Sabu-sabu

Narkoba jenis Sabu-sabu, atau yang juga dikenal sebagai methamphetamine atau crystal meth, adalah narkotika yang sangat adiktif. Bentuknya putih, tidak berbau, pahit, dan menyerupai kristal.


zoom-inlihat foto
sabu-sabu-merupakan-zat-psikotropika-yang-sering-dijumpai-di-indonesia.jpg
Megapolitan kompas
Ilustrasi Sabu-sabu. Narkoba jenis ini merupakan zat psikotropika yang sering dijumpai di Indonesia

Narkoba jenis Sabu-sabu, atau yang juga dikenal sebagai methamphetamine atau crystal meth, adalah narkotika yang sangat adiktif. Bentuknya putih, tidak berbau, pahit, dan menyerupai kristal.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Narkoba jenis Sabu-sabu, atau yang juga dikenal sebagai methamphetamine atau crystal meth, adalah narkotika yang sangat adiktif.

Bentuknya putih, tidak berbau, pahit, dan menyerupai kristal.

Hasil survey Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa sabu menjadi narkoba peringkat 2 yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia.

Kasus penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang di Indonesia tahun 2015 hampir mencapai 6 juta jiwa.

Lebih lanjut menurut data BNN, diperkirakan 50 orang meninggal setiap harinya akibat penyalahgunaan narkotika. (1)

  • Deskripsi


Sabu-sabu merupakan zat psikotropika yang sering dijumpai di Indonesia.

Dari kenampakan fisiknya, sabu – sabu berwarna putih, berbentuk bubuk, kristal, atau cair jika ditambah dengan air, tidak berbau, dan berasa pahit.

Sabu-sabu memiliki fungsi medis yang penting yaitu berperan dalam mengobati penyakit tingkat tinggi.

Misalnya seperti gangguan hiperaktif, kekurangan perhatian atau narkolepsi. 

Ilustrasi narkoba jenis Sabu-sabu
Ilustrasi narkoba jenis Sabu-sabu (hellosehat.com)

Namun perlu diperhatikan bahwa zat ini mengandung dopamine yang dapat memberikan efek rasa senang dan bersemangat pada pengguna.

Jika digunakan secara berlanjut, maka dapat menyebabkan sulit tidur atau insomnia, depresi, nafsu makan menurun, suhu tubuh meningkat beserta tekanan darah dan detak jantung.

Bahkan hingga dapat menyebabkan disfungsi otak yang berlanjut kepada struk.

Cara mengkonsumsinya bermacam-macam, dengan rokok, dihisap, dan disuntikkan. (2)

  • Cara Kerja


Saat seseorang memakai Sabu-sabu, kehidupan mereka dipengaruhi dalam beberapa tingkatan.

Ada tiga kategori penyalahgunaan sabu yang umumnya dilakukan orang.

Penyalahgunaan intensitas rendah :

Pemakaian dengan cara menelan atau menghirup Sabu-sabu.

Mereka menginginkan tambahan stimulasi dari Sabu-sabu agar mereka bisa terjaga cukup lama untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan.

Atau mereka menginginkan efek penahan nafsu makan untuk mengurangi berat badan.

Mereka berada hanya satu langkah dari menjadi pelaku "pesta" (berarti penyalahgunaan zat yang tidak terkendalikan).

Pesta penyalahgunaan sabu-sabu :

Pelaku pesta menghisap atau menyuntikkan Sabu-sabu dengan jarum suntik.

Hal ini memungkinkan mereka mendapat efek yang lebih kuat dari narkoba ini dan mengalami “rush” yang lebih kuat yang merupakan ketergantungan psikologis.

Mereka berada di ambang menuju penyalahgunaan intensitas tinggi.

Penyalahgunaan sabu intensitas tinggi :

Pengguna intensitas tinggi adalah para pecandu yang sering dijuluki “speed freaks”.

Seluruh keberadaan mereka tercurahkan untuk mencegah "crash” (kehancuran), penderitaan yang menyakitkan setelah "high".

Ilustrasi sabu-sabu
Ilustrasi sabu-sabu (thegorbalsla.com)

Jadi agar "rush" yang diinginkan dari narkoba tercapai, mereka harus menggunakan lebih banyak dan lebih banyak lagi.

Sama halnya dengan narkoba lain, setiap high berikutnya akan lebih rendah daripada yang sebelumnya.

Kemudian mendorong pecandu sabu masuk spiral adiksi yang gelap dan mematikan. (3)

  • Gejala


Sakau Sabu-sabu adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian sabu secara mendadak, atau akibat penurunan dosis sabu secara drastis sekaligus.  

Gejala Sakau sabu bisa sama kuatnya dengan saat kecanduan.

Seperti jenis narkoba lainnya, pengguna narkoba jenis Sabu-sabu akan mengalami dua tipe gejala: emosional dan fisik.

Orang yang sedang sakau akibat narkoba jenis Sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala emosional sebagai berikut :

1. Nafsu makan meninggi

2. Depresi (umumnya kebal terhadap pengobatan terkait)

3. Mood swing (mudah marah, perilaku berbahaya)

4. Kesulitan berkonsentrasi

5. Ngidam sabu

6. Paranoid

7. Psikosis (cenderung skizofrenia)

8. Halusinasi

9. Kecemasan

10. Gelisah

11. Tidur terlalu lama dan sering, terlalu nyenyak sulit dibangunkan, siklus tidur terganggu

12. Kecenderungan bunuh diri

13. Menarik diri (isolasi)

14. Emosi datar dan inaktifitas

15. Miskin wawasan, dan proses penilaian buruk
 

Sedangkan gejala fisik yang sering terjadi pada orang yang sakau sabu adalah:

1. Kulit pucat, kumal

2. Penampilan fisik berantakan

3. Pergerakan lambat

4. Kontak mata yang buruk

5. Berbicara terlalu halus

6. Sakit kepala

7. Kelelahan ekstrem

8. Badan ngilu

Gejala Sakau Sabu-sabu biasanya sedang sampai berat dan dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

Umumnya, gejala Sakau narkoba jenis shabu dimulai dalam 1-2 hari setelah dosis terakhir, dan bertahan hingga tiga bulan.

Lamanya proses gejala putus obat akan bervariasi tergantung seberapa banyak dan sering mereka menggunakan obat. (1)

  • Dampak


Dampak jangka pendek dan jangka panjang pada individu

Saat digunakan, semua bentuk Sabu-sabu menghasilkan perasaan kenyamanan dan energi yang semu.

Sehingga pemakai akan cenderung memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih jauh dari yang seharusnya.

Jadi para pemakai dapat merasakan “crash” yang parah atau kehancuran secara fisik dan mental setelah efek obat memudar.

Narkoba jenis Sabu-sabu
Narkoba jenis Sabu-sabu (grid.id)

Karena penggunaan narkoba ini dalam waktu lama mengurangi rasa lapar alami, pengguna akan mengalami penurunan berat badan yang luar biasa.

Efek-efek negatif lainnya : pola tidur yang kacau, hiperaktif, rasa mual, delusi kekuasaan, lebih agresif dan sifat lekas marah.

Efek-efek lain yang mengkhawatirkan: insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, paranoia dan lebih agresif.

Dalam beberapa kasus, mengalami konvulsi yang dapat berakibat kematian.

Kerusakan jangka panjang

Dalam jangka panjang, penggunaan sabu menyebabkan kerusakan yang permanen.

Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung yang tidak teratur yang berakibat kerusakan kardiovaskular atau kematian; dan kerusakan pada liver (hati), ginjal dan paru-paru.

Para pengguna mengalami kerusakan otak, termasuk melemahnya daya ingat dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pemikiran abstrak.

Yang sembuh biasanya disebabkan mengalami ingatan kosong dan ayunan suasana hati yang berlebihan. (4)

  • Penyembuhan


Walaupun gejala bisa menghilang beberapa minggu setelah gejala sakau terakhir, pasien bisa mengalami kesulitan serius mencoba mengatasi gejala psikosis tanpa bantuan orang lain.

Kecanduan dan gejala sakau Sabu-sabu tergolong sangat sulit untuk ditanggulangi, terutama melalui terapi mandiri.

Satu-satunya cara terbaik untuk mencapai pemulihan sepenuhnya adalah dengan melaporkan diri ke rumah sakit atau tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi Sabu-sabu.

Dengan begitu, ia akan melalui rencana perawatan komprehensif.

Terapi rehab akan berbeda tergantung dari masing-masing individu.

Namun, jika gejala sakau sabu dianggap cukup parah, mungkin akan ada tindakan penanganan lanjutan, seperti:

1. Pengobatan psikosis menggunakan obat-obatan antipsikotik

2. Pengobatan depresi yang berjalan lebih dari dua minggu dengan antidepresan

3. Pengobatan gangguan kecemasan dengan obat penenang non-benzodiazepine

4. Pengobatan mania yang berlangsung lebih dari dua minggu dengan obat antimanik (lithium)

5. Obat tidur selama 1-2 minggu

6. Pengawasan penuh terhadap kecenderungan bunuh diri.

Semua proses rehabilitasi harus dipantau oleh seorang medis profesional. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi
Nama Zat Metamfetamina
Ciri Berwarna putih, berbentuk bubuk, kristal, atau cair jika ditambah dengan air, tidak berbau, dan berasa pahit
Dampak Sulit tidur atau insomnia, depresi, nafsu makan menurun, suhu tubuh meningkat beserta tekanan darah dan detak jantung, hingga dapat menyebabkan disfungsi otak


Sumber :


1. hellosehat.com
2. thegorbalsla.com
3. www.duniabebasnarkoba.org
4. www.duniabebasnarkoba.org








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved