Goenawan Soesatyo Mohamad

29 Juli: Goenawan Soesatyo Mohamad, jurnalis sekaligus sastrawan Indonesia


Goenawan Soesatyo Mohamad
Tribunnews.com/fahdi Fahlevi
Goenawan Mohamad 

29 Juli: Goenawan Soesatyo Mohamad, jurnalis sekaligus sastrawan Indonesia




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Goenawan Soesatyo Mohamad lahir di Batang, 29 Juli 1941.

Akrab disapa Goenawan Mohamad atau GM.

Merupakan adik Kartono Mohamad, dokter yang menjabat sebagai ketua IDI.

Semasa muda, Goenawan Mohamad dikenal sebagai penyair dan tokoh yang aktif di dunia jurnalistik.

Bersama rekan-rekannya, Goenawan Mohamad mendirikan Majalah Mingguan Tempo.

Di kemudian hari, Goenawan Mohamad juga aktif di Persatuan Wartawan Indonesia dan Aliansi Jurnalis Independen.

  • Pendidikan


Goenawan Mohamad melanjutkan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia setelah lulus SMA.

Kemudian belajar di College d'Europe, Brugge, Belgia, pada tahun 1965 dan Universitas Oslo, Norwegia, tahun 1966.

Pada tahun 1989/1990, Goenawan Mohamad kembali mendalami pengetahuan di Universitas Harvard.

Goenawan Mohamad tidak pernah memperoleh gelar dari perguruan tinggi karena lebih tertarik pada masalah masyarakat, kebudayaan, dan sastra.

Berikut adalah rincian pendidikan Goenawan Mohamad:

SR Negeri Parakan Batang (1953)

SMP Negeri II Pekalongan (1956)

SMA Negeri Pekalongan (1959)

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (tidak tamat) (1)

  • Karier


Goenawan Mohamad mulai menulis sejak SMA.

Pertama kali menerjemahkan sajak Emily Dickinson yang dimuat pada Harian Abadi tahun 1960.

Karya pertama yang ditulis Goenawan Mohamad dikumpulkan dalam kumpulan puisi 'Manifestasi' yang diterbitkan dalam rubrik kebudayaan Harian Abadi.

Goenawan Mohamad juga dikenal sebagai seorang jurnalis.

Di dunia jurnalistik, Goenawan Mohamad mengawali karier sebagai redaktur Harian KAMI.

Kemudian menjadi redaktur Majalah Horison, hingga Pemimpin Redaksi Majalah Ekspres.

Bersama kawan-kawannya, Goenawan Mohamad mendirikan Majalah Mingguan Tempo pada tahun 1971.

Pada saat itu, Goenawan Mohamad juga didaulat sebagai pemimpin redaksi Tempo selama dua periode.

Setelah sempat tidak aktif pada tahun 1994, Tempo terbit kembali pada tahun 1998.

Goenawan Mohamad kembali memimpin Tempo.

Akan tetapi, setahun kemudian jabatan tersebut diserahkan pada Bambang Harymurti.

Pelarangan penerbitan Tempo pada waktu itu tidak bisa lepas dari tulisan Goenawan Mohamad yang sering mengkritisi pemerintah.

Goenawan Mohamad berusaha agar Tempo bisa aktif kembali melalui Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena PWI sudah terkooptasi Pemerintahan Soeharto.

Goenawan Mohamad kemudian mendorong lahirnya Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Juga mendirikan Institusi Studi Arus Informasi (ISAI) yang bekerja mendokumentasikan kekerasan yang dialami dunia pers di Indonesia.

Selain itu, ISAI juga memberikan pelatihan bagi para jurnalis tentang pembuatan surat kabar yang berkualitas.

Selain di dunia jurnalistik, hingga kini Goenawan Mohamad masih aktif di berbagai kegiatan kebudayaan dan seni.

Kini, Goenawan Mohamad mengurus komunitas Salihara, sebuah tempat berkesenian di kawasan Salihara, Pasar Minggu.

Berikut adalah rincian karier Goenawan Mohammad:

Redaktur Harian KAMI (1969-1970)

Redaktur Majalah Horison (1969-1974)

Pemimpin Redaksi Majalah Ekspres (1970-1971)

Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985)

Pemimpin Redaksi Majalah TEMPO (1971-1993 dan 1998-1999)

Komisaris Utama PT Tempo Inti Media Tbk

Pendiri Komunitas Salihara, Pasar Minggu(2)

  • Penghargaan


Anugerah Hamengku Buwono IX bidang kebudayaan dari Universitas Gadjah Mada.

Penghargaan Professor Teeuw dari Leiden University Belanda (1992)

Louis Lyons dari Harvard University Amerika Serikat (1997)

Internasional Editor (International Editor of the Year Award) dari World Press Review, Amerika Serikat (Mei 1999)

Internasional dalam Kebebasan Pers (International Press Freedom Award) oleh Komite Pelindung Jurnalis (Committee to Protect Journalists) (1998)

Wertheim Award (2005)

Anugerah sastra Dan David Prize (2006) (2)

  • Karya


Empat Sajak dalam buku antologi 'Manifestasi' (1962)

Asmaradana: Pilihan Sajak, 1961-1991 (1992)

Kata, Waktu (2001)

Goenawan Mohamad: Selected Poems (2004)

Setelah Revolusi Tak Ada Lagi (2005)

Tuhan & Hal Hal yang Tak Selesai (2007)

Tan Malaka dan Dua Lakon Lain (2009)

70 Puisi (2011)

9 Volume Catatan Pinggir (2012) (2)

(TRIBUNNEWSWIKI/Ahmad Nur Rosikin)



Nama Lengkap Goenawan Soesatyo Mohamad
Nama Akrab Goenawan Mohamad, GM
Lahir Batang
29 Juli 1941
Dikenal Sebagai Jurnalis, Sastrawan
Webiste www.goenawanmohamad.com
Twitter @gm_gm
Facebook Goenawan Mohamad


Sumber :


1. ensiklopedia.kemdikbud.go.id
2. www.viva.co.id








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved