Muhammad Tamzil

Muhammad Tamzil atau dikenal dengan nama M. Tamzil adalah Bupati Kudus periode 2018-2023. Selain mempunyai rekam jejak kinerja, M. Tamzil juga memiliki rekam jejak korupsi di Kabupaten Kudus


Muhammad Tamzil
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZAL
Muhammad Tamzil 

Muhammad Tamzil atau dikenal dengan nama M. Tamzil adalah Bupati Kudus periode 2018-2023. Selain mempunyai rekam jejak kinerja, M. Tamzil juga memiliki rekam jejak korupsi di Kabupaten Kudus




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muhammad Tamzil atau yang dikenal dengan M. Tamzil adalah Bupati Kabupaten Kudus periode 2018 – 2023.

Lahir di Ujung Pandang, pada 16 Agustus 1961, Muhammad Tamzil menamatkan pendidikan terakhirnya di program master jurusan teknik di Universitas Diponegoro.

Tercatat di situs daring bahwa selain tinggal di Kantor Bupati Kabupaten Kudus, M. Tamzil mempunyai dua rumah di Semarang, tepatnya di Jalan Semeru, dan Jalan Telaga Bodas, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. [1]

Maju sebagai Bupati Kudus bersama Hartopo, Muhammad Tamzil didukung oleh PPP, PKB, dan Hanura.

Sebagai Bupati, Muhammad Tamzil mempunyai beberapa torehan dalam kinerjanya.

Namun demikian, ia juga pernah dipenjara atas kasus mark up pengadaan barang di Kabupaten Kudus pada tahun 2014.

Kabar terakhir, Muhammad Tamzil ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas dugaan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kudus. [2]

  • Kehidupan & Keluarga


Muhammad Tamzil mempunyai istri bernama Rina Budhy Ariani.

Dikutip dari situs resmi Pemkab Kudus, mereka berdua mempunyai anak bernama Arina M. [1]

Sampai berita ini dibuat, Tribunnewswiki belum mengetahui (dan masih melakukan riset) terkait  kehidupan pribadi dari Muhammad Tamzil.

Muhammad Tamzil 2
Kiri: Muhammad Tamzil dan Istrinya Kanan: M. Tanzil di Pengadilan (Kolase foto: Pemkab Kudus dan Tribun Jateng)

  • Riwayat Pendidikan


Muhammad Tamzil tercatat memulai pendidikannya di SD 6 Pinrang yang lulus tahun 1973.

Selanjutnya, Muhammad Tamzil melanjutkan ke SMP Negeri di Pacitan dan lulus tahun 1976.

Setelah lulus dari SMP, Muhammad Tamzil kembali melanjutkan pendidikannya di SMPPN Tulungagung dan lulus pada tahun 1979.

Kemudian, Muhammad Tamzil masuk perguruan tinggi di Universitas Diponegoro Semarang dan lulus pada tahun 1987.

Usai berhenti sampai disitu, Muhammad Tamzil kembali melanjutkan studinya di program master di Universitas Diponegoro Semarang yang lulus pada tahun 2004.  [1]

  • Riwayat Politik


M. Tamzil memulai karir politik sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Kudus pada tahuhn 1991.

Kemudian, M. Tamzil menjadi Wakil Bupati Semarang tahun 2000 - 2003 .

Selanjutnya, M. Tamzil menang dalam pencalonan menjadi Bupati Kudus periode 2003-2008

Tidak hanya sampai disiti, M. Tamzil masuk menjadi Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2008.

Muhammad Tamzil pernah mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2008, namun iia kalah dari Bibit Waluyo.

Pada pemilihan bupati Kudus periode 2018-2023, M. Tamzil kembali mendapat dukungan dari Partai Hanura, PPP, dan PKB. [3]

Muhammad Tamzil 3
Pasangan Bupati-WaBup Kudus 2018 - 2023, Muhammad Tamzil dan Hartopo di KPU (Tribun Jateng)

  • Rekam Jejak Kinerja


Masih menginjak 7 bulan pada masa jabatannya, Bupati Kudus, H. M. Tamzil melakukan pelantikan pegawai baru.

Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kosongnya jabatan di Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di lingkungan pemerintah kabupaten.

Dalam pelantikan tersebut, diikuti oleh 11 pegawai negeri sipil yang terdiri dari 9 (sembilan) PNS yang ditempatkan sebagai analis keuangan pusat dan daerah ahli muda.

Kemudian, 1 PNS sebagai perencana ahli muda, dan 1 PNS sebagai guru ahli pertama.

M. Tamzil menerangkan bahwa jabatan fungsional mempunyai peran yang penting dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah,

Menurutnya, selalu dibutuhkan profesionalisme atau keahlian khusus yang harus dilakukan pejabat fungsional khusus.

Tamzil juga  berpesan pada saat pelantikan jabatan di Kabupaten Kudus, bahwa pejabat fungsional diharapkan dapat mengemban jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesionalisme.

“Tugas ini diberikan saudara atas kepercayaan, baik struktural maupun fungsional kami memberi amanah, bangunlah itu dalam melayani masyarakat,” ungkapnya dalam suarabaru.id, Jumat, 26/4/2019. [4]

M. Tamziil pernah mengusulkan keberadaan gedung Trade Center di sebelah Terminal Induk Kudus untuk dijadikan sebagai rumah kreatif.

Rencana M. Tamzil, gedung tersebut akan dijadikan sebagai pusat untuk memasarkan produk UMKM Kabupaten Kudus.

“Trade Center yang ada, kalau saya lebih baik dijadikan sebagai rumah kreatif. Untuk menampilkan kreasi dan inovasi yang ada di Kudus,” kata Tamzil setelah acara serah terima jabatan di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (26/9/2018).

Selain itu, M. Tamzil juga pernah berjanji untuk melatih warganya dalam pelatihan wirausaha.

Ia merencanakan pelatihan warga di bidang wirausaha akan dilakukan dengan cara bertahap.

Pelatihan wirausaha meliputi, pelatihan sebagai barista, gebyok, dan fotografi. [5]

Kemudian tercatat pula dalam tugasnya sebagai bupati, M. Tamzil pernah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di saluran air yang terletak di Jalan Pemuda Kudus, pada Kamis (27/9/2018).

Dalam sidaknya, M. Tamzil meminta agar saluran air dibersihkan dari segala semak yang menutupi dinding saluran.

Hal itu dikarenakan akan menyebabkan banjir apabila aliran air terhambat.

“Ini harus segera dibersihkan, karena kalau tidak segera bisa berbahaya nanti kalau puncak musim hujan,”

“Ini harus segera dibersihkan, besok saya cek lagi. Katanya (Kudus) dapat Adipura Kencana tapi kok kayak gini,” ujar M. Tamzil.

Dalam melaksanakan pembersihan semak-semak, M. Tamzil membentuk tim khusus dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH). [6]

Pada persoalan adanya warga Kabupaten Kudus yang belum terdaftar menjadi anggota BPJS, membuat M. Tanzil mengusahakan untuk mengurus serta membiayai warganya.

M. Tamzil berujar bahwa apabila kondisi anggaran BPJS tidak kunjung membaik, maka akan dialihkan alokasinya ke jaminan kesehatan daerah dari Pemerintah Kabupaten Kudus. [7]

Kalau dari hitungan kami, ada sekitar 200 ribu warga Kudus yang belum menjadi peserta BPJS, kami inginnya seluruh menjadi peserta,” kata Tamzil, Kamis (27/9/2018).

 
Tercatat juga M. Tanzil pernah mengusulkan untuk mengganti mobil dinas pejabat di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, perlu dilakukan peremajaan kendaraan dinas yaitu setiap lima tahun sekali.

“Usianya kendaraan dinas sudah tua. Masak sejak tahun 2007 sampai saat ini masih dipakai,” kata Tamzil.

Menurutnya, digantinya fasilitas kendaraan dinas bagi pejabat bisa menunjang kinerja.

Namun, menurut M. Tamzil bagi mereka yang mendapat fasilitas kendaraan bukan malah semakin baik kinerjanya, Tamzil mengancam akan ditarik fasilitas mobil dinas dan diganti motor.

“Kalau kinerjanya jelek, ya tarik saja mobil dinasnya digant motor,” kata Tamzil. Selasa (9/10/2018).

Dalam kesempatan yang lain, M. Tamzil juga pernah mendesak pemerintah pusat terkait dengan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.

Hal itu bermula dari adanya aksi yang digelar oleh puluhan tenaga honorer K2 di depan pendopo Kabupaten Kudus pada Rabu, (10/10/2018).

Melalui surat yang dilayangkan kepada Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), M. Tamzil meminta pemerintah pusat untuk mengangkat sebanyak 225 pegawai honorer menjadi PNS. [8]

M. Tamzil bersama dengan wakilnya Hartopo, juga membuat layanan pengaduan masyarakat melalui media sosial.

Menurutnya, seiring berkembangnya zaman, media sosial tidak hanya menjadi alat pertemanan saja, melainkan juga bisa  menjadi alat kontrol pemerintah dalam menjalankan tugas.

Itulah yang mendasari M. Tamzil dan Hartopo membuat akun twitter @tamzil_hartopo sebagai wadah bagi warga Kudus yang hendak menyampaikan aspirasi.

“Akun tersebut akan memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Kudus,” kata Wakil Bupati Kudus Hartopo saat menjadi inspektura upacara bendera setiap tanggal 17 di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (17/10/2018). [9]

Pada persoalan infrastruktur, M. Tamzil atas nama Pemkab Kudus pernah melakukan kejasama dengan Kodim 0772/Kudus untuk menghubungkan jalan dua desa di lereng Gunung Muria.

Kegiatan itu dilakukan dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, dan Desa Soco, Kecamatan Dawe.

Pelaksanaan program TMMD dilakukan pada tahun 2020

 Nanti jalan yang akan dibuka yabg menghububgkan dua desa sepanjang 3.5 kilometer," kata Tamzil. Selasa (13/11/2018). [10]

  • Kasus


M. Tamzil pernah tersandung kasus korupsi di lingkungan Kabupaten Kudus pada tahun 2014

Berdasarkan laporan detil data perkara tindak pidana khusus dengan nomor perkara PDS-02/KDS/ FT.1/09/2014 yang diambil dari kejaksaan.go.id, kasus yang menimpa M. Tamzil adalah berupa indikasi kelemahan harga (mark up).

Beberapa item yang dilakukan mark up dari pengadaan pekerjaan antara lain:

1.       Pengadaan Almari Kayu ,

2.       Pengadaan Komputer Dan Prodi Keys ,

3.       Video Presenter (Terdiri Dari Vedeo Presenter Merk Tpoex Tv P 2100 Dan Tv Sanyo 29 Inchi . Microscopic Projector Tpoek Lsp 500 , Pengadaan Alat Lab Bahasa Smp/Mts /Sma /Ma 40 Unit ).

 Berdasarkan hasil audit BPKB perwakilan Jawa Tengah  (seperti yang tercantum dalam Kejaksaan.go.id), diperoleh kerugian negara sebesar Rp. 1.875 .486.108,00 yang diakibatkan oleh kemahalan harga mark up.

M. Tamzil divonis hukuman 1 tahun 10 bulan penjara atas kasus pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kudus.

Selain penjara, M. Tamzil juga dikenakan denda sebesar Rp 100.000.000, - (Seratus juta rupiah) subsidair 3 bulan kurungan.

Hukuman yang M. Tamzil terima diputuskan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Selanjutnya M. Tamzil baru bebas pada bulan Desember 2015 setelah mendapatkan pembebasan bersyarat. [11]

Kasus yang terakhir yang menimpa Muhammad Tamzil adalah saat sembilan orang termasuk dirinya bersama staf dan ajudan serta calon kepala dinas setempat ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT),  Jumat (26/7/2019).

Dugaan kasus yang menjerat Muhammad Tamzil adalah transaksi suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini," kata Basaria Pandjaitan, Wakil Ketua KPK

"Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini," tambah Basaria. [12]



Informasi Detail
Nama Muhammad Tamzil
Nama Panggilan M. Tamzil
Nama dan Gelar Ir. H. Muhammad Tamzil, MT
Tempat & Tanggal Lahir Ujung Pandang, 16 Agustus 1961
Keluarga
Istri Rina Budhy Ariani, SH
Anak Arina M
Riwayat Pendidikan
SD 6 Pinrang (Lulus Tahun 1973)
SMP N Pacitan (Lulus Tahun 1976)
SMPPN Tulungagung (Lulus Tahun 1979)
Undip Semarang (Lulus Tahun 1987/S-1)
(Lulus tahun 2004/S-2)
Pengalaman Kerja
Kepala Dinas PU Kab Kudus Tahun 1991
Wakil Bupati Semarang Tahun 2000-2003
Bupati Kudus Tahun 2003-2008
Staf Ahli Gubernur Jateng Tahun 2008
Pejabat Fungsional Balitbang Jateng Tahun 2013-2018
Bupati Kudus Tahun 2018-2023
Alamat & Media Sosial
Alamat Jl. Semeru Raya No 18 Semarang
JL TELAGA BONDAS 3 RAY NO 8 -A RT /RW 001 /004 KEL KARANG REJO GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG
Nomor Handphone 0811274609
Email muhammadtamzil61@yahoo.com
Twitter @tamzil_hartopo


Sumber :


1. kuduskab.go.id
2. nasional.kompas.com
3. news.detik.com
4. suarabaru.id
5. jateng.tribunnews.com
6. jateng.tribunnews.com
7. jateng.tribunnews.com
8. jateng.tribunnews.com
9. jateng.tribunnews.com
10. jateng.tribunnews.com
11. www.kejaksaan.go.id
12. nasional.kompas.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved