TRIBUNNEWSWIKI.COM - Film 'The Lion King (2019)' mulai tayang di Indonesia, Rabu (17/7/2019).
Film 'The Lion King' ini merupakan hasil remake atau pembuatan ulang dari film Disney tahun 1994 dengan judul yang sama, ke bentuk animasi live action.
Nah sebelum menonton film ini ada baiknya Anda membaca beberapa fakta dan review seperti yang telah Tribunnewswiki rangkum dari berbagai sumber:
1. Versi cerita yang lebih 'gelap' daripada versi 1994
Dikutip dari News.com.au, cerita 'The Lion King (2019)' sendiri sedikit berbeda dari versi aslinya, meski narasi dan karakter dibuat sebisa mungkin sama.
Beberapa adegan dan karakter justru diperluas.
Baca: Beyonce Tampil bareng Blue Ivy di Video Klip Spirit Soundtrack The Lion King
Seperti halnya kawanan hyena yang jauh lebih mengancam dan menyeramkan sehingga kurang pas untuk tontonan anak kecil.
Jadi 'The Lion King (2019)' adalah versi yang lebih gelap dibanding versi aslinya.
2. Efek sinematografi yang keren
Animasi komputer dalam film ini sangat mengesankan karena dibuat agar tampak seperti nyata (realistis).
Kemajuan teknologi yang tinggi membuat 100 menit penggambaran savana Afrika dan keindahannya yang menakjubkan, tanpa menggunakan satu frame pun dari cuplikan tempat yang nyata.
Bahkan ketepatan detail dalam setiap karakter dan benda sangat mengagumkan, dari kerutan di kulit gajah hingga rumput di tanah semuanya sangat detail.
Anda dapat melihat otot-otot yang bergerak ketika singa berlarian.
Anda dapat melihat bagaimana cahaya yang cantik menyinari tanah dan pepohonan, ini semua berkat karya sinematografer terkenal Caleb Deschanel.
Baca: The Lion King (1994)
3. 'Hilang'nya sentuhan emosi
Karena The Lion King dibuat tampak seperti nyata, ini berarti wajah para karakternya tidak terlalu ekspresif (kecuali Timon dan Pumbaa).
Hasilnya Anda kehilangan begitu banyak sentuhan emosi yang sebelumnya kita dapat di versi yang lawas.
Memang sulit untuk menghubungkan hewan yang realistis dnegan imajinasi, bahkan ketika mereka berbicara dan bernyanyi.
Ada pula kendala untuk membedakan karakter antara hewan-hewan dari spesies yang sama.
Misalnya, mustahil untuk membedakan Nala dari Sarabi dan singa-singa betina lainnya, kecuali saat mereka berbicara.
Baca: Durasi Film The Lion King Live Action Terungkap, Lebih Lama dari Film Original-nya
4. Beberapa lagu dan tarian di versi lawas tak dimunculkan
Banyak lagu dan tarian di versi asli tak ditampilkan di 'The Lion King', seperti lagu dan tarian 'I Just Can’t Wait to be King'.
Ada sekitar 20 persen bagian lagu yang dikurangi untuk mengakomodasi efek realisme.
Ini membuat rasanya jadi datar, dan menghilangkan kesan bersinarnya 'The Lion King' versi asli.\
5. The Lion King bukan tontonan untuk anak-anak?
Jika ingin memperkenalkan cerita ini ke anak-anak itu bisa jadi hebat, namun ada kemungkinan Anda akan membuat trauma sebagian besar anak berusia lima tahun.
Menurut review di laman media Australia ini, 'The Lion King (2019)' bukan untuk anak kecil.
Tetapi jika itu untuk merebut kembali hati orang dewasa yang dulu menonton versi aslinya, bisa dibilang film ini gagal.
Baca: Disney Umumkan Tanggal Perilisan Album Soundtrack Film The Lion King, Ada 19 Lagu dalam Daftar
6. Tanggapan kritikus film
Meskipun sama sekali bukan film yang buruk, The Lion King akan lebih baik jika mencoba menjadi film sendiri dengan melakukan sesuatu yang berbeda dalam hal cerita dan karakter seperti versi aslinya.
Dikutip dari The Guardian,pada dasarnya, Lion King versi baru ini sangat dekat dengan versi aslinya, sehingga tentu saja dapat ditonton dan dinikmati.
Lion King yang baru dengan berani mempertahankan dialog-dialog yang terkenal dari film pertama.
Namun hewan pemburu atau pemakan daging disajikan secara moral setara dengan herbivora.
Ini tentunya sangat irasional dan bertentangan dengan kenyataannya.
Situs review film seperti IMDb dan Rotten Tomatoes memberi nilai rendah pada 'The Lion King (2019)'.
IMDb hanya memberi nilai 5.3 dari skala 10, sementara Rotten Tomatoes memberi nilai 59%.
Sinopsis film
Film The Lion King mengambil tempat di hutan savana Pride Rock, tempat lahirnya raja rimba masa depan.
Tapi tidak semua orang di kerajaan merayakan kedatangan calon pewaris takhta tersebut.
Scar, saudara lelaki dari King Mufasa sekaligus mantan pewaris takhta memiliki rencana sendiri.
Pride Rock kemudian diwarnai konflik pertempuran dan penghianatan yang menghasilkan.
Setelah kematian Mufasa, Simba melarikan diri dari kerajaan hanya untuk mempelajari arti sebenarnya tentang keberanian dan tanggung jawab.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 17 Juli 1955 Disneyland Pertama Kali Dibuka
Simba hidup menjelajah savanna dan dengan bantuan dua temannya, Simba mencari tahu bagaimana cara untuk mengambil kembali apa yang menjadi miliknya. (2)
Pada (10/4/2019), akun youtube Walt Disney Studios telah merilis trailer terbaru dari film The Lion King.
Film The Lion King disutradari oleh Jon Favreau dan Brenda Chapman sebagai penulis skenario.
The Lion King menggunakan teknologi sinematografi virtual seperti pada film The Jungle Book, tapi dengan tingkat yang lebih tinggi.
Photorealistic computer-generated animation merupakan teknologi yang digunakan untuk produksi film.
Berikut trailer film The Lion King:
(TribunnewsWiki.com/Ekarista)
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWIKI Official: