Tari Beksan Wanara

Beksan Wanara yang sering disebut tari kethekan merupakan tarian klasik Keraton Yogyakarta. Beksan dalam Bahasa Jawa berarti tarian, sedangkan Wanara dalam bahasa Sansekerta berarti masusia berekor monyet.


zoom-inlihat foto
flash-mop-1.jpg
Capture Youtube / Kraton Jogja
Para Mataya (penari) dari Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhamardawa Keraton Yogyakarta turut menyemarakkan uji coba semi pedestrian Malioboro pada Selasa (18/6) sore.

Beksan Wanara yang sering disebut tari kethekan merupakan tarian klasik Keraton Yogyakarta. Beksan dalam Bahasa Jawa berarti tarian, sedangkan Wanara dalam bahasa Sansekerta berarti masusia berekor monyet.




  • Sejarah


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Beksan Wanara yang sering disebut tari kethekan merupakan tarian klasik Keraton Yogyakarta.

Beksan dalam Bahasa Jawa berarti tarian, sedangkan Wanara dalam bahasa Sansekerta berarti masusia berekor monyet.

Tari Beksan Wanara bercerita tentang perang tanding antara Sugriwa dan Subali pada cerita Ramayana.(1)

Di mana keduanya bertarung di depan Gua Kiskendo karena adanya kesalah pahaman.(2)

Baca: Tak Dibutuhkan Lagi oleh Los Blancos, Gareth Bale Dapat Tawaran 1 Juta Poundsterling per Minggu

  • Legenda Subali dan Sugriwa


Tari Beksan Wanara berkisah tentang Subali dan Sugriwa yang diutus Dewa untuk menyelamatkan Dewi Tara dari cengkeraman Mahesasura dan Lembusura.

Subali dan Sugriwa merupakan manusia setengah kera sedangkan Dewi Tara adalah putri Dewa Indra.

Untuk menghadapi Mahesasura dan Lembusura yang terkenal akan kesaktiannya, para Dewa memberikan Aji Pancasona kepada Subali untuk menyelamatkan Dewi Tara.

Baca: Dijuluki Bapak Patah Hati Nasional, 5 Lagu Patah Hati dan Menyayat Hati dari Didi Kempot

Subali dan Sugriwa akhirnya berangkat ke Kiskendo, sebuah gua yang menjadi kerajaan Mahesasura dan Lembusura.

Karena hanya Subali yang memiliki kekuatan Aji Pancasona, dirinya menyuruh sang adik, Sugriwa untuk menunggu di luar gua.

Subali berpesan pada Sugriwa, jika dari dalam gua mengalir darah merah maka Subali telah mengalahkan musuh-musuhnya.

Namun jika yang keluar adalah darah putih, berarti Subali telah kalah dan Sugriwa harus menutup pintu gua dengan batu.(3)

Sugriwa menunggu hingga 30 hari dan mencium anyir darah yang sangat menyengat.

Baca: Hutan di Gunung Panderman Terbakar, Berikut Penanggulangan yang Dilakukan BPBD dan Tim Gabungan

Dirinya menganggap kakaknya telah mati sehingga Sugriwa menutup pintu gua dengan batu, lalu kembali ke Kiskindha.

Para petinggi kera meminta Sugriwa menjadi raja untuk menggantikan Subali yang dikabarkan telah mati.

Namun ternyata Subali tidak mati dan menganggap Sugriwa berkhianat.

Subali tidak mau mendengarkan alasan Sugriwa sehingga terjadilah pertarungan atara keduanya.

Sugriwa yang kalah memilih untuk melarikan diri.

Para manusia kera yang tidak mau tunduk dibawah perintah Subali akan diusir, dan isteri Sugriwa dipaksa menjadi isterinya.(4)

drama klasik “Tragedi Bali”
Suasana pementasan drama klasik “Tragedi Bali” yang dibawakan oleh Sanggar Teater Mini. (Tribun Bali)


Di Jalan Malioboro saat ini memang terdapat tradisi baru yang diadakan setiap Selasa Wage (penanggalan Jawa).

Semua pedagang yang ada di jalan tersebut akan menutup lapak dagangan mereka, lalu digantikan dengan acara bersih-bersih di sepanjang jalan.(5)

Flash Mop Beksan Wanara atau tari kethekan merupakan tarian klasik Keraton Yogyakarta yang dipadukan dengan gaya modern street art.

Baca: 22 July (2018)

Tari kethekan modern tersebut dilakukan sejumlah anak muda di Jalan Malioboro, Yogyakarta saat uji coba pedestrian.

Penampilan tersebut mengundang perhatian masyarakat dan wisatawan asing.(6)

Koreografer untuk flash mop Beksan Wanara tersebut adalah Pulung Jati Ronggomurti.

Flash Mop Beksan Wanara diistilahkan sebagai tradisi, keseharian yang bercampur dengan zaman modern.

Hal tersebut sebagai metode untuk mengenalkan ke kaum milenial melalui pendekatan kesenian.

Busana yang dikenakan para pemuda tersebut bukanlah busana tradisional seperti yang didapati pada cerita wayang.

Melainkan pakaian kasual namun gerakan tariannya tetap memakai tarian tradisional.(5)

Komposisi flash mop Beksan Wanara telah disusun ulang karena melibatkan penari dengan jumlah banyak serta arah hadap non konvensional tidak tapal kuda atau harus menghadap penonton.(6)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)

Jangan lupa subscribe Youtube channel TRIBUNNEWSWIKI di TribunnewsWIKI Official



   


Sumber :


1. arfin16.wordpress.com
2. hot.liputan6.com
3. www.yogyes.com
4. www.kuwaluhan.com
5. wiken.grid.id
6. jogja.tribunnews.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved