TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ada beberapa faktor penyebab retaknya sebuah hubungan antarpasangan, satu di antaranya adalah perselingkuhan.
Kaum pria menjadi pihak yang paling sering diidentikkan sebagai pelaku perselingkuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ada istilah-istilah pria hidung belang, buaya darat, sampai kucing garong untuk menyebut pria yang gemar berselingkuh.
Namun bukan berarti kaum wanita tidak mungkin berselingkuh.
Kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh para perempuan juga banyak terjadi.
Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan para wanita sebenarnya tidak kalah banyak ketimbang yang dilakukan oleh kaum pria.
Perselingkuhan itu bisa terjadi dalam bentuk selingkuh secara emosional, sampai yang paling parah selingkuh secara fisik.
Ada tanda atau kondisi seorang wanita yang diyakini rentan untuk berselingkuh.
Dikutip oleh Instisari dari thetalko.com, setidaknya ada delapan ciri-ciri atau kondisi seorang perempuan yang kerap tidak kuat menahan godaan untuk berselingkuh.
1. Wanita yang tidak dipedulikan pasangannya
Sebuah studi menjelaskan bahwa jika seorang perempuan tidak merasa dicintai atau dipedulikan, maka ia akan cenderung mencari tempat lain untuk membangun hubungan yang tidak ia dapatkan dalam hubungan ‘utamanya’.
Hal ini agak berbeda dengan alasan seorang pria berselingkuh yang kebanyakan bertujuan untuk mendapatkan kepuasan secara instan.
Sedangkan seorang wanita melakukan perselingkuhan untuk alasan lain, yang lebih cenderung pada urusan emosional.
Perselingkuhan ini bisa sangat sederhana, misalnya membutuhkan seorang pria yang memeluknya, memegang tangannya, menggosok kakinya, atau sekadar untuk bercerita.
2. Wanita yang tidak mendapatkan kepuasan
Stereotipe lain adalah bahwa wanita selalu menginginkan lebih banyak 'kepuasan', meski sebenarnya hal itu tidak sepenuhnya salah.
Perempuan sering tidak puas dengan apa yang mereka miliki di depannya dan mungkin berusaha untuk mencapai gagasan lain yang lebih bisa mengisi rasa 'haus akan kepuasan-nya'.
Beberapa wanita juga memiliki harapan yang utopis atau tidak realistis.
Perlu diingat, bahwa kebutuhan seorang wanita tidak hanya sekadar urusan seksual belaka.
3. Punya rekam jejak sering berselingkuh
Sedikit orang percaya bahwa selingkuh itu disebabkan karena faktor genetika yang ada pada tubuhnya.
Namun kenyataannya, dalam beberapa kasus hal itu memang kerap terjadi.
Ciri dari genetika ini biasanya akan sulit untuk diubah.
Misalnya ketika seorang wanita pernah selingkuh, kemudian karena ketahuan dia meminta maaf dan mengatakan akan berubah.
Namun ketika mendapat kesempatan lagi untuk berselingkuh, tidak menutup kemungkinan dia akan mengulangi hal yang sama.
Baca: Dari Seni Jalanan Tarian Khas Jawa Tengah Ini Naik Kelas ke Keraton Surakarta, Begini Sejarahnya
Baca: Bom Waktu Menunggu, Keluarga Polo Bongkar Rahasia Nunung, Pemakai Sejak 1998 hingga Hubungan Gelap
4. Punya problem komunikasi
Komunikasi menjadi faktor penting untuk menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis.
Pasangan yang telah menikah selama beberapa dekade akan mengatakan bahwa komunikasi adalah alasan penting mengapa mereka dapat tetap bersama dalam waktu yang lama.
Ketika seorang wanita memiliki masalah komunikasi dengan pasangannya, maka ia akan cenderung mencari komunikasi di tempat lain.
Dalam sebuah penelitian yang meneliti orang dewasa baik dalam hubungan yang setia maupun tidak, seorang psikoterapis M Gary Neuman menemukan bahwa mereka yang setia rata-rata berbicara dengan pasangannya 30 sampai 60 menit per hari.
Sementara yang suka berselingkuh atau hubungannya kurang harmonis, rata-rata mereka hanya berbicara dengan pasangannya kurang dari lima menit per hari.
Ingat, komunikasi juga investasi keutuhan rumah tangga jangka panjang.
Jangan sampai wanita mencari jalan lain, awalnya hanya curhat lama-lama sampai selingkuh fisik.
5. Wanita yang pernah diselingkuhi
Kondisi yang satu ini kerap terjadi di sekitar kita.
Apabila seorang mengetahui pasangannya berselingkuh, maka dia juga ingin melakukan hal yang sama.
Banyak wanita yang mengatakan bahwa hal itu merupakan satu-satunya cara untuk memperbaiki perasaan ‘dianiaya’ setelah disakiti oleh pasangan mereka karena diselingkuhi.
Mereka membutuhkan rasa kesetaraan.
Apabila seorang pria menyakiti wanita, maka wanita yang ia sakiti akan menyakiti balik pria tersebut dan kemudian ia akan merasa lebih baik.
6. Wanita pembosan
Kehidupan yang statis selama bertahun-tahun dapat menyebabkan seorang wanita menjadi jenuh atau bosan.
Memang hal ini tidak berlaku untuk semua wanita, namun kerap terjadi.
Misalnya seorang istri yang selalu di rumah selama bertahun-tahun dan tidak pernah diajak keluar oleh suaminya.
Ketika ada orang lain yang mengajak keluar atau jalan-jalan, saat wanita merasa bosan tentu akan menjadi hal menarik baginya untuk mengurangi rasa bosan.
Awalnya bisa saja seorang wanita diajak jalan ke mal dan dibelanjakan oleh pria lain barang-barang kesukaannya, namun lama-lama hubungan itu akan semakin serius hingga sampai pada perselingkuhan.
7. Wanita yang lebih sukses daripada pasangannya
Uang seperti pisau bermata dua, begitu juga di dalam sebuah rumah tangga.
Seorang pria sudah biasa menjadi tulang punggung keluarga, namun bagaimana jika keadaannya terbalik?
Dalam beberapa kasus hal ini bisa menjadi sesuatu yang berbahaya jika kedua pihak tidak bisa menyikapinya dengan bijak.
Kebanyakan wanita menyukai pria yang mapan, bahkan lebih mapan dari diriya.
Wanita juga menyukai pria yang mandiri.
Karena itu, menjadi pria yang mapan juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesetiaan pasangan.
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official