Wingko Babat

Asal usul Wingko Babat masih menjadi perdebatan hingga kini. Wingko Babat sebenarnya bukanlah makanan asli Semarang.


zoom-inlihat foto
fffeggg.jpg
Tribunnews.com
Wingko Babat

Asal usul Wingko Babat masih menjadi perdebatan hingga kini. Wingko Babat sebenarnya bukanlah makanan asli Semarang.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wingko Babat adalah makanan khas yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur dan juga terkenal di Semarang, Jawa Tengah.

Wingko babat dibuat dari bahan dasar kelapa, gula, dan tepung ketan yang selanjutnya dicampur dan dimasak dengan cara dipanggang.

Wingko babat memiliki daya simpan dari 1 – 7 hari, tergantung dari takaran bahan yang digunakan. (1)

  • Sejarah #


Asal usul Wingko Babat masih menjadi perdebatan hingga kini.

Wingko Babat sebenarnya bukanlah makanan asli Semarang.

Sejarah mencatat bahwa kue wingko berasal dari kota kecil bernama Babat yang terletak di dekat Tuban, Jawa Timur.

Dari sinilah kemudian kue wingko terkenal dengan nama "wingko babat".

Pada saat ini, Babad atau Babat merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Lamongan.

Website resmi Kabupaten Lamongan menyebutkan bahwa wingko babat adalah salah satu makanan khas Lamongan.

Hal yang sama juga terjadi di Semarang.

Pemerintah Kota Semarang menyatakan bahwa wingko babat merupakan salah satu makanan khas Semarang sehingga ada dua klaim dari dua daerah (Semarang dan Lamongan) terhadap satu makanan khas yang sama, yakni Wingko Babat. (2)

Sejarah telah mencatat bahwa Wingko Babat pertama kali muncul di Semarang sekitar tahun 1946.

Wingko Babat ini pertama kali dibawa oleh seorang wanita bernama Loe Lan Hwa bersama suaminya, The Ek Tjong (D Mulyono).

Mereka beserta kedua anaknya yang masih kecil-kecil, The Giok Kwie (6 tahun) dan The Gwat Kwie (4 tahun), mengungsi dari Kota Babat ke Kota Semarang sekitar tahun 1944.

Pada saat mereka datang ke Semarang belum ada orang yang menjual kue wingko.

Maka pada tahun 1946 mulailah Loe Lan Hwa dengan dibantu suami, The Ek Tjong, membuat dan menjual kue wingko di kota Semarang.

Kue wingko tersebut dijajakan dari rumah ke rumah, di samping dititip-jual di sebuah kios sederhana yang menjual makanan di stasiun kereta api Tawang Semarang.

Setiap kereta berhenti, petugas kios menjajakan kue wingko beserta makanan lainnya kepada penumpang di dalam kereta api. Kue wingko buatan Loe Lan Hwa itu ternyata banyak disenangi warga Kota Semarang.

Untuk memenuhi keingintahuan pembelinya dan sekaligus sebagai kenang-kenangan terhadap kota Babad tempat dia dibesarkan, Loe Lan Hwa menyebut kue buatannya itu sebagai wingko babad.

Kue Wingko Babat buatan Loe Lan Hwa itu pun semakin terkenal dan dicari banyak orang sebagai oleh-oleh dari Semarang.

Dari sinilah kemudian orang mengenal kue Wingko Babat sebagai makanan khas Kota Semarang, walaupun sebenarnya berasal dari Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

  • Resep #


Bahan utama: (3)

  • 500 gram Tepung Ketan yang sudah di ayak halus.
  • 350 gram Gula Pasir Putih, jangan gunakan gula pasir yang berwarna kekuningan karena jenis gula ini masih memiliki aroma tebu yang cukup kuat.
  • Tepung Kanji atau tepung tapioka sebanyak 50 gram.
  • Satu butir Kelapa yang cukup tua diparut dan diambil santan kentalnya sekitar seperempat liter.
  • parutan kelapa muda sebanyak kurang lebih 350 gram.
  • 1 pcs daun pandan segar (dibentuk simpul waktu memasaknya nanti).
  • 1 sendok besar atau sendok makan margarin.
  • Setengah sendok kecil atau sendok teh garam dapur halus beryodium.
  • Setengah sendok teh vanili (bisa memakai yang model bubuk atau pasta)
  • Bahan untuk olesan berupa 1-2 butir kuning telur di campur dengan setengah sendok makan margarin.
  • Kertas minyak atau daun pisang untuk alasnya nanti.

  • Cara Pembuatan
    • Ambil satu panci untuk merebus 250 ml santan kental, setengah garam dapur dan 350 gram gula pasirnya.
    • Aduk semua bahan sampai mendidih.
    • Masukkan daun pandannya.
    • Aduk lagi sampai semua bahan sedikit emngumpal dan agak kental.
    • Ambil satu wadah yang ukurannya cukup besar untuk adonan utama.
    • Masukkan 500 gram tepung ketan, tepung kanji, bubuk vanili, margarin dan 350 gram kelapa parutnya.
    • Campur semua bahan sampai rata.
    • Masukkan sedikit demi sedikit santan dari langkah pertama sambil tetap di aduk.
    • Ulangi sampai santan habis dan adonan sedikit berminyak dan kalis.
    • Ambil loyang yang akan dipakai untuk cetakan Kue Wingko Kelapanya.
    • Alasi terlebih dahulu dengan daun pisang atau kertas minyak yang sudah disiapkan. Ratakan adonan supaya hasilnya nanti bagus.
    • Panaskan oven sampa mencapai suhu 160-170 derajat. Masukkan loyang adonan kedalamnya sampai setengah matang.
    • Olesi kue setengah matang dengan bahan olesannya dan panggang lagi sampai matang dan berwarna kuning kecoklatan.
    •  Setelah matang, angkat dan tunggu Wingko Babatnya dingin terlebih dahulu sebelum dipotong.
    • Anda bisa memotongnya dengan bentuk bundar, persege empat atau bentuk apa saja sesuai dengan kreasi anda sendiri.
    #


  • Harga #


Harga Wingko Babat sangat variatif.

Harga Wingko Babat dijual dimulai dari harga Rp. 2000 hingga Rp. 5000.

Wingko Babat bisa dengan mudah dijumpai di seputaran Semarang dan Lamongan atau dipesan via lapak jual daring.

Wingko Babat tidak hanya rasa santan, kini banyak varian rasa lain seperti keju, cokelat, pandan, stroberi dan berbagai macam lainnya.

fffee
Wingko Babat Mulyono, legendaris. (foto: tribunnews.com)

  • Informasi GiziĀ  #


Kue Wingko Babat mengandung energi sebesar 355 kilokalori, protein 3,2 gram, karbohidrat 51,4 gram, lemak 15,1 gram, kalsium 47 miligram, fosfor 63 miligram, dan zat besi 1,1 miligram. 

Selain itu di dalam Kue Wingko Babat juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kue Wingko Babat, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. (4)

(TribunnewsWiki.com/Haris Chaebar)



Informasi
Nama Makanan Wingko Babat
Asal Indonesia
Bahan Kelapa muda, tepung beras ketan dan gula
   




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Larangan Ban Lengan Pelangi saat

    DFB akan menempuh jalur hukum sehubungan dengan larangan
  • Salem Al-Dawsari

    Salem Al-Dawsari adalah pemain sepak bola profesional berkebangsaan
  • Hong Kyung

    Hong Kyung adalah aktor di bawah naungan J
  • Brigjen Pol. (Purn.) Hariyanto

    Brigadir Jenderal Polisi atau Brigjen Pol. Hariyanto adalah
  • Saleh Al-Shehri

    Saleh Al-Shehri adalah pemain sepak bola berkebangsaan Arab
Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved