Hari Ini Dalam Sejarah: 19 Juli The Seneca Falls Convention Diselenggarakan

Pada 19 Juli The Seneca Falls Convention diselenggarkan yang merupakan konvensi tentang hak-hak perempuan yang diadakan pertama kali di Amerika


zoom-inlihat foto
senexa-falls.jpg
instagram.com/@oboemama731
Women's Right

Pada 19 Juli The Seneca Falls Convention diselenggarkan yang merupakan konvensi tentang hak-hak perempuan yang diadakan pertama kali di Amerika




  • Sekilas #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pada 19 Juli 1848, diselenggarakan konvensi tentang hak-hak perempuan yang diadakan di Wesleyan Chapel, Seneca Falls, New York.

Konvensi tersebut kemudian disebut The Seneca Falls Convention dan merupakan konvensi perempuan pertama yang diadakan di Amerika Serikat.


The Seneca Falls Convention
diadakan selama dua hari pada 19 Juli hingga 20 Juli 1848 dan telah diiklankan pada 11 Juli 1848. (1) 

  • Sejarah #


Pada hari pertama pada tanggal 19 Juli 1848 terdapat sekitar 300 peserta yang mengahdiri The Seneca Falls Convention.

Pada hari pertama hanya kaum perempuan yang diperbolehkan untuk mengikuti acara tersebut dan baru pada hari kedua laki-laki diperbolehkan untuk menjadi peserta konvensi.

Konvensi itu diorganisasikan Lucretia Mott dan Elizabeth Cady Stanton, dua perempuan anggota gerakan penghapusan perbudakan.

Keduanya bertemu pada 1840 saat Konvensi Antiperbudakan Dunia di London.

Lucretia Mott dan Elizabeth Candy Stanton akhirnya bekerja sama dengan Martha Wright, Mary Ann McClintock, dan Jane Hunt, untuk membuat sebuah konferensi perempuan di Seneca Falls pada 1848.

Kelima wanita tersebut yang kemudian menjdai pemrakarsa diselenggarakannya konvensi tentang hak-hak perempuan yang pertama kali di Amerika.

Elizabeth Candy Stanton memulai konvensi dengan menyampaikan pidato yang berisi tentang tujuan dari konvensi diadakan.

“We are assembled to protest against a form of government, existing without the consent of the governed—to declare our right to be free as man is free, to be represented in the government which we are taxed to support, to have such disgraceful laws as give man the power to chastise and imprison his wife, to take the wages which she earns, the property which she inherits, and, in case of separation, the children of her love.”  (2) 

Konvensi kemudian dilanjut untuk membahas resolusi tentang hak-hak perempuan.

Selama dua hari dilakukan diskusi, Deklarasi Sentimen dan 11 resolusi menerima dukungan secara bulat dengan dilakukan beberapa amandemen.

Deklarasi Sentimen sendiri merupakan manifesto dari Konvensi Seneca Falls yang menggambarkan keluhan dan tuntutan perempuan.

Diungkapkan terutama oleh Elizabeth Cady Stanton yang menyerukan kepada perempuan untuk memperjuangkan hak mereka yang dijamin secara konstitusional sebagai warga negara AS.

Terinspirasi oleh Deklarasi Kemerdekaan, Deklarasi Sentimen menegaskan kesetaraan perempuan dalam politik, keluarga, pendidikan, pekerjaan, agama dan moral.

Sedangkan 11 daftar resolusi disampaikan untuk menuntut kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Dalam diskusi yang dilakukan saat Konvensi Sneca Falls, satu-satunya resolusi yang tidak bisa diterima adalah resolusi kesembelilan yang berbicara tentang ‘hak pilih’ untuk perempuan.

Stanton mengungkapkan jika perempuan haruslah diizinkan untuk memilih dalam pemilihan.

Namun, pemikiran Stanton tersebut tidak mendapatkan banyak persetujuan dari majelis hingga akhirnya seorang abolisionis (pejuang penghapusan perbudakan) yang terkenal, Frederick Douglass, mengemukakan pendapatnya.

Menurut Douglass, semua perempuan, termasuk budak, berhak untuk memiliki hak kebebbasan.

Douglass juga menegaskan bahwa ‘Hak Pilih’ merupakan kekauatan untuk memilih penguasa dan membuat undang-undang sebagai penjamin hak kebebasan lainnya dapat terjamin.

Berkat pendapat yang disampaikan oleh Frederick Douglass tersebut, mayoritas suara akhirnya menyetujui resolusi kesembilan tentang ‘Hak pilih’ .

Hingga pada akhirnya, resolusi kesembilan berlanjut menjadi landasan gerakan hak pilih perempuan. (3)

  • Reaksi Terhadap The Seneca Falls Convention #


Terdapat banyak reaksi dari warga New York maupun Amerika lainnya tentang The Seneca Falls Convention.

Ada yang mendukung ada juga yang berpendapat skeptic tentang pemberian hak pilih terhadap perempuan.

Hingga pada tahun-tahun berikutnya, para pemimpin terus melakukan kampanye untuk menyuarakan hak-hak perempuan  yang dilakukan di acara-acara nasional.

Para reformis sering merujuk pada Deklarasi Sentimen ketika mereka berkampanye untuk hak-hak perempuan.

Antara tahun 1848 dan 1862, para peserta Konvensi Seneca Falls menggunakan Deklarasi Sentimen untuk mengajukan petisi kepada Negara dan Badan Legislatif nasional, dan berusaha untuk meminta mimbar dan pers atas nama perempuan.

Setelah 72 tahun perjuangan yang terorganisir, semua wanita Amerika akhirnya mencapai hak yang sama dengan pria di kotak pemungutan suara ketika, pada tahun 1920, wanita memenangkan hak untuk memilih dengan disahkannya Amandemen ke-19 terhadap Konstitusi A.S. (4)

(Tribunnewswiki.com/Ami heppy)

Jangan lupa untuk subscribe channel YouTube Tribunnewswiki.com

 



Nama The Seneca Falls Convention
nickname Women's Right Convention
Timeline 19 Juli 1848
Tempat Wesleyan Chapel, Seneca Falls, new York
   


Sumber :


1. mediaindonesia.com
2. www.loc.gov
3. nationalwomenshistoryalliance.org
4. www.history.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved