Ulasan Singkat #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Andaliman yang memiliki nama latin zanthoxylum acanthopodium merupakan rempah yang masuk dalam suku jeruk-jerukan.
Jenisnya termasuk bunga-bungaan dalam keluarga citrus.
Aroma yang dihasilkan rempah ini pun menyerupai aroma buah lemon.
Andaliman adalah rumpun jeruk-jerukan mengandung vitamin C dan E alami yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh.
Tumbuhan Andaliman juga mengandung senyawa minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti mikroba.
Rempah yang berbentuk butiran mirip lada ini memiliki kandungan hydroxy-alpha-sanshool sehingga menimbulkan rasa getir, kelu atau kebal pada lidah.
Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal sebagai 'merica batak' karena memang rempah ini begitu terkenal di Sumatera Utara.
Masakan khas Batak Toba seperti arsik (ikan bumbu kuning), saksang (gulai daging babi), hingga mi gomak menggunakan andaliman sebagai bumbu penyedap.
Pada sajian sambal, andaliman juga kerap digunakan untuk menambah rasa pedas. (1)
Morfologi dan Habitat #
Andaliman merupakan salah satu jenis rempah-rempah dan tumbuhan liar.
Di Indonesia, andaliman tumbuh liar di pegunungan dengan ketinggian 1400 meter dari permukaan laut pada temperature 15-18 derajat Celsius.
Andaliman merupakan tumbuhan semak, tegak, dan mampu tumbuh hingga ketinggian 5 meter (rata-rata 2-4 meter).
Secara morfologi, batang hingga daun andaliman ditumbuhi duri.
Batang dan cabangnya merah, kasar, beralur, berbulu halus dan berduri.
Daunnya tersebar, bertangkai, majemuk menyirip beranak daun gasal, serta mengandung kelenjar minyak.
Rakis bersayap, permukaan bagian atas, bagian bawah rakis, dan anak daun berduri.
Biasanya anak daun andaliman sekitar 3 sampai 11 anak daun, berbentuk jorong hingga oblong, ujungnya meruncing tepi bergerigi halus.
Permukaan atas daun berkilat dan permukaan bawah hijau muda atu pucat.
Daun muda permukaan atas hijau dan bagian bawah hijau kemerahan.
Bunganya tumbuh di ketiak dengan jenis majemuk terbatas.
Dasar bunganya rata atau berbentuk kerucut, memiliki 5-7 kelopak bebas, berwarna kuning pucat dengan 5-6 benang sari yang berada di dasar bunga, kepala sari berwarna kemerahan.
Putiknya berjumlah 3-4 dengan bakal buah apokarp atau menumpang. (2)
Buahnya tumbuh kecil-kecil secara bergerombol.
Buah muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah ketika matang dan menghitam ketika sudah mengering.
Selain dikenal di Indonesia, khususnya di daerah Sumatera Utara sebagai bumbu masakan. (3)
Selain di Indonesia, secara geografis tanaman ini juga banyak tumbuh di daerah Cina dan Himalaya.
Berdasarkan penelitian Benedicta Lamria Siregar (2012) pada majalah ilmiah ‘Media Unika’, mengemukakan bahwa biji andaliman sulit berkecambah.
Petani biasanya tidak memperbanyak sendiri tanaman ini, namun menggunakan bibit liar.
Petani percaya bahwa perkecembahan biji andaliman disebabkan oleh burung, bahkan bergantung pada burung. (4)
Andaliman juga populer di kawasan Asia Timur dan Asia Selatan, seperti China, Jepang, Korea dan India. (3)
Dalam bahasa Mandarin andaliman disebut huajiao (lada bunga).
Orang Jepang mengenalnya sebagai sansho, sedangkan di Korea dikenal sebagai sanchonamu atau chopinamu.
Orang Tibet, Nepal, Bhutan, dan India juga mengenal bumbu ini. Dalam bahasa Inggris nama yang paling populer adalah sichuan pepper, dengan variasi lain adalah chinese pepper, japanese pepper, aniseed pepper, sprice pepper, chinese prickly-ash, fagara, sansho, nepal pepper, dan indonesian lemon pepper.
Menurut A Hasairin, dalam tesis Program Pascasarjana IPB berjudul “Etnobotani Tanaman Rempah dalam Makanan Adat Masyarakat Batak Angkola dan Mandailing”, tumbuhan ini merupakan jenis yang sangat dekat kekerabatannya dengan Zanthoxylum piperitum yang banyak ditemukan di daratan Tiongkok, serta Zanthoxylum stimulans yang banyak dijual di Eropa. (2)
Baca: Anggrek Bulan
Jenis-jenis #
Selain Zanthoxylum acanthopodium, terdapat pula jenis-jeniss lain yang masih berkerabat dengan andaliman dan umumnya juga digunakan sebagai bumbu boga, antara lain:
- Zanthoxylum fagara (Afrika Subsahara, Amerika Selatan)
- Zanthoxylum simulans (Taiwan)
- Zanthoxylum armatum (Nepal)
- Zanthoxylum rhesta (India)
- Zanthoxylum piperitum (Jepang)
- Zanthoxylum acanthopodium, Zanthoxylum nitidum, Zanthoxylum rhetsa, Zanthoxylum avicennae (Indonesia) (3)
Kandungan dan Manfaat #
Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masak terutama untuk masakan tradisional suku Batak, sebagian masyarakat menggunakan andaliman sebagai tuba untuk mempermudah menangkap ikan.
Dari beberapa penelitian, seperti dikutip dari perkebunan.litbang.pertanian.go.id, andaliman terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Minyak atsiri dari buah andaliman terdiri atas beberapa senyawa terpen seperti geraniol, linalool, dan limonen, yang telah dilaporkan bersifat antioksidan.
Selain itu, serbuk buah andaliman mampu menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas fluorescens.
Sedangkan ekstrak heksan buah andaliman metode maserasi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus stearothermophilus, Aspergillus flavus, Penicillium, dan Fusarium.
B Widiastuti dari Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, meneliti aktivitas antioksidan dan immunostimulan ekstrak buah andaliman.
Hasil studinya menyebutkan ekstrak andaliman, dapat menurunkan jumlah radikal bebas pada sel limfosit akibat serangan paraquat.
Ekstrak andaliman juga mampu meningkatkan produksi radikal bebas makrofag yang digunakan dalam proses fagositosis.
Dapat dikatakan andaliman mempunyai aktivitas antioksidan dan immunostimulan. (2)
Kandungan antioksidan dan antrimikroba yang terdapat dalam andaliman, membuatnya memiliki potensi untuk dijadikan pengawet alami dan menggantikan pengawet sintetik yang cenderung berbahaya bagi kesehatan.
Dalam sektor pertanian dan perkebunan, buah andaliman juga dapat digunakan untuk insektisida dan menghambat pertumbuhan hama bubuk jagung dari serangga Sitophilus zeamais. (3)
Pelestarian #
Sejauh ini, andaliman banyak dimanfaatkan sebagai bumbu khususnya oleh masyarakat Sumatera Utara dan tidak sedikit pula orang yang mengirim andaliman tersebut keluar daerah Sumatera Utara untuk diperdagangkan.
Jika pemanfaatan andaliman tersebut tidak seimbang dengan upaya pelestarian tanaman andaliman, maka tanaman andaliman akan punah.
Faktor kerusakan habitat seperti penebangan pohon andaliman di daerah Sumatera Utara untuk kawasan perumahan adalah faktor utama dalam ancaman kepunahan tanaman tersebut.
Andaliman merupakan tanaman khas asal Sumatera Utara.
Andaliman yang banyak dilestarikan oleh masyarakat Sumatera Utara adalah Zanthoxylum acanthopodium dan Zanthoxylum armatum.
Banyak masyarakat luar Sumatera Utara yang akan mencoba melestarikannya, namun andaliman ini tidak mampu hidup lama di luar daerah Sumatera Utara karena tidak sesuainya kondisi tanahnya.
Oleh karena itu, hingga saat ini andaliman ini hanya mampu hidup di Sumatera Utara saja, belum ada cara untuk melestarikan andaliman ini agar bisa hidup di seluruh daerah Indonesia.
Upaya untuk terus mempertahankan tanaman andaliman tersebut terus dilakukan.
Namun, tidak banyak masyarakat di Sumatera Utara yang melakukan kegiatan usahatani andaliman untuk meningkatkan pertumbuhan dan propduksi tanaman andaliman.
Hal ini disebabkan karena kurangnya modal dari masyarakat untuk melakukan kegiatan tersebut.
Beberapa masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut dengan cara pembibitan tanaman andaliman, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, lalu panen. (5)
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Niken)
Jangan lupa subscribe channel YouTube TribunnewsWIKI Official ya!
| Nama | Andaliman |
|---|
| Kingdom | Plantae |
|---|
| Superdivisi | Angiospermae |
|---|
| Divisi | Spermatophyta |
|---|
| Kelas | Dicotyledonae |
|---|
| Subkelas | Rosidae |
|---|
| Ordo | Rutales |
|---|
| Famili | Rutaceae |
|---|
| Genus | Zanthoxylum |
|---|
| Spesies | Zanthoxylum acanthopodium DC |
|---|
Sumber :
1. www.cnnindonesia.com
2. www.satuharapan.com
3. rimbakita.com
4. www.greeners.co
5. blogs.uajy.ac.id