Akademi Kepolisian

Akademi Kepolisian atau disingkat Akpol merupakan lembaga pendidikan bagi calon perwira Polri.


zoom-inlihat foto
akpol.jpg
Instagram: @humas_akpol
Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Akademi Kepolisian, Sabtu (01/06/2019), di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian.

Akademi Kepolisian atau disingkat Akpol merupakan lembaga pendidikan bagi calon perwira Polri.




  • Tentang Akpol #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akademi Kepolisian atau sering disingkat Akpol adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri.

Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri).

Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan.

Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya. (1)

  • Visi Akpol #


Menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan polisi profesional, cerdas, bermoral, dan modern yang berwawasan dan berstandar internasional (World Class Police Academy) (1)

  • Misi Akpol #


1. Menyelenggarakan pendidikan pambentukan perwira Polri melalui kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan secraa bertahap dan berkesinambungan pada setiap tingkat pendidikan.

2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkait dengan bidang kepolisian.

3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan bidang kepolisian.

4.Menyelenggarakan tata kelola institusi yang berorientasi pada pelayanan prima dan berkembang menjadi pusat unggulan (center of excellence).

5. Mengembangkan kerjasama dan jejaring kerja dengan berbagai lembaga di dalam dan luar negeri. (1)

  • Sejarah #


Tonggak berdirinya Akpol telah dimulai setelah proklamasi kemerdekaan RI.

Beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan, para cendikiawan Indoneisa mengambil alih kekuasaan pendidikan dari tangan kependudukan Jepang.

Tidak terkecuali "Jawea Keisatsu Gakka", sekolah kependidikan polisi di masa itu.

Kemudian, Jawea Keisatsu Gakka diganti menjadi Sekolah Polisi Negara RI di Sukabumi.

Sekolah inilah yang nantinya menjadi cikal bakal Akpol.

Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI.

Dengan demikian, Sekolah Polisi Negara di Sukabumi, yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta, berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian.

Pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M.

Kemudian, tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian.

16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian.

Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun.

Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA.

Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing.

Selain itu, ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita di atas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ”Bhineka eka Bhakti” menjadi lambang Polri “Tribrata”.

Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI.

Akhirnya, perubahan terjadi pada logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2003, dengan diresmikannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar.

Penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana–Kretakarma–Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma–Bijaksana–Ksatria”.

Selain itu, pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata. (2)

  • DIT Akademik #


Direktur Akademik Akpol disingkat Dir Ak, dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pelaksanaan pendidikan serta pembentukan Perwira Polri bertugas:
1. Menyelenggarakan penyusunan dan perumusan kurikulum Akademi Kepolisian.
2. Mengkaji dan mengembangkan kurikulum Akademi Kepolisian dalam proses sistem pembelajaran Taruna dan Siswa.
3. Dalam pelaksanaan tugasnya Direktur Akademik dibantu oleh Kabag Bindik, kabag Jarlat, Koorgadik dan 6 (enam) Kabid lain.

BAGIAN PEMBINAAN DAN PENDIDIKAN

Bagian ini bertugas menyelenggarakan pembinaan pendidikan termasuk didalamnya pengelolaan dosen eksternal, bahan ajar, kalender pendidikan serta sistem informasi akademik.

BAGIAN PENGAJARAN DAN LATIHAN
Bagian ini bertugas menyelenggarakan pengelolaan pengajaran kelas dan luar kelas, penjadwalan, ujian dan pengawasan ujian.

KOORGADIK
Bagian ini mengelola para tenaga pendidik / gadik internal akademi kepolisian.

KAUR MUSTAKA
Bagian ini mengelola perpustakaan dan materi hanjar yang diupload dan menjaga sarana dan prasarana buku yang ada di perpustakaan.

BIDANG FILSAFAH DAN TRADISI
Bidang ini menyelenggarakan tugas pengelolaan materi falsafah kepolisian tribrata dan catur prasetya Polri serta tradisi kebanggaan Akpol.

BIDANG JASMANI
Bidang ini menyelenggarakan tugas pengelolaan kemampuan fisik dan penilaian tes kesehatan jasmani para peserta didik baik Taruna maupun Siswa akademi kepolisian.

BIDANG PROFESI DAN TEKNOLOGI
Bidang ini menyelenggarakan tugas pengelolaan materi dan bahan ajar fungsi teknis kepolisian dan materi kuliah yang berkiatan dengan teknologi kepolisian.

BIDANG HUKUM
Bidang ini menyelenggarakan tugas pada pengelolaan materi kuliah hukum sekaligus sebagai rujukan dalam pembuatan berbagai peraturan terkait penyelenggaraan kelembagaan.

BIDANG PENGETAHUAN SOSIAL
Bidang ini menyelenggarakan tugas sebagai pengelola materi kuliah ilmu pengetahuan sosial serta penelitian taruna.

BIDANG MANAJEMEN
Bidang ini menyelenggarakan tugas dalam pengelolaan materi kuliah dan praktek pelatihan manajemen, administrasi serta manajemen operasional kepolisian. (3)

  • DIT Bintarlat #


DIT Bintarlat Akpol memiliki tiga tugas pokok yaitu, pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan.

PENGAJARAN
Pada pelajaran teori menggunakan metode tutorial yang meliputi mini lecture, tanya jawab, diskusi, simulasi, bermain peran, peragaan dan drill.

Pada pelajaran praktek menggunakan metode penugasan, kerjasama, tutorial dan demonstrasi yang dijabarkan / dijadwalkan melalui pembelajaran tatap muka, terstruktur dan mandiri.

PELATIHAN
Pelatihan Akpol menggunakan sistem bertingkat, berlanjut, bertahap dan uji coba pelaksanaan.

Tujuan pelatihan adalah:

  • Edukatif : pelatihan bertujuan dapat memberikan pengalaman praktis dalam menghadapi situasi tugas yang riil dan akan ditemui ketika para taruna bertugas sebagai Perwira Polri;
  • Analisa : pelatihan bertujuan melatih kemampuan Taruna Akpol dalam menganalisis berbagai permasalahan terkait dengan pelaksanaan tugas kepolisian;
  • Integratif : pelatihan bertujuan membentuk sikap saling pengertian dalam pola pikir, pola tindak maupun pola sikap dalam ikatan kelompok, dimuali dari tingkat unit kecil sampai dengan tingkat satuan nantinya dilapangan / tempat tugas.
  • Hal ini mengingat diperlukannya satu kebutuhan team work dalam melaksanakan tugas – tugas di lapangan untuk dapat berhasil.

PENGASUHAN
pada pengasuhan diterapkan azas-azas, saling asah, asih dan asuh serta menerapkan metode suri tauladan, partisipasi, pengawasan, observasi dan bimbingan penyuluhan dan bimbingan conseling.

Tujuan pelaksanaan pengasuhan adalah untuk merubah, membentuk, menumbuh kembangkan dan mendewasakan sikap perilaku Taruna yang mahir, terpuji dan patuh hukum serta mampu memahami, mengahayati dan mengamalkan perangkat nilai – nilai dasar yang terkandung di dalam Tribrata dan Catur Prasetya.

Sasaran dari kegiatan pengasuhan adalah:

1. Perubahan sikap mental menuju karakteristik Polisi Sipil melalui penanaman nilai – nilai dasar Tribrata dan Catur Prasetya.

2. Kedewasaan dalam membina kemampuan akademis yang dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu kepolisian serta kemampuan memecahkan permasalahan.

3. Tingkat motivasi dalam membentuk ketrampilan taktik dan teknis kepolisian dalam rangka menghadapi setiap bentuk gangguan kamtibmas yang berkembang di tengah – tengah masyarakat. (4)

Struktur Bintarlat Akpol
Struktur Bintarlat Akpol (akpol.ac.id)


Alamat Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang, Jawa Tengah
Telepon 021 8411680-90
Email info@akpol.ac.id
Instagram humas_akpol
Facebook Humas Akpol


Sumber :


1. akpol.ac.id
2. akpol.ac.id
3. akpol.ac.id
4. akpol.ac.id


Ikuti kami di

ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved