Sekilas #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Palang pintu merupakan kesenian khas Betawi yang memadukan silat dan pantun.
Palang pintu menjadi simbol bahwa pengantin pria tidak bisa serta merta langsung menikahi perempuan.
Untuk menjadi suami, perlu diuji ketangkasan dan kemampuan mengaji terlebih dahulu.
Hal ini merupakan filosofi Betawi, yang berarti seorang pengantin pria harus dipastikan dulu kualitas dan kemampuannya untuk memimpin rumah tangga.
Pemeran dan Tahapan Palang Pintu #
Tradisi palang pintu dilakukan oleh beberapa orang.
Berikut adalah pemeran dalam tradisi palang pintu.
- Dua jagoan pihak perempuan
- Satu jagoan pihak laki-laki
- Satu orang juru pantun dari masing-masing pihak
- Tiga pembaca shalawat dustur
- Satu pembaca sike
- Tim musik yang memainkan Rebana Kecimpring.
Adapun untuk melakukan palang pintu terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Shalawat dustur, beklai (silat), dan lantun sike. (1)
Syarat Bagi Pihak Pengantin Pria #
Untuk memenuhi tradisi buka palang pintu, pihak dari pengantin laki-laki perlu memenuhi dua persyaratan.
Pertama, pihak pengantin laki-laki harus mampu mengalahkan jawara pengantin perempuan.
Pada pertarungan silat, sudah diatur sedemikian rupa agar dimenangkan oleh pihak pengantin pria.
Kedua, pihak laki-laki harus lancar membaca Al-Quran.
Prosesi ini disebut dengan lantun sike.
Lagu yang dibawakan dalam lantun sike biasanya berupa sholawat.
Setelah semua syarat terpenuhi, pengantin pria baru boleh memasuki rumah pengantin perempuan.
Jenis Silat yang Digunakan #
Pada tradisi palang pintu, silat yang digunakan adalah silat Cingkrik.
Sekilas gerakan silat Cingkrik mirip seperti tarian.
Akan tetapi, Silat Cingkrik memiliki kelebihan berupa kecepatan gerak tangan dan kaki.
Silat Cingkrik ini memiliki dua fungsi.
Pertama, sebagai sarana untuk membela diri.
Kedua sebagai hiburan, kemudian dipraktikan dalam tradisi palang pintu.
Perlengkapan #
Rebana
Ketimpring
Petasan
Kembang kelapa
Sirih dare
Seragam anggota
Golok
Toya (tongkat silat) (2)
Roti Buaya #
Dalam prosesi seserahan, roti buaya adalah hal yang wajib dibawa pengantin pria.
Roti buaya merupakan simbol kesiapan laki-laki untuk memulai rumah tangga.
Hal itu sesuai dengan sifat buaya yang hanya kawin dengan satu pasangan saja.
Selain itu, buaya juga memiliki arti bahwa pengantin pria akan melibas semua tantangan dan cobaan dalam rumah tangga.
Awal mula penggunaan roti ini ketika era penjajahan Belanda.
Kala itu, roti merupakan makanan yang paling mewah bagi orang Betawi.
Roti hanya dimakan orang Belanda, sementara orang Betawi kala itu memakan umbi-umbian. (1)
Perkembangan #
Seiring dengan berkembangnya zaman, palang pintu tidak hanya dipentaskan dalam pernikahan.
Palang pintu terkadang dipentaskan dalam acara besar Provinsi DKI Jakarta, atau acara nasional.
Bahkan di Jakarta rutin digelar festival palang pintu.
Festival ini biasanya diadakan bertepatan dengan ulang tahun Kota Jakarta.
Tujuannya adalah untuk melestarikan tradisi palang pintu agar tetap eksis di tengah perkembangan dunia. (3)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)
Untuk terus update informasi tribunnewswiki.com, ikuti kami di:
Instagram @tribunnewswiki
Fanpage Facebook Tribunnews Wiki
Youtube TribunnewsWiki Official
| Nama | Palang Pintu |
|---|
| Klasifikasi | Tradisi |
|---|
| Penggunaan | Pernikahan |
|---|
| Asal (khas) | Jakarta |
|---|
Sumber :
1. muda.kompas.id
2. digilib.uin-suka.ac.id
3. www.indonesiakaya.com