meninggalkan rumah sakit jiwa pada Mei 1890 dan pindah ke Auvers-sur-Oise.

Van Gogh kemudian dirawat oleh dokter Paul Gachet yang juga seorang pelukis amatir dan telah merawat sejumlah seniman.

Pada 27 Juli 1890 di usia 37 tahun, van Gogh mencoba bunuh diri dengan cara menembak dadanya menggunakan revolver Lefaucheux 7mm.

Saat itu pelurunya tersangkut di tulang belakangnya.

Van Gogh sempat dirawat, namun tidak dilakukan operasi sehingga pelurunya tak dikeluarkan.

Van Gogh meninggal karena menderita infeksi di lukanya pada 29 Juli 1890 dengan kata terakhir "kesedihan bakal bertahan selamanya".

Dia dimakamkan di pemakaman lokal di Auvers-sur-Oise dengan dihadiri keluarga serta koleganya sesama seniman.

Kematian Van Gogh membuat kondisi Theo yang lemah karena menderita sifilis semakin memburuk hingga meninggal 25 Januari 1891. (8)

Van Gogh3
Starry Night, lukisan van Gogh.

  • Aliran van Gogh


Vincent van Gogh adalah seniman yang sangat produktif dan menghasilkan sekitar 1.200 lukisan selama masa hidupnya.

Lukisannya sendiri terdiri dari dua aliran utama dan banyak seri.

Seri-seri lukisan Vincent Van Gogh mencakup potret, potret diri, ladang gandum, bunga, pepohonan, pemandangan, dan sebagainya.

Aliran seni lukis Vincent Van Gogh yang paling dikenal adalah post-impressionism atau paska impresionisme atau Neo Impresionism tepatnya.

Ia adalah salah seorang pionir yang memberikan pengaruh pada banyak aliran lain yang menyusul, yaitu neo Impresionisme, fauvism, dan sebagainya.

Meskipun awal kariernya dimulai dengan mengusung aliran realisme. (9)

Van Gogh5
Van Gogh Museum pada 1873. (www.vangoghmuseum.nl)

Ciri dan Gagasan Aliran Post Imperssionism

  • Makna simbolis dan ekspresi pribadi sangat penting bagi Post-Impressionists seperti Paul Gauguin dan Vincent van Gogh. Mereka menolak menggambarkan dunia berdasarkan pengamatan yang hanya kasat mata saja. Mereka lebih melihat ke ingatan, dan ekspresi emosi mereka sendiri untuk terhubung dengan pemirsa pada tingkat yang lebih dalam.
  • Struktur, ketertiban, dan efek optis dari warna yang saling berderetan mendominasi visi estetika Post-Impresionis seperti Paul Cézanne, Georges Seurat, dan Paul Signac. Mereka mengandalkan keterkaitan warna dan bentuk untuk menggambarkan dunia di sekitar mereka.
  • Meskipun diselimuti oleh berbagai gaya individual yang berbeda, sebagian besar Post-Impresionis berfokus pada bentuk dan pola marka kuas abstrak dalam aplikasi cat ke permukaan kanvas. Kecenderungan awal mereka menuju abstraksi membuka jalan bagi eksplorasi abstrak modern yang terjadi pada awal abad ke-20. (10)

  • Karya


Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa karya van Gogh seoanjang hidupnya luar biasa banyak.

Namun dari sekian banyak karyanya itu, ada beberapa lukisannya yang paling populer, di antaranya adalah:

  • The Potatoe Easters (1885)
  • Bedroom in Arles (1888)
  • Café Terrace at Night (1888)
  • Red Vineyard at Arles (1888)
  • The Night Café (1888)
  • Sunset at Montmajour (1888)
  • Starry Night (1889)
  • Les Iris (1889)
  • SunFlowers (1889)
  • The Potrait of Doctor Gachet (1890) (11)

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Info Pribadi
Nama Vincent Willem van Gogh
Nickname van Gogh
Lahir Groot-Zundert, Provinsi Brabant, Belanda, 30 Maret 1853
Meninggal 29 Juli 1890
Tempat Pemakaman Auvers-sur-Oise Town Cemetery, Auvers-sur-Oise
Riwayat Karier Seniman, Pelukis periode Realisme, Pasca-impresionisme, Seni modern, Realism
Keluarga
Ayah Theodorus van Gogh
Ibu Anna Cornelia Carbentus


Sumber :


1. internasional.kompas.com
2. serupa.id
3. internasional.kompas.com
4. www.biografiku.com
5. internasional.kompas.com
6. internasional.kompas.com
7. serupa.id
8. internasional.kompas.com
9. serupa.id
10. serupa.id
11. blogasrulbja.blogspot.com


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Melia Istighfaroh




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved