Benteng Portugis (Jepara)

Benteng Portugis ini dibangun tidak lain karena keinginan Kerajaan Mataram untuk mengalahkan VOC (Belanda) dengan meminta bantuan kepada pihak ketiga yang bermusuhan dengan Belanda yaitu Portugis.


Benteng Portugis (Jepara)
dolanyok.com
Benteng Portugis 

Benteng Portugis ini dibangun tidak lain karena keinginan Kerajaan Mataram untuk mengalahkan VOC (Belanda) dengan meminta bantuan kepada pihak ketiga yang bermusuhan dengan Belanda yaitu Portugis.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Benteng Portugis adalah sebuah bangunan benteng pertahanan militer yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. (1)

Pada sejarahnya,Benteng Portugis Jepara dibangun Portugis pada tahun 1632, pada masa Sultan Agung memerintah Kerajaan Mataram.

Benteng Portugis ini dibangun dengan prakarsa hasil perjanjian antara kerjaan Mataram dengan pihak Portugis.

Fungsi Benteng Portugis ini  sebagai pusat pertahanan dan menjaga lintas pelayaran dari ancaman VOC karena pada saat itu Mataram berseteru dengan VOC.

Benteng Portugis ini dibangun tidak lain karena keinginan Kerajaan Mataram untuk mengalahkan VOC (Belanda) dengan meminta bantuan kepada pihak ketiga yang bermusuhan dengan Belanda yaitu Portugis.

Sebelumnya diceritakan Pada tahun 1916 Kota Sunda Kelapa atau Jayakarta diduduki oleh VOC Belanda dan merupakan awal pendudukan Imperialis Belanda atas Bumi Indonesia.

Sultan Agung yang saat itu merupakan Raja Kerajaan Mataram Islam merasa bahwa keberhasilan Belanda menguasai Jayakarta akan mengancam kekuasaan Mataram.

Sehingga Sultan Agung berinisiatif untuk menyerang Belanda dengan mempersiapkan armada perangnya untuk menyerang kota Jayakarta yang diduduki oleh VOC Belanda.

Masa penyerangan Sultan Agung terhadap VOC berlangsung selama 2 tahun berturut-turut, yaitu antara 1628 sampai 1629 tapi kekalahan diderita oleh pihak Mataram.

Atas kekalahan tersebut Sultan Agung berfikir bahwa kemenangan atas Belanda dapat diraih jika serangan dilancarkan dari dua arah secara bersamaan yaitu dari darat dan laut.

Sedangkan pasukan Mataram hanya mahir dalam peperangan di darat. Untuk itulah Sultan Agung meminta bantuan kepada Bangsa Portugis yang saat itu adalah seteru dari VOC.

Itulah sebabnya kenapa ada Benteng Portugis di kota Jepara.

Bangsa Portugis tak lama menempati benteng ini.

Ada dua versi cerita yang membuat Portugis meninggalkan benteng ini.

Versi pertama, banyaknya korban yang berjatuhan serta menghilang secara misterius dari Bangsa Portugis memaksa mereka meninggalkan Benteng ini.

Konon di sekitar Pulau Mandalika tardapat pusaran air laut yang menurut cerita rakyat, pusaran air itu adalah pintu gerbang Keraton Luweng Siluman yang di rajai oleh siluman Buaya Putih. (2)

Siluman Buaya Putih pernah bersumpah setelah dikalahkan oleh Ki Leseh bahwa, siapapun orang yang berkulit putih seperti dengan warna kulitnya akan disedot dalam pusaran air lauh hingga orang tersebut hilang entah kemana.

Karena seringnya kejadian misterius itu ditambah dengan cerita rakyat sekitar yang mulai dipercaya oleh Bangsa Portugis membuat mereka meninggalkan benteng tersebut.

Meski itu hanya cerita rakyat atau mitos tapi setidaknya itulah saat ini salah satu cerita yang dipercaya oleh masyarakat sekitar.

  • Tampak Bangunan


Benteng Portugis dibangun diatas sebuah bukit yang menjorok ke arah laut (tanjung) yang diapit oleh dua teluk disebelah barat dan timur.

Tebing bukit sisi barat, dan utara merupakan tebing yang terjal dengan beberapa singkapan batuan padat.

Sedangkan sisi timur agak landai dan jalan masuk ke benteng melalui tebing bukit sisi selatan yang secara morfologinya tidak terlalu terjal.

Secara geologi bukit tersebut merupakan bukit padas dengan lapisan tanah permukaan yang tipis berkisar 20 hingga 30 cm yang merupakan hasil pelapukan batuan padas tersebut.

Benteng Portugis dibangun pada bagian puncak bukit sisi utara.

Benteng ini sekarang hanya tinggal pagarnya yang terbuat dari batu padas yang disemen (semen ini masih perlu diteliti campurannya, apakah semen sekarang atau semen dahulu).

Benteng tersebut memiliki 3 buah pintu yang terdiri dari satu pintu utama di sisi selatan benteng, satu pintu di sisi barat dan satu pintu di sisi utara.

Pada benteng sisi utara terdapat 3 buah lubang berbentuk huruf u yang dimungkinkan merupakan tempat meletakkan meriam dengan arah hadap ke laut.

Di tengah-tengah benteng terdapat struktur berbentuk persegi empat yang terbuat dari tumpukan fragmen batu padas.

Diatas struktur ini pada waktu kini telah dibangun jalan setapak dari paving blok. Di dalam benteng pojok barat laut telah dibangun sebuah gardu pandang yang berbentuk segi delapan.

Di belakang lobang berbentuk huruf U pada dinding benteng sekarang dibangun diorama meriam kecil menghadap ke arah laut.

Disekeliling benteng telah dibangun jalan setapak dari pavingblok yang saling berhubungan dan kesemuanya mengarah ke pantai di utara dan timur bukit sebagai jalan turun atau naik pengunjung baik dari arah pantai menuju ke benteng maupun sebaliknya.

Pada halaman dalam benteng pernah dibangun beberapa permainan anak-anak tetapi oleh manajer yang sekarang permainan ini telah dilepas dan dipindah di areal dekat loket karcis tanda masuk.

Bangunan baru yang ada adalah sebuah gardu pandang yang dibangun halaman dalam benteng pojok barat laut.

Dibawah bukit sisi barat dan ditepi pantai terdapat bangunan yang mirip dengan Benteng Portugis yang berada di puncak bukit.

Bangunan ini dibangun menempel pada tebing bukit yang mirip dengan sebuah goa.

Goa disini bukan berarti sebuah goa horizontal maupun goa vertikal yang dalam tetapi terbentuk dari adanya patahan pada lapisan batuan padas sehingga membentuk sebuah rongga.

Karena membentuk sebuah rongga maka beberapa warga menyebutnya sebagai goa.

Bangunan ini memiliki tiga buah tembok dengan tebing bukit sebagai tembok keempatnya.

Bangunan ini tidak diketahui apakah memiliki atap yang permanen atau tidak.

Bangunan ini menghadap ke barat (pantai sebelah barat) dengan pintu utama berada di sisi barat dan terletak di ujung utara tembok bangunan.

Tinggi tembok bangunan sisi utara pada ujung barat adalah kurang lebih 160 cm dan ujung timur yang menempel pada bukit memiliki ketinggian kurang lebih 200 cm.

Tembok sisi barat memiliki tinggi kurang lebih 200 cm, sedangkan tembok sisi selatan ketinggiannya sama dengan tembok sisi utara.

 Pada tembok sisi utara dan sisi selatan terdapat beberapa lobang dengan diameter kurang lebih 25 cm dengan interval jarak antar lobang kurang lebih 60 cm dan jarak tinggi dari tanah adalah kurang lebih 160 cm.

Wisata Benteng Portugis memiliki panorama alam yang indah sehingga mampu memikat para pengunjung.

Berbagai pemandangan yang disuguhkan dari tempat wisata pantai benteng adalah dibangunnya bukit batu yang berada di sisi pantai.

Di atas bukit terdapat berbagai peninggalan bangsa Portugis, terdapat tembok-tembok pengintai peninggalan Jepang, dan di sebelah utara benteng juga terdapat Pulau Mandalika. (3)

ethththj
Depan Benteng Portugis. (foto: dolanyok.com)

  • Lokasi, Tarif dan Fasilitas


Benteng Portugis beralamat di Jalan Benteng Portugis - Tayu Km. 48, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Benteng Portugis berjarak 43,8 km atau satu jam sebelas menit dari pusat Kabupaten Jepara.

Untuk ke Benteng Portugis, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum di terminal Donorejo dan lalu dilanjutkan dengan naik ojek atau kendaraan sewa hingga ke Desa Banyumanis.

Pengunjung bisa datang ke Benteng Portugis pada pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.

Tak perlu khawatir, karena Benteng Portugis bisa dikunjungi setiap hari mulai dari Senin hingga Minggu.

Untuk tiket harga masuk ke Benteng Portugis yakni Rp. 5000 pada Senin – Jumat dan Rp 10.000 pada Sabtu - Minggu. (4)

Fasilitas yang tersedia di kawasan Benteng Portugis yakni parkir, musola, warung/kedai makan dan kafe.

Selain itu, terdapat banyak penginapan di sekitaran Benteng Portugis ini.

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)



Nama Benteng Portugis (Jepara)
Alamat Jalan Benteng Portugis - Tayu Km. 48, Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Google map https://www.google.co.id/maps/place/Benteng+Portugis+Jepara
Koordinat 6°24'14.4
   


Sumber :


1. kebudayaan.kemdikbud.go.id
2. situsbudaya.id
3. ihategreenjello.com
4. dolanyok.com


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved