TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pagelaran Blibli Indonesia Open 2019 baru saja digelar, Selasa (16/7/2019).
Blibli Indonesia Open 2019 digelar di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli.
Selain menyediakan hadiah prestisius yang mencapai Rp 17 miliar, turnamen BWF World Tour Super 1000 juga didesain dengan megah dan spektakuler.
Konsep tersebut tidak lain dibuat untuk mempertahankan predikat Indonesia Open sebagai turnamen bulutangkis terbaik di dunia.
Indonesia Open sudah sejak 2017 berturut-turut dinobatkan oleh BWF sebagai turnamen bulutangkis dengan penyelenggaraan terbaik.
Dilansir dari bolasport.com, Indonesia Open sudah pernah menampilkan konsep sportainment, namun kini ingin lebih maju dengan menonjolkan sisi art.
"Awalnya, kami yang menampilkan konsep sportainment. Kini, kami ingin selangkah lebih maju," kata Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2019 .
"Kami akan menyajikan konsep berbeda dengan menonjolkan sisi art. Tempat makanan yang ada sekarang dibuat untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat. Paling tidak, ada dua hal pembeda pada tahun ini."
"Pelanggan kami lebih fokus kepada keluarga. Berdasarkan pengalaman di Bandung, event badminton disukai anak muda, kaum milenial. Kami menangkap momen tersebut," imbuh Budiharto.
Selain memuaskan penonton, atlet di Blibli Indonesia Open 2019 juga dipuaskan saat mereka diantar jemput dengan mobil BMW 740i karena merupakan official partner turnamen tersebut.
Walaupun dipuaskan dengan hal tersebut, namun ternyata ada satu hal yang membuat atlet merasa tidak puas dalam pagelaran Blibli Indonesia Open 2019 ini.
Yaitu tidak adanya hawkeye, yang digunakan ketika para atlet ingin meminta chalenge atau review tempat jatuhnya shutlecock.
Hawkeye adalah sistem teknologi Instant Replay System (IRS) yang membantu wasit dalam pertandingan ketika salah satu pemain tidak terima dengan keputusan hakim garis tentang poisisi in atau out shutlekock.
Ternyata teknologi dan kamera hawkeye yang akan digunakan di Blibli Indonesia Open 2019 ini salah kirim ke negara Tiongkok.
Hal itu disampaikan Bambang Rudianto Humas selaku Kasubid Hubungan Luar Negeri PBSI, di akun twitternya.
Karena tidak adanya hawkeye di Blibli Indonesia Open 2019 ini, atlet tidak bisa menggunakan chalenge ketika tidak setuju dengan keputusan hakim garis.
Kemungkinan hawkeye sendiri akan tetap dikirim menyusul untuk Blibli Indonesia Open 2019 walaupun pelaksanaan turnamennya sudah mulai hari ini.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)
Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWiki