Tentang #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rigel adalah bintang raksasa berwarna biru yang merupakan bintang paling terang di rasi bintang Orion (Si Pemburu).
Di Indonesia, nama Orion dikenal sebagai Waluku (Bintang Bajak).
Rasi bintang Orion adalah rasi bintang yang paling mudah ditemukan di langit malam.
Selain Rigel, ada pula Rigel B dan Rigel C.
Rigel berjarak sekitar 870 tahun cahaya dari matahari dan 47.000 kali lebih terang.
Rigel adalah bintang variabel (kecerahan bervariasi) dan dianggap sebagai bintang tipe Alpha Cygni.
Alpha Cygni adalah nama ilmiah untuk Deneb, bintang prototipe untuk variabilitas kecerahan semacam ini. (1)
Bintang bermassa tinggi seperti Rigel menghabiskan bahan bakar mereka dengan laju yang jauh lebih cepat daripada bintang yang lebih kecil, akibatnya usia mereka hanya beberapa juta tahun.
Rigel baru berusia sekitar 8 juta tahun dan telah kehabisan pasokan hidrogen pada intinya.
Sementara matahari kita sudah berumur 4,5 miliar tahun, akan terus memadukan hidrogen pada intinya selama 5 atau 6 miliar tahun ke depan.
Karena ukurannya yang besar dan kecerahannya diperkirakan Rigel akan berakhir menjadi supernova suatu hari.
Selama beberapa juta tahun ke depan, Rigel akan berkembang ke ukuran yang lebih besar, menjadi supergiant merah dan akhirnya bisa meledak sebagai supernova.
Saat meledak sebagai supernova, Rigel akan menjadi objek paling terang di langit malam selain dari bulan. (2)
Baca: Gerhana Matahari
Baca: Bintang
Etimologi #
Dalam tradisi Arab kuno, sosok Orion dikenal sebagai 'Jauzah'.
Nama 'Jauzah' ini yang menginspirasi nama untuk Rigel, 'rigl al-gabbar', yang berarti 'Kaki Milik Sang Agung'.
Nama itu kemudian menjadi asal untuk beberapa nama alternatif lain, di antaranya adalah 'Algebar' dan Elgebar.
Penamaan 'Rigel' berawal pada 1252, saat muncul di tabel astronomi yang disponsori oleh Raja Alfonso X dari Castile, yang dikenal sebagai Tabel Alfonsine.
Di Australia barat daya, orang-orang Wotjobaluk Koori mengenal Rigel sebagai Yerrerdet-kurrk, ibu mertua Totyerguil (Altair).
Jarak antara Rigel dan Altair melambangkan sebuah tabu ketika seorang pria yang terlalu dekat dengan ibu mertuanya.
Di Australia utara, orang-orang Wardaman mengenal Rigel sebagai Unumburrgu, Pemimpin Kanguru Merah.
Dalam tradisi ini, semua bintang lain di Orion adalah alat dan rombongan Pemimpin Kanguru Merah, dengan Ya-jungin (Betelgeuse), yang dikenal sebagai 'Kedipan Mata Burung Hantu', mengawasi proses tradisi. (3)
Mitologi & Sejarah #
Secara historis, bintang paling terang di sebuah rasi bintang menerima julukan sebagai Alpha, yang paling terang kedua adalah Beta, dan seterusnya.
Sistem ini tidak digunakan untuk bintang dalam rasi bintang Orion.
Sebaliknya, Betelgeuse bintang merah adalah Alpha Orionis, dan Rigel adalah Beta.
Tapi sebenarnya Rigel adalah bintang yang lebih cerah.
Penyimpangan ini terjadi mungkin karena Betelgeuse adalah bintang variabel dan telah diketahui pernah mendekati Rigel dalam hal kecemerlangan.
Rigel menerima sebutan Beta Orionis dari astronom Jerman Johann Bayer pada awal 1600-an, yang berupaya mensistematisasikan konvensi penamaan.
Mungkin Betelgeuse benar-benar lebih cerah di sekitar waktu ini.
Namun, saat ini, Rigel mengalahkan Betelgeuse.
Rigel secara intrinsik lebih terang dari Betelgeuse.
Jika Rigel dan Betelgeuse ditempatkan pada jarak yang berdekatan, Rigel akan mengalahkan Betelgeuse yang perkasa lebih dari 400 persen.
Nama Rigel berasal dari frasa bahasa Arab yang sering diterjemahkan sebagai The Left Foot of the Central One.
Meskipun Orion digambarkan sebagai raksasa atau pendekar dalam banyak budaya, dalam bahasa Arab asli Rigel merujuk pada domba hitam dengan bercak putih.
Jadi dalam bentuk aslinya, Rigel adalah kaki kiri seekor domba.
Namun, sekarang, banyak orang mengenal Rigel sebagai kaki kiri Orion sang Pemburu.
Mitologi yang terkait dengan Rigel jarang dan tidak jelas.
Hubungan yang paling menarik adalah dalam mitologi Nordik, yang kadang-kadang mengidentifikasikan Orion dengan Orwandil (juga Orvandil, Aurvandil, Earendel, dan lainnya).
Menurut beberapa orang, Orwandil sedang bepergian dengan temannya, dewa Thor, ketika jempol kakinya membeku dalam insiden penyeberangan sungai.
Thor mematahkan jempol beku itu dan melemparkannya ke langit, di mana itu menjadi bintang yang kita lihat sebagai Rigel.
Dalam beberapa variasi, jempol kaki Orwandil lainnya menjadi Alcor yang samar di Ursa Major. (4)
Lokasi #
Untuk menemukan Rigel, temukan rasi bintang Orion di langit malam arah selatan.
Lalu cari tiga bintang sejajar di langit atas kepala.
Tiga bintang sejajar itu adalah bintang-bintang sabuk Orion yang paling mudah untuk ditemukan.
Lalu tarik garis imajiner sekitar 90 derajat ke atas dari sabuk Orion.
Di sanalah bintang Rigel yang berwarna kebiruan berada. (5)
Lokasi Rigel adalah:
Asensio rekta: 5 jam 14 menit 32,3 detik
Deklinasi: -8 derajat 12 menit 6 detik
Right ascension atau asensio rekta adalah istilah astronomi yang dikaitkan dengan sistem koordinat ekuator, merupakan salah satu dari dua koordinat bola langit pada sistem koordinat ekuator.
Koordinat lainnya adalah deklinasi.
Declination atau deklinasi adalah istilah astronomi yang dikaitkan dengan sistem koordinat ekuator.
Deklinasi merupakan salah satu dari dua koordinat bola langit pada sistem koordinat ekuator.
Koordinat lainnya adalah asensio rekta. (6)
(TribunnewsWiki/Indah)
Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWIKI Official
| Nama Bintang | Rigel |
|---|
| Rasi Bintang | Orion |
|---|
| Asensio rekta | 05j 14m 32,272d |
|---|
| Deklinasi | ?08° 12? 05,91? |
|---|
| Kecepatan Radial | 20,7 km/s |
|---|
| Jarak | sekitar 800 tahun cahaya |
|---|
| Massa | 17 M? |
|---|
| Radius | 78 R? |
|---|
| Luminositas | 66.000(bolometrik) L? |
|---|
| Suhu | 11.000 K |
|---|
Sumber :
1. www.space.com
2. www.solarsystemquick.com
3. www.astronomytrek.com
4. earthsky.org
5. ilmugeografi.com
6. ruangangkasaluas.blogspot.com