Bulan

Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh Bumi dan merupakan benda angkasa paling dekat dari Bumi dan merupakan satelit terbesar kelima di sistem Tata Surya


zoom-inlihat foto
bulan-purnama.jpg
lapan.go.id
Ilustrasi Bulan Blood Moon

Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh Bumi dan merupakan benda angkasa paling dekat dari Bumi dan merupakan satelit terbesar kelima di sistem Tata Surya




  • Ciri Fisik #


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki oleh Bumi dan merupakan benda angkasa paling dekat dari Bumi.

Sebutan lain untuk Bulan dalam bahasa Inggris modern selain moon adalah lunar yang berasal dari bahasa Latin Luna.

Sebutan lainnya yang kurang umum adalah selenic dari bahasa Yunani Kuno Selene (Σελήνη) yang kemudian menjadi dasar penamaan Selenografi atau ilmu yang mempelajari tentang Bulan.

Bulan juga menjadi benda kedua yang paling terang kedua setelah Matahari jika dilihat dari Bumi dengan magnitudo Bulan -12,7, sedangkan magnitudo Matahari -26,4.

Bulan adalah satelit kelima terbesar di Tata Surya setelah Ganymede, Titan, Callisto, dan Io.

Diameternya Bulan adalah 3.476 km atau sepertiga dari diameter Bumi, dan memiliki massanya sebesar 7,35 x 10^22 kg.

Jarak rata-rata Bulan dari Bumi adalah sejauh 384.403 km sehingga Bulan seolah memiliki ukuran yang sama dengan Matahari.

Karena ukuran Bulan dan Matahari di langit Bumi terlihat sama mengakibatkan adanya gerhana Matahari.(1)

Gerhana Matahari cincin
Gerhana Matahari cincin (lapan.go.id)

  • Permukaan Bulan #


Bulan dapat dilihat cukup jelas dari Bumi tanpa harus menggunakan teleskop atau binokular.

Sekilas permukaan Bulan tampak datar dan halus.

Padahal permukaan Bulan tidak rata, berbukit-bukit dan memiliki banyak kawah.

Karakteristik permukaan tersebut mempengaruhi tingkat kecerahan Bulan jika dilihat dari bumi.

Daerah yang tampak lebih terang memiliki permukaan yang berbukit-bukit dan penuh kawah, sedangkan daerah yang lebih gelap adalah permukaan yang memiliki sedikit kawah.

Perbedaan kecerahan di permukaan Bulan juga diakibatkan karena perbedaan material batuan yang terkandung di kawasan tersebut.

Batuan yang berada di bagian dataran tinggi berupa anorthosit yang mengandung kalsium dan aluminum silikat.

Sedangkan batuan yang menyusun bagian dataran rendah adalah basalt yaitu lava beku yang banyak mengandung besi, magnesium, dan titanium silikat. (1)

Kawah Aristarchus di Bulan
Kawah Aristarchus di Bulan (nasa.gov)

  • Atmosfer Bulan #


Banyak yang mengira Bulan tidak mempunyai atmosfer atau hampa udara.

Padahal sebenarnya Bulan memiliki atmosfer yang sangat tipis sehingga tekanan udaranya sangat rendah.

Tiap meter persegi permukaan Bulan mengandung 2 milyar molekul udara dengan kerapatan hanya 1/100 triliun atmosfer Bumi dan hanya memiliki massa total atmosfer sebesar 10 ton.

Atmosfer Bulan hanya ada pada malam hari, sedangkan di siang hari dominasi partikel-partikel angin Matahari yang berkecepatan tinggi menyebabkan molekul-molekul udara Bulan terhalau ke antariksa.

Angin Matahari adalah partikel-partikel energetik yang dihembuskan Matahari ke seluruh penjuru secara kontinu, 95 % diantara berupa proton dan elektron.

Sisanya adalah ion positif dari isotop Helium-3, Helium-4, Neon-20, Neon-21, Neon-22 dan Argon-36.

Jumlah proton Matahari yang diterima Bulan tergantung pada posisi Bulan terhadap Bumi dan magnetosfer Bumi.

Dari 27 hari periode revolusi Bulan 18 hari diantaranya menempatkan Bulan berada di luar magnetosfer Bumi.

Sedangkan proton Matahari yang diterima permukaan Bulan dalam tiap meter kubik mencapai 100 ribu hingga 200 ribu butir, bergerak dengan kecepatan bervariasi antara 450 hingga 650 m/detik.

Sementara dalam 5 hari selanjutnya Bulan melintas dalam magnetosfer Bumi sehingga tak satupun proton Matahari terdeteksi.

Dan pada 4 hari sisanya Bulan melintas di batas magnetosfer Bumi sehingga proton Matahari mampu menjangkau permukaan Bulan namun pada kecepatan yang jauh lebih rendah.(2)

Terdapat dua alasan mnegapa atmosfer di bulan sangat tipis, pertama tidak adanya aktivitas vulkanik dan yang kedua adalah massa Bulan yang terlalu kecil.

Aktivitas vulkanik merupakan salah satu penghasil gas dan pembentuk atmosfer di masa awal pembentukannya.

Selain itu, karena massa Bulan terlalu kecil sehingga gaya gravitasi yang dihasilkan tidak cukup untuk menahan gas-gas yang terbentuk.

Kecepatan lepas di Bulan hanyalah 2,4 km/detik, jika dibandingkan di Bumi yang sebesar 11,2 km/detik.

Dengan kecepatan lepas sekecil itu gas yang ada di Bulan dapat bergerak lepas tanpa pengaruh gravitasi sehingga tidak ada udara di permukaan Bulan.(1)

  • Infografis Bulan #


Kondisi Bulan yang memiliki atmosfer tipis menyebabkan banyak benda angkaa yang mengarah ke Bulan baik berukuran besar maupun kecil dapat langsung menabrak permukaan Bulan tanpa hambatan.

Berbeda dengan Bumi, dimana jika terdapat benda angkasa masuk ke atmosfer maka akan mengalami gesekan dan terbakar di udara sebelum sampai ke permukaan Bumi.

Peristiwa berpijarnya benda asing yang masuk ke atmosfer Bumi disebut sebagai meteor.

Keadaan tersebut yang menyebabkan adanya banyak kawah yang ditemukan di Bulan.(1)

Baca: 6 Insiden yang Hampir Gagalkan Misi Apollo 11 ke Bulan, Kebakaran hingga Neil Amstrong Hampir Tewas

Baca: Perayaan 50 Tahun Misi Apollo 11, Ini Kronologi Tim Neil Armstrong hingga Jejakkan Kaki di Bulan

  • Fase Bulan #


Bulan bergerak mengelilingi atau berevolusi terhadap Bumi dengan periode 27,3 hari.

Periode revolusi Bulan sama dengan periode rotasi Bulan, sehingga wajah Bulan yang terlihat dari Bumi akan selalu tetap dan kita tidak dapat melihat wajah Bulan yang membelakangi Bumi.

Lintasan orbit Bulan tidak berhimpit dengan orbit revolusi Bumi melainkan menyilang sebesar 5,2 derajat, sehingga setiap bagian Bumi dapat melihat fase Bulan purnama atau gerhana Bulan secara bergantian.

Dalam perjalanannya mengelilingi Bumi, posisi Bulan relatif berubah terhadap Matahari dan Bumi sehingga bagian terang di Bulan yang terlihat dari Bumi berbeda secara periodik.

Perubahan fase tersebut membutuhkan waktu 29,5 hari atau disebut dengan periode sinodis.

Dalam rentang waktu tersebut Bulan terbit pada waktu yang berbeda setiap harinya.

Apabila Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari tidak dapat dilihat dari Bumi sehingga Bulan tidak dapat diamati.

Bulan baru atau Bulan yang berada pada fase mati akan terbit bersamaan dengan Matahari.

Setelah fase tersebut Bulan dilihat dari Bumi tampak berbentuk sabit.

Selanjutnya Bulan akan mengalami fase setengah awal atau kuartir awal dengan arak sudut antara Bulan dan Matahari adalah 90 derajat.

Dari fase setengah awal, bagian yang terang di wajah Bulan akan terus bertambah hingga akhirnya mencapai fase purnama atau Bulan terlihat bulat penuh pada umur antara 14 – 15 hari.

Pada fase purnama Bulan akan terbit bersamaan dengan terbenamnya Matahari.

Setelah itu wajah Bulan yang terang akan berkurang hingga setengah, kemudian berbentuk dan akhirnya kembali menjadi fase Bulan baru atau mati.

Karena dapat diamati dengan jelas fase Bulan dapat dimanfaatkan sebagai penanda waktu dalam sistem kalender.

Ada banyak sistem kalender yang didasarkan pada Bulan, dua diantaranya adalah sistem kalender Islam dan Jawa dimana jumlah hari dalam satu bulan ditentukan dari periode sinodis Bulan.

Dalam kedua sistem kalender tersebut terdapat 12 bulan dalam setahun yang masing-masing bulannya terdiri dari 29 atau 30 hari.

Di kalender Jawa, bulan pertama memiliki 30 hari dan bulan berikutnya memiliki 29 hari, begitu seterusnya secara bergantian hingga bulan ke-12.

Sedangkan di kalender Islam jumlah hari dalam sebulan ditentukan dari perhitungan usia Bulan sehingga bisa saja terdapat dua bulan yang berurutan memiliki jumlah hari yang sama.(1)

Bulan sabit dan penampakan Venus
Bulan sabit dan penampakan Venus (nasa.gov)

  • Interaksi Bulan dan Bumi #


Sebagaimana dinyatakan dalam Hukum Newton bahwa benda bermassa akan menghasilkan pengaruh gravitasi bagi benda-benda lain, Bumi dan Bulan juga melakukan interaksi karena adanya gravitasi.

Super Blue Moon
Super Blue Moon (nasa.gov)

Pengaruh gravitasi Bumi menyebabkan Bulan bergerak mengelilingi Bumi dan posisi bagian inti Bulan tidak tepat berada di pusatnya.

Sedangkan pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan semua materi yang ada di Bumi seperti daratan, atmosfer, dan air mengalami gaya tarik ke arah Bulan.

Gaya tarik Bulan mengakibatkan ketinggian permukaan air laut berubah secara periodik.

Perubahan tersebut biasa disebut dengan pasang naik (ketinggian air laut bertambah) dan pasang surut (ketinggiannya berkurang).

Secara umum pasang naik terjadi apabila Bulan berada di meridian, sedangkan pasang surut akan terjadi ketika Bulan berada di horizon.

Pasang naik maksimum akan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, yaitu pada saat terjadinya Bulan mati atau purnama.

Pada saat tersebut air laut mengalami gaya tarik oleh gravitasi Bulan dan Matahari sekaligus.

Gravitasi Bulan juga berpengaruh positif terhadap iklim di Bumi.

Dengan adanya Bulan kemiringan sumbu rotasi Bumi relatif tetap sepanjang masa sehingga iklim di Bumi juga relatif stabil.

Interaksi Bumi dan Bulan juga mengakibatkan terjadinya perlambatan rotasi Bumi dan bertambahnya jarak Bumi dan Bulan.

Hal tersebut disebabkan karena adanya gesekan yang terjadi antara air laut dengan daratan pada peristiwa pasang naik air laut.

Rotasi Bumi mengalami perlambatan sebesar 1,5 milidetik setiap abadnya dan akibatnya Bulan bergerak menjauhi Bumi sebesar lebih dari 3 cm setiap tahunnya.

Dengan demikian jutaan tahun dari sekarang periode rotasi Bumi akan sama dengan periode rotasi dan revolusi Bulan sehingga wajah yang sama dari Bulan dan Bumi akan selalu berhadapan.(1)

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)

Untuk terus update informasi tribunnewswiki.com, ikuti kami di:

Instagram @tribunnewswiki

Fanpage Facebook Tribunnews Wiki

Youtube TribunnewsWiki Official

 



   


Sumber :


1. duniaastronomi.com
2. langitselatan.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved