Hujan Buatan Pertama di Indonesia untuk Atasi Pencemaran Jakarta, Bagaimana Metodenya?

Tingkat pencemaran udara yang semakin parah membuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan hujan buatan di Jakarta.


zoom-inlihat foto
hujan-buatan.jpg
Pixabay
Ilustrasi seseorang memakai payung di tengah hujan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Tingkat pencemaran udara yang semakin parah membuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan hujan buatan di Jakarta.

Dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (27/7/2019), Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan penerapan hujan buatan tersebut adalah yang pertama dilakukan di Indonesia.

Hammam juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah memberikan lampu hijau atas rencana penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) itu.

Paling cepat, rencana itu akan dilaksanakan setelah tanggal 10 Juli 2019 dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pascalibur.

Sebenarnya sudah ada beberapa negara yang juga menerapkan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di perkotaan.

Beberapa negara tersebut seperti Thailand, China, Korea Selatan, serta India.

Kepala BBTMC, Tri Handoko Seto mengatakan Thailand telah berhasil melakukan uji coba untuk mengendalikan pencemaran udara di Kota Bangkok menggunakan metode cloud seeding dan menghilangkan lapisan inversi.

Hal serupa juga dilakukan oleh India yang menyebarkan bahan kimia dari pesawat untuk membuat hujan buatan untuk mengatasi polusi di kota New Delhi.

Sedangkan Korea Selatan bekerja sama dengan China untuk menurunkan hujan di atas Laut Kuning yang membelah kedua negara tersebut untuk mengurangi polusi udara di Seoul.

“Negara-negara tersebut berjuang mengatasi polusi udara dengan cara mengendalikan cuaca itu sendiri,” ujar Seto seperti dikutip dari Kompas.

Sementara di Indonesia, Seto mengungkapkan ada tiga skenario teknologi modifikasi cuaca yang bisa digunakan untuk mengantisipasi pencemaran udara di Jakarta.

Skenario pertama yaitu dengan penyemaian awan dengan garam NaCl saat ada awan potensial agar hujan terjadi di wilayah Jakarta sehingga polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind bisa tersapu dan jatuh bersama air hujan.

Skenario kedua, apabila tidak ada awan potensial maka akan dilakukan penghilangan lapisan inversi menggunakan semai dry ice pada lapisan-lapisan inversi sehingga menjadi tidak stabil.

“Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang bagi polutan untuk terbang secara vertikal, sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga di bawah lapisan inversi,” lanjut Seto.

Sedangkan skenario terakhir yaitu dengan metode water spraying dari darat menggunakan alat Ground Mist Generator yang akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah upwind.

Nantinya, air akan disemprotkan menggunakan pesawat dari darat ke atmosfer.

Air yang disemprotkan itu bertujuan untuk mengikat polutan yang ada.

Operasi modifikasi cuaca di Jakarta ini juga didukung oleh TNI AU dari skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang dengan menyiapkan armada CASA.

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKi Official





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved