Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Jenderal kardus adalah istilah yang ramai jadi perbincangan sebelum penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2019.
Jenderal kardus pertama kali dilontarkan oleh Andi Arief yang saat itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat.
Istilah jenderal kardus dilontarkan oleh Andi Arief melalui akun media sosial Twitternya di tengah panasnya bursa capres dan cawapres.
Istilah jenderal kardus ditujukkan Andi Arief kepada Prabowo Subianto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden pada Pemilu 2019. (1)
Sejarah #
Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa istilah jenderal kardus pertama diucapkan oleh Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.
Istilah jenderal kardus yang disematkan Andi Arief kepada Prabowo Subianto itu diungkapkan melalui media sosial Twitter milik Andi Arief sehari sebelum pengumuman pencalonan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai capres dan cawapres dalam Pemilu 2019.
Tepatnya cuitan itu dilontarkan Andi Arief pada 8 Agustus 2018 pukul 21.29.
Adapun isi cuitan lengkap tersebut adalah sebagai berikut:
"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," tulis Andi Arief melalui akun twitter @AndiArief_, Kamis (8/8/2018).
Setelah istilah jenderal kardus viral dan menjadi perbincangan publik, Andi Arief kemudian menyampaikan alasannya mengatakan Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus.
Andi Arief beralasan bahwa Prabowo Subianto sebagai rekan koalisi telah melakukan sesuatu di luar pengetahuan Partai Demokrat.
Andi Arief mengatakan adanya politik transaksional, dimana Sandiaga Uno telah menyetor uang ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp 500 miliar untuk kursi cawapres.
Lebih lanjut, Andi Arief juga mengatakan bahwa jenderal kardus berarti jenderal yang tidak mau berpikir dan menganggap bahwa uang adalah segalanya. (2)
Setelah mengetahui bahwa unggahannya di media sosial Twitter kemudian menjadi perbincangan banyak orang, Andi Arief kemudian menjelaskan bahwa makna kardus adalah mudah dilipat atau dibentuk.
Menurut Andi Arief, seorang jenderal seharusnya seperti batu, keras terhadap pendiriannya namun tetap memiliki perhitungan. (3)
Sementara itu, pihak Partai Gerindra memiliki versi juga terkait awal mula istilah jenderal kardus yang dikatakan oleh Andi Arief.
Menurut Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, Partai Demokrat telah salah paham terkait surat yang dikirim Prabowo ke SBY.
Muzani menjelaskan, isi surat yang disampaikan Prabowo kepada SBY adalah penyampaian pesan soal kebersamaan Gerindra, PAN, dan PKS yang selama ini telah terbangun, serta hasil rekomendasi Ijtima Ulama soal cawapres Prabowo.
Lebih lanjut, surat itu menurut Muzani hanya sebatas hasil diskusi tentang apa yang akan menjadi pertimbangan Prabowo dalam mengambil keputusan soal cawapres. (4)
Penyelesaian #
Pada Rabu, 12 September 2018, Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers di rumah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
Andi Arief turut hadir dalam acara tersebut dan berdiri di belakang Prabowo Subianto.
Andi Arief sesekali tertawa ketika Prabowo Subianto menyampaikan pernyataannya kepada awak media.
Hal itu menjadi pertama kalinya Andi Arief terlihat berdiri bersama Prabowo Subianto maupun Sandiaga Uno dalam satu kesempatan pascamelontarkan pernyataan jenderal kardus dan mahar Rp 500 miliar sekitar sebulan sebelumnya.
Andi Arief juga sesekali mengangguk ketika Prabowo berpidato.
Andi Arief kemudian diminta maju untuk memeluk Prabowo Subianto.
Tanpa basa-basi, Prabowo Subianto langsung menarik tangan Andi Arief sembari merangkul pundaknya.
Keduanya kemudian tertawa lepas. (5)
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official
| Nama | Jenderal Kardus |
|---|
| Kategori | Istilah |
|---|
| Dipopulerkan | Andi Arief |
|---|
Sumber :
1. www.cnnindonesia.com
2. nasional.tempo.co
3. www.liputan6.com
4. kumparan.com
5. www.cnnindonesia.com