Danarto

Danarto dikenal sebagai seorang sastrawan yang cukup fenomenal di negeri ini. Danarto lahir di Sragen. Jawa Tengah pada 27 Juni 1940 dari keluarga sederhana. Ayah Danarto, Jakio Harjodinomo adalah seorang mandor pabrik gula Mojo, Sragen, sedangkan sang ibu, Siti Aminah adalah seorang pedagang batik di pasar.


Natalia Bulan Retno Palupi

Danarto
Kompas.com
Budayawan, Danarto. 

Danarto dikenal sebagai seorang sastrawan yang cukup fenomenal di negeri ini. Danarto lahir di Sragen. Jawa Tengah pada 27 Juni 1940 dari keluarga sederhana. Ayah Danarto, Jakio Harjodinomo adalah seorang mandor pabrik gula Mojo, Sragen, sedangkan sang ibu, Siti Aminah adalah seorang pedagang batik di pasar.




  • Kehidupan Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Danarto dikenal sebagai seorang sastrawan yang cukup fenomenal di negeri ini.

Danarto lahir di Sragen, Jawa Tengah pada 27 Juni 1940 dari keluarga sederhana.

Ayah Danarto, Jakio Harjodinomo adalah seorang mandor pabrik gula Mojo, Sragen, sedangkan sang ibu, Siti Aminah adalah seorang pedagang batik di pasar.

Danarto menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Zainab Luxfianti pada 1986.

Namun setelah berrumah tangga selama 15 tahun, Danarto dan Siti Zainab bercerai.

Karya-karya Danarto dinilai mengandung pesan spiritual yang dalam. (1)

Danarto meninggal dunia setelah mengalami luka parah karena tertabrak pengendara sepeda motor di Jalan Juanda, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada 10 April 2018.

Sebelum meninggal dunia, Danarto yang mengalami luka parah di bagian kepala sempat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Danarto juga sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit UIN Jakarta karena letaknya yang tidak jauh dengan lokasi kecelakaan. (2)

Danarto meninggal diusia ke-77 tahun.

Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Ngasem, Karangmalang, Sragen Jawa Tengah.

Seperti permintaan Danarto, ia dimakamkan persis di samping makam sang ibunda dan di selatan makam ayahnya.

Proses pemakaman berlangsung khidmat.

Puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Nisan” dibacakan oleh Pin Wiyanto sebagai tanda penghormatan terakhir kepada Danarto. (3)

Danarto 1
Danarto. (sastracerpen.com)

  • Riwayat Pendidikan


Semasa kecil, Danarto menempuh pendidikan di sebuah sekolah dasar di Sragen.

Lulus dari SD pada 1954, Danarto melanjutkan ke SMP di Sragen juga sampai 1958.

Danarto sempat menempuh pendidikan SMA di Solo dengan konsentrasi di bidang sastra ada 1958.

Namun belum genap setahun, Danarto pindah ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) sampai ia lulus pada 1961.

Saat ini, ASRI sudah berganti nama menjadi Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) yang setara dengan SMA.

Pada 1976, Danarto juga mendapat kesempatan untuk mengikuti International Writing Program di Lowa, Amerika Serikat. (4)

  • Riwayat Karier


Bakat Danarto sebagai seorang sastrawan sudah terlihat semasa usianya masih sangat belia.

Tulisan pertama Danarto pertama kali dimuat di majalah Si Kuncung pada 1958, ketika Danarto masih duduk di bangku SMP.

Nama Danarto mulai dikenal luas di kalangan sastrawan ketika cerpennya yang berjudul “Rintik” dimuat oleh Majalah Horison pada 1968.

Selain aktif menulis cerpen, sebagai alumni seni rupa, Danarto juga dikenal sebagai seorang pelukis.

Pada 1959, bersama Soenarto Pr, Mulyadi W, Syahwil, Handogo, dan Wardoyo, Danarto mendirikan Sanggar Bambu.

Sanggar Bambu ini kerap mengadakan berbagai pameran lukisan, seni rupa, teater, musik, hingga seni tari.

Danarto pernah menjadi dosen Institut Kesenian Jakarta selama 11 tahun sejak 1973 sampai 1984.

Ia juga pernah menjadi seorang wartawan di majalah Zaman selama enam tahun sejak 1979 sampai 1985.

Pada 1968, Danarto sempat bekerja menjadi Karyawan Media Komunikasi di Taman Ismail Marzuki sampai 1974.

Baca: Iwan Fals

Baca: Chairil Anwar

Baca: Willibrordus Surendra Broto Rendra

Selain itu, Danarto juga sempat bekerja sebagai tukang poster di Taman Ismail Marzuki sampai 1975.

Danarto juga aktif di dunia teater, ia adalah seorang penata pentas pagelaran teater Bengkel Teater WS Rendra, Teater Kecil Aridin C Noer, pementasan-pemantasan Ikranegara, dan pagelaran tari Sardono W Kusumo.

Danarto sempat keliling Eropa bersama Sardono untuk mementaskan pagelaran tari “Dongeng Dari Dirah” dalam rangka Festival Fantastique pada 1974.

Selain Eropa, Danarto juga sempat pergi ke Osaka, Jepang, untuk mengikuti Expo ’70.

Beberapa pengalaman Danarto lain yaitu pernah mengikuti International Poetry Reading di Roterdam, Belanda.

Danarto juga pernah menulis naskah drama dan membantu tata artistic film seperti Mutiara dalam Lumpur pada 1972 dan Suci Sang Primadona pada 1977.

Kumpulan cerpen Danarto yang diberi judul “Godlob” telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul Abracadabra oleh Harry Aveling, seorang pengamat sastra Indonesia dari Australia.

Beberapa cerpen karya Danarto juga telah diterjemahkan ke berbagai Bahasa seperti Prancis dan Belanda.

Danarto juga telah mendapat berbagai penghargaan atas karya-karya yang telah dilahirkannya.

Oleh berbagai kalangan, Danarto disebut-sebut sebagai pembaharu dalam dunia sastra karena karya-karyanya yang menampilkan berbagai eksperimen.

Pembaharuan yang dilakukan oleh Danarto tidak hanya dalam segi temanya saja, tapi juga dari segi penyajiannya.

Di dalam cerpen-cerpen karya Danarto hadir unsur puisi, musik, dan seni lukis sehingga tampak efek puitis, musikal, dan artistik dekoratif.

Selain itu, di dalam karya-karya Danarto juga hadir muatan moral patheistis yang meyakini bahwa segala-galanya merupakan penjelmaan Tuhan.

Kritikus sastra memposisikan Danarto sebagai cerpenis kebatinan atau sufi berfaham Wahdatul Wujud sebagai dasar kepercayaannya.

Karya-karyanya merupakan kiasan kaum kebatinan, yang luar biasa dinamikanya dan daya imajinasinya. (5)

Danarto 2
Danarto, Sastrawan. (http://www.nu.or.id)

  • Karya


Godlob, kumpulan cerpen, 1975

Obrok Owok-owok, Ebrek Ewek-ewek, drama, 1976

Bel Geduweh Beh, drama, 1976

Adam Ma'rifat, kumpulan cerpen, 1982

Orang Jawa Naik Haji, catatan perjalanan ibadah haji, 1984

Berhala: Kumpulan Cerita Pendek, 1987

Gergasi, kumpulan cerpen, 1993

Gerak-Gerak Allah, kumpulan esai, 1996

Asmaraloka, novel, 1999

Setangkai Melati di Sayap Jibril, kumpulan cerpen, 2001

Kacapiring, 2008

Cerpen-cerpennya pernah diterjemahkan oleh Harry Aveling dalam buku Abracadbra (Singapura, 1978), dan dimasukkan dalam From Surabaya to Armageddon (Singapura, 1978). (6)

  • Penghargaan


Hadiah dari majalah Horison tahun 1968 untuk cerpennya “Rintrik”.

Hadiah Sastra dari dari Dewan Kesenian Jakarta dan Hadiah dari Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1982 atas cerpennya “Adam Makrifat”.

Hadiah dari Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1987 atas kumpulan cerpennya Berhala.

Penghargaan SEA Write Award dari Kerajaan Thailand tahun 1988. (7)

(TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe channel Youtube TribunnewsWIKI Official



Info Pribadi
Nama Danarto
Lahir Sragen, Jawa Tengah, 27 Juni 1941
Meninggal Jakarta Selatan, 10 April 2018
Makam Tempat Pemakaman Umum Ngasem, Karangmalang, Sragen
Riwayat Pendidikan SD Sragen, 1954
SMP Sragen, 1958
SMA Solo bagian sastra, 1958
Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta, 1958 – 1961
International Writing Program, Lowa, Amerika Serikat, 1976  
Riwayat Karier Cerpenis
Pemain dan Penulis Teater
Pelukis
Dosen Institut Kesenian Jakarta
Wartawan Majalah Zaman
Karyawan Media Komunikasi Taman Ismail Marzuki
Pendiri Sanggar Bambu  
Keluarga
Ayah Jakio Harjodinomo
Ibu Siti Aminah
Pasangan Siti Zainab Luxfiati


Sumber :


1. ensiklopedia.kemdikbud.go.id
2. jakarta.tribunnews.com
3. hot.detik.com
4. ensiklopedia.kemdikbud.go.id
5. ensiklopedia.kemdikbud.go.id
6. ensiklopedia.kemdikbud.go.id
7. www.izbio.id


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2019 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved