Liliyana Natsir

Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil dengan Butet adalah mantan atlet bulu tangkis ganda campuran asal Indonesia.


zoom-inlihat foto
liliyana-natsir-pensiun.jpg
dok. PBSI (badmintonindonesia.org)
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, saat menyampaikan pidato perpisahannya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Liliyana memutuskan pensiun dan Indonesia Masters 2019 menjadi turnamen terakhirnya.

Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil dengan Butet adalah mantan atlet bulu tangkis ganda campuran asal Indonesia.




  • Masa Kecil #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Liliyana Natsir atau yang akrab dipanggil dengan Butet adalah mantan atlet bulu tangkis ganda campuran asal Indonesia.

Nama Butet merupakan pemberian dari seniornya bernama Muhrini yang berasal dari Batak ketika Liliyana Natsir baru bergabung di PB Tangkas.

Setelah itu, panggilan Butet selalu melekat dengan Liliyana Natsir. (1)

Liliyana Natsir lahir di Manado, 9 September 1985.

Merupakan putri bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis.

Kakak Liliyana Natsir bernama Calista Natsir.

Liliyana Natsir menjadi atlet kebanggaan Indonesia setelah meraih emas ganda campuran bulu tangkis di Olimpiade Musim Panas Rio de Janeiro 2016 berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

  • Awal Karier #


Sejak duduk di SD Eben Heazer 2 Manado, Liliyana Natsir sudah tertarik dengan bulu tangkis dengan bergabung di klub bulu tangkis Pisok, Manado.

Saat itu Liliyana Natsir baru berumur 9 tahun.

Pada 1997, Liliyana Natsir yang berusia 12 tahun diterima di PB Tangkas, Jakarta. (2)

Liliyana Natsir yang masih berumur belia harus merantau dari Manado ke Jakarta untuk menekuni bulu tangkis.

Liliyana Natsir masuk ke pelatnas PBSI pada tahun 2002.

Gelar pertama yang dimenangkan Liliyana Natsir setelah masuk pelatnas adalah Kejuaraan Asia Junior pada tahun 2002 bersama Markis Kido. (3)

Setelah itu Liliyana Natsir fokus bermain di sektor ganda putri.

nova butet
Nova Widianto dan Liliyana Natsir saat memenangi Kejuaraan Dunia 2005 (badmintonottawa.com)

Di tahun 2004, Liliyana Natsir bermain di ganda campuran berpasangan dengan Nova Widianto.

Bersama Nova Widianto, Liliyana Natsir mampu meraih prestasi di Singapore Open 2004 dan menjadi juara dunia bulu tangkis untuk pertama kalinya di tahun 2005.

Sederet prestasi terus ditoreh oleh Liliyana Natsir dan Nova Widianto di antaranya SEA Games (2005, 2007), Juara Taiwan Open (2006), Indonesia Open (2005), Singapura Open (2006), Korea Open (2006) dan Runner-Up All England Open Super Series (2008).

Liliyana Natsir dan Nova Widianto juga kembali menjadi juara dunia untuk kedua kalinya di tahun 2007.

Di tahun 2008 Liliyana Natsir dan Nova Widianto melaju ke final bulu tangkis Olimpiade Beijing 2008.

Sayangnya, Liliyana Natsir dan Nova Widianto harus puas mendapat perak setelah kalah dari pasangan Korea Selatan Lee Yong Dae dan Lee Hyo Jung.

Pasangan ganda campuran Liliyana Natsir dan Nova Widianto berakhir di tahun 2009.

Saat itu Nova Widianto yang berusia 35 tahun memutuskan gantung raket dan meninggalkan dunia bulu tangkis.

Selain Nova Widianto, Liliyana Natsir juga pernah berpasangan dengan Vita Marisa di ganda putri.

Prestasi Liliyana Natsir saat berpasangan Vita Marisa adalah menjadi juara di China Masters 2007, Sea Games 2007 dan Perak Piala Uber 2008. (4)

  • Berpasangan dengan Tontowi Ahmad #


Liliyana Natsir mulai berpasangan dengan Tontowi Ahmad pada tahun 2010.

Alasan mereka dipasangkan adalah usia Tontowi Ahmad yang lebih muda diharapkan mampu mengimbangi permainan Liliyana Natsir.

Setelah dipasangkan, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjuarai SEA Games 2011 di Indonesia, Singapore Open 2011 dan India Open 2011.

Di tahun 2012, pasangan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjuarai turnamen tertua bulu tangkis All England untuk pertama kalinya sejak dipasangkan.

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mampu membuat hatrick dengan kembali menjuarai All England di tahun 2013 dan 2014. (5)

Pada Olimpiade London 2012, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad pulang tanpa medali setelah kalah di perebutan medali perunggu dengan pasangan Denmark, Joachin Fischer Nielsen dan Christinna Pedersen.

Kekalahan tersebut ditebus di tahun 2013, saat Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mampu mendapat gelar juara dunia. (6)

Hingga tahun 2015 pasangan Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mampu meraih lebih dari 10 gelar di ajang BWF di antaranya adalah Swiss Open, Indonesia Master, Macau Open, India Open (2012), India Open, Singapore Open, China Open (2013), Singapore Open, French Open (2014), dan Indonesia Master (2015).

  • Emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 #


Di tahun 2015, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad hanya mampu mendapat dua gelar yaitu Indonesia Masters dan Asian Championships.

Namun di tahun 2016, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mulai memperbaiki performa dan perlahan mampu menjuarai kembali turnamen bulu tangkis.

Dibuktikan ketika mereka menjuarai Malaysia Open 2016 saat mengalahkan pasangan tuan rumah Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying.

Musuh terberat Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad di Olimpiade Rio de Janeiro adalah pasangan Tiongkok Zhang Nan dan Zhao Yunlei.

Pertemuan mereka terjadi di laga semifinal Olimpiade Rio de Janeiro, Selasa (16/8/2016).

Berbekal kemampuan terbaik, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad akhirnya menang dengan skor 21-16, 21-15 pada laga yang berlangsung di Riocentro-Pavilion 4, Rio de Janeiro.

Di laga final, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying dengan skor 21-14, 21-12.

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad akhirnya mampu mempersembahkan medali emas Olimpiade Rio 2016 untuk Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad sangat bahagia hingga tidak mampu mengungkapkan perasaaan mereka.

“Saya tidak bisa berkata-kata lagi yang pasti, medali ini kami persembahkan untuk ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” kata Tontowi seusai pertandingan.

“Lega, bangga, senang. Pokoknya rasanya luar biasa,” ujar Liliyana menambahkan.

  • Pasca Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Pensiun #


Prestasi yang diraih Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad pasca Olimpiade Rio de Janeiro 2016 antara lain Juara China Open, Juara Hongkong Open (2016) dan France Open (2017).

Pada tahun 2017 Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad meraih gelar pertama kalinya di ajang Indonesia Open.

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad juga mendapatkan kembali gelar juara dunia di 2017.

Di tahun 2018 Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad untuk kedua kalinya secara beruntun mendapat gelar di Indonesia Open.

Infografik Liliyana Natsir
Infografik Liliyana Natsir (kompas.com)

Pada ajang Indonesia Master 2019 Liliyana Natsir menyatakan diri pensiun dari bulu tangkis.

Ajang tersebut merupakan perpisahan sekaligus laga terakhir Liliyana Natsir di pertandingan bulu tangkis.

Dikutip dari Banjarmasin.tribunnews.com, Liliyana Natsir memberikan kata sambutan dan perpisahan sebelum melawan pasangan Zheng Siwei-Huang Yaqiong (China) di ajang tersebut.

“Ini adalah yang paling berat buat saya. Selama 24 tahun saya berkarier di bulutangkis dan 17 tahun saya jadi pemain nasional. Pelatnas di Cipayung sudah seperti rumah saya sendiri. Ada suka ada duka, ada tangis dan tawa,” kata Liliyana Natsir dalam sambutannya.

“Hari ini, 27 Januari 2019, saya menyatakan pensiun sebagai pemain profesional bulutangkis. Saya tidak pernah menyesal jadi atlet bulutangkis. Dunia ini yang membesarkan saya. Dunia ini yang membuat saya bisa memberikan sesuatu untuk bangsa dan negara,” ujar perempuan yang disapa Butet tersebut.

(Tribunnewswiki.com/Abdurrahman Al Farid)



Nama Liliyana Natsir
Tempat, Tanggal Lahir Manado, 9 September 1985
Alamat Rumah Kawasan Griya Maleosan Indah, Manado
Riwayat Pendidikan SD Eben Heazer 2 Manado
Riwayat Pekerjaan Atlet Bulu Tangkis
Ayah Beno Natsir
Ibu Olly Maramis
Kakak Calista Natsir
Instagram @natsirliliyana


Sumber :


1. bolastylo.bolasport.com
2. makassar.tribunnews.com
3. www.tribunnews.com
4. olahraga.kompas.com
5. makassar.tribunnews.com
6. juara.bolasport.com
7. olahraga.kompas.com
8. olahraga.kompas.com
9. olahraga.kompas.com
10. banjarmasin.tribunnews.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved