Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Genjer atau biasa disebut juga paku rawan merupakan tumbuhan yang hidup di tanah berair seperti rawa, empang, atau sawah.
Tanaman yang memiliki nama latin limnocharus flava ini baik daun, bunga, atau batangnya biasa dimanfaatkan sebagai sayuran yang kaya serat.
Genjer memiliki daun yang dilapisi oleh lilin dan batang berongga, seperti kebanyakan tanaman air.
Budidaya tanaman genjer bisa dilakukan secara vegetative, yakni dengan salur ataupun secara generative atau menggunakan biji.
Penyebaran tanaman genjer secara berlebihan akan membuatnya menjadi gulma, karena genjer biasanya hidup di areal persawahan dengan tanaman utama padi.
Meski begitu, tanaman genjer sebenarnya tidak terlalu mengganggu, bahkan para petani biasa memanfaatkannya sebagai sayuran yang kaya akan serat. (1)
Sejarah #
Genjer kerap diidentikkan dengan rakyat jelata, sebab tanaman yang sebelumnya dikenal sebagai gulma ini pertama dikonsumsi oleh masyarakat yang terpinggirkan.
Karena keadaan ekonomi yang begitu sulit, masyarakat terpaksa memasak genjer yang biasa dijadikan pakan itik sebagai santapan lezat bagi mereka.
Karena genjer merupakan tanaman yang sangat mudah ditemui di daerah rawa, maka orang-orang yang tidak memiliki uang untuk membeli bahan makanan kerap memanfaatkannya sebagai sayuran.
Meski begitu, saat ini stigma genjer mulai berubah.
Genjer kini sudah menjelma menjadi sayuran favorit bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama mereka yang hanya mengonsumsi sayur dan buah atau vegetarian.
Genjer juga bisa dibeli di pasar tradisional, bahkan di toko swalayan meski jumlahnya masih terbatas.
Genjer biasa dijadikan tumisan, lalapan, campuran gado-gado, bahkan kerap menjadi pengganti kangkung. (2)
Ciri-ciri Genjer #
Genjer merupakan tanaman yang hidup di permukaan perairan dangkal dengan akar yang masuk ke dalam lumpur, sehingga tidak mengapung.
Tinggi tanaman genjer bisa mencapai setengah meter dengan daun yang tegak atau miring.
Genjer memiliki batang yang panjang dan berrongga, seperti tanaman air pada umumnya dengan bentuk helai yang bervariasi.
Genjer memiliki mahkota bunga yang berwarna kuning dengan diameter sekitar 1.5 cm dengan kelopak berwarna hijau.
Akar yang tumbuh ke dalam tanah berfungsi untuk memperkuat diri serta mengambil air dan garam mineral dari dalam tanah.
Sementara itu, batang dan daun genjer berfungsi menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis dan mengeluarkan air melalui proses respirasi.
Daun genjer berbentuk pipih bilateral berlapis lilin dan memiliki warna hijau. (3)
Kandungan Gizi Genjer #
Meski pada awalnya identik dengan rakyat jelata, namun tanaman genjer ternyata memiliki sejumlah kandungan gizi dan manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan.
Dalam 100 gram genjer, mengandung kalori sebesar 399 kkal, protein1,7 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 7,7 gram, serat 0,95 gram.
Genjer juga mengandung mineral antara lain kalsium 62 mg, fosfor 33 mg, zat besi 17.97 mg, kalium 300,46 mg, natrium 3,13 mg, magnesium 2,81 mg, zn 1,28 mg dan tembaga 0,613 mg.
Sementara itu, daun dan bunga genjer juga mengandung zat kardenolin, flavonoida dan polifenol. (4)
Manfaat Genjer #
Karena mengandung berbagai zat gizi, genjer juga memiliki manfaat yang cukup banyak bagi tubuh apabila dikonsumsi.
Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari genjer seperti dapat meremajakan sel-sel tubuh.
Kandungan protein dalam tanaman genjer berperan dalam membantu memproduksi sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang sudah tidak berfungsi lagi.
Kandungan lemak dan karbohidrat dalam genjer juga bisa menjadi sumber energi dalam tubuh.
Karbohidrat dan lemak merupakan asupan yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan energi selain protein.
Genjer juga dapat memperkuat tulang karena mengandung kalsium.
Pada anak-anak, kalsium berfungsi untuk pembentukan tulang, sedangkan bagi orang dewasa berfungsi untuk memperkuat tulang dan mengurangi risiko terkena osteoporosis serta menghilangkan rasa ngilu pada persendian.
Tidak sampai di situ, genjer juga dapat mencegah kanker colon dan sembelit.
Kanker colon terjadi akibat pola makan yang tidak benar, karena mengandung serat yang cukup tinggi, maka genjer mampu melancarkan pencernaan.
Genjer juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker karena kandungan polifenolnya.
Polifenol dalam genjer berperan sebagai antioksidan sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.
Sementara itu, kandungan mineral dalam genjer sangat penting untuk tubuh karena berguna untuk metabolisme, keseimbangan kadar air, serta kesehatan tulang.
Mineral juga berperan ke dalam ratusan fungsi kecil lainnya untuk mendukung kesehatan tubuh. (5)
Kontroversi #
Selain identik dengan keberadaan rakyat jelata, genjer juga kerap dikaitkan dengan lagu 'genjer-genjer' yang sangat dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Padahal menurut Asvi Warman Adam, lagu 'Genjer-genjer' adalah lagu rakyat Banyuwangi yang terkenal sejak 1962 setelah diberi notasi music oleh M Arief dan dilagukan Bing Slamet.
Sekitar 1965, lagu 'Genjer-genjer' kemudian diaransemen untuk paduan suara oleh bagian kebudayaan CC PKI bersama lagu daerah lainnya.
Sebenarnya bukan 'Genjer-genjer' saja yang diubah aransemennya oleh PKI untuk paduan suara mereka, ada juga beberapa lagu lainnya.
Namun yang paling lekat dengan PKI adalah lagu 'Genjer-genjer', hingga lagu tersebut diidentikkan dengan PKI dan sempat dilarang pada era Orde Baru. (6)
(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)
Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official
| Nama | Genjer |
|---|
| Nama Lain | Paku Rawan |
|---|
| Nama Latin | imnocharis flava |
|---|
| Kategori | Sayuran |
|---|
| Ekosistem | Perairan dangkal |
|---|
Sumber :
1. jakarta.litbang.pertanian.go.id
2. manfaat.co.id
3. www.satuharapan.com
4. jakarta.litbang.pertanian.go.id
5. jakarta.litbang.pertanian.go.id
6. jabar.tribunnews.com