Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum.

I Dewa Gede Palguna dikenal sebagai salah satu dari sembilan hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi. I Dewa Gede Palguna menjabat sebagai hakim konstitusi MK selama dua periode, yaitu periode pertama MK pada 2003-2008 kemudian terpilih kembali pada 2015-20


zoom-inlihat foto
i-dewa-gede-palguna.jpg
tribunnews.com
I Dewa Gede Palguna setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai hakim konstitusi MK menggantikan Hamdan Zoelva di Istana Negara pada Rabu (7/1/2015)

I Dewa Gede Palguna dikenal sebagai salah satu dari sembilan hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi. I Dewa Gede Palguna menjabat sebagai hakim konstitusi MK selama dua periode, yaitu periode pertama MK pada 2003-2008 kemudian terpilih kembali pada 2015-20




  • Profil #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - I Dewa Gede Palguna dikenal sebagai salah satu dari sembilan hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK).

I Dewa Gede Palguna menjabat sebagai hakim konstitusi MK selama dua periode, yaitu periode pertama MK pada 2003-2008 kemudian terpilih kembali pada 2015-2020.

Sebelum dikenal sebagai hakim MK, I Dewa Gede Palguna merupakan seorang dosen Ilmu Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali sejak 1988.

Dalam perjalanan hidupnya, I Dewa Gede Palguna mengakui bahwa ada tiga sosok utama yang berjasa.

Pertama adalah ayah I Dewa Gede Palguna yang selalu menanamkan pentingnya pendidikan walaupun hanya lulusan SD.

Setelah itu ada nenek asuhnya yang selalu memberikan nasihat dan kasih sayangnya yang luar biasa.

Terakhir adalah istri I Dewa Gede Palguna, I Gusti Ayu Shri Trisnawati.

I Dewa Gede Palguna menganggap istrinya adalah salah satu tonggak yang tidak bisa diabaikan dalam perjalanan hidupnya.

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.P.A.

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Dr. Wahiduddin Adams, SH. MA

  • Masa Kecil #


Masa kecil I Dewa Gede Palguna penuh dengan kesederhanaan.

Keterbatasan ekonomi keluarganya saat itu membuat I Dewa Gede Palguna berjualan koran dan majalah untuk membantu perekonomian keluarganya.

Berawal dari rajin membaca majalah music yang dijualnya, I Dewa Gede Palguna sempat menjadi penyiar radio.

I Dewa Gede Palguna pernah bercita-cita untuk menjadi seorang tantara, tepatnya penerbang pesawat tempur Angkatan Udara.

Demi meraih cita-citanya itu, I Dewa Gede Palguna mendaftarkan diri di Sekolah Penerbang Pesawat Tempur.

Sayangnya, langkahnya gagal karena dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi yang mengharuskan jumlah anak laki-laki dalam keluarga lebih dari satu.

Padahal saat itu adik laki-laki I Dewa Gede Palguna belum lahir.

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum.

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Prof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S.

  • Setelah lulus kuliah, I Dewa Gede Palguna yang pernah menjadi mahasiswa teladan tahun 1986 mendapat tawaran menjadi diplomat. #


Namun I Dewa Gede Palguna memutuskan untuk menjadi dosen.

Sebelum mengambil jurusan hukum di Universitas Udayana, I Dewa Gede Palguna sempat disarankan orang tuanya untuk mendaftar di fakultas kedokteran.

Namun saat itu I Dewa Gede Palguna malah menggunakan uang yang diberikan untuk mendaftar fakultas kedokteran digunakannya untuk mendaftar fakultas hukum.

Sebelum itu, I Dewa Gede Palguna sempat mendaftar di Jurusan Publisistik UGM.

Alasan I Dewa Gede Palguna memilih Jurusan Publisistik UGM karena novelis favoritnya, Ashadi Siregar mengajar di sana.

Setelah cita-citanya untuk menjadi tentara kandas, kini cita-citanya sebagai wartawan juga kandas.

Saat masih aktif menjadi mahasiswa, I Dewa Gede Palguna aktif di seni peran.

I Dewa Gede Palguna bergabung dalam Teater Justisia di kampusnya.

Pada 1988, I Dewa Gede Palguna terpilih menjadi pemain figuran dalam film ‘Noesa Penida’.

Selain itu juga sempat menjadi pemain figuran dalam film asing berjudul ‘Beyond The Ocean’.

Selain kegemarannya pada seni peran, I Dewa Gede Palguna juga gemar berolahraga.

Keaktifannya sebagai penyiar radio pun baru berakhir setelah I Dewa Gede Palguna mendapat beasiswa S-2 di Universitas Padjajaran.

Setelah lulus dari Universitas Udayana dan berhasil menjadi akademisi sebagai dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana pada 1988.

Sebelumnya, I Dewa Gede Palguna sempat menjadi Dosen Luar Biasa pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra, Denpasar pada 1987-1988.

Pada 1995-1997, I Dewa Gede Palguna pernah menjadi Co-Lecturer pada Summer Law Programme kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan School of Law University of San Fransisco, California.

I Dewa Gede Palguna saat mengisi kuliah sebagai dosen tamu di The Haque University of Applied Sciences (Belanda).
I Dewa Gede Palguna saat mengisi kuliah sebagai dosen tamu di The Haque University of Applied Sciences (Belanda). (bali.tribunnews.com)

Pada 1997-1999, I Dewa Gede Palguna diangkat sebagai Ketua Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Udayana, kemudian menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan pada Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia FH Universitas Udayana selama 1999 hingga 2001.

Dalam karier akademisnya, I Dewa Gede Palguna aktif menulis.

Kemudian keaktifannya inilah yang mengantarkan I Dewa Gede Palguna menjadi anggota MPR RI Periode 1999-2004 sebagai utusan daerah.

Sebelum menjadi anggota MPR RI, pada 1999 I Dewa Gede Palguna menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Tingkat I Bali.

Saat itu I Dewa Gede Palguna menjadi salah satu pelaku sejarah dalam amandemen UUD 1945 oleh MPR RI.

Sebelum purna dari keanggotaan MPR RI, DPR RI mencalonkan I Dewa Gede Palguna menjadi hakim konstitusi dan akhirnya terpilih pada periode pertama (2003) sekaligus menjadi anggota hakim termuda.

I Dewa Gede Palguna menjabat sebagai hakim konstitusi generasi pertama dari unsur DPR selama lima tahun.

I Dewa Gede Palguna terpilih kembali menjadi hakim konstitusi periode 2015-2020.

Awalnya, I Dewa Gede Palguna sempat dua kali menolak tawaran untuk kembali menjabat sebagai hakim konstitusi.

Pada saat Jimly Asshiddiqie menjabat sebagai Ketua MK, I Dewa Gede Palguna ditawarinya untuk melanjutkan jabatan sebagai hakim konstitusi.

Namun I Dewa Gede Palguna menolak dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.

Pada 2013, dukungan masyarakat terhadap I Dewa Gede Palguna agar kembali menjadi hakim konstitusi muncul lagi.

Beberapa anggota DPR RI menghubungi I Dewa Gede Palguna agar mendaftarkan diri menjadi hakim konstitusi.

I Dewa Gede Palguna menolak lagi dengan alasan ingin konsentrasi di dunia akademis dan membantu almamaternya dalam proses akreditasi.

Akhir 2014, akhirnya I Dewa Gede Palguna bersedia untuk menjadi hakim konstitusi kembali.

Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara dan Panitia Seleksi menghubungi I Dewa Gede Palguna guna menjadi hakim konstitusi dari unsur presiden.

Saat dihubungi oleh Kementerian Sekretariat Negara terkait pengumuman hakim konstitusi, I Dewa Gede Palguna sedang berada di Bali untuk menguji mahasiswanya.

Saat itu juga I Dewa Gede Palguna menghubungi rekannya di Garuda Indonesia untuk membeli tiket terbang ke Jakarta.

Presiden Joko Widodo menunjuk I Dewa Gede Palguna menggantikan Hamdan Zoelva yang sudah berakhir masa tugasnya berdasarkan  Surat Keputusan Presiden Nomor 1/P/2015.

I Dewa Gede Palguna berhasil menyingkirkan 15 calon hakim konstitusi lainnya yang sudah lolos seleksi administrasi.

I Dewa Gede Palguna setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Ketua MK Hamdan Zoelva di Istana Negara pada Rabu (7/1/2015).
I Dewa Gede Palguna setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Ketua MK Hamdan Zoelva di Istana Negara pada Rabu (7/1/2015). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Saat MK dilanda krisis kepercayaan karena Akil Mochtar terlibat kasus dugaan suap pada 2013, I Dewa Gede Palguna berkomitmen untuk tetap tegas dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap MK.

Dua hal yang harus selalu dipegang teguh oleh MK, yaitu putusan yang mencerminkan kesungguhan dan sikap perilaku para hakimnya.

I Dewa Gede Palguna peristiwa yang menyeret nama baik MK Oktober 2013 silam adalah bentuk teguran dari Tuhan.

Melalui MK, I Dewa Gede Palguna bertekad untuk selalu memperkokoh komitmen dan memenuhi harapan masyarakat akan tegaknya prinsip rule of law dan kehidupan yang demokratis di Indonesia.

I Dewa Gede Palguna mencalonkan diri untuk posisi Wakil Ketua MK periode 2019-2021.

Namun akhirnya I Dewa Gede Palguna mengundurkan diri dari pencalonan setelah dilakukan pemungutan suara dua kali putaran dan memberikan hasil yang imbang antara I Dewa Gede Palguna dan lawannya, Aswanto.

Awalnya akan dilakukan pemungutan suara putaran ketiga oleh Anwar Usman namun I Dewa Gede Palguna menginterupsi.

I Dewa Gede Palguna menarik diri dari pencalonan.

I Dewa Gede Palguna mendapat banyak pujian atas tindakannya itu.

I Dewa  Gede Palguna dinilai sebagai sosok negarawan karena menempatkan kepentingan yang lebih besar daripada ambisi pribadi.

  • Pekerjaan #


1. Penyiar Radio Hot FM Bali 93,5 MHz, Denpasar (1987-1990)

2. Dosen Luar Biasa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dwijendra, Denpasar (1987-1988)

3. Dosen tetap, Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH-Unud), Bali (1988)

4. Co-Lecturer pada Summer Law Programme kerjasama antara FH-Unud dengan School of Law University of San Fransisco, California, USA (1995-1997)

5. Ketua Bagian Hukum Internasional, FH-Unud, Bali (1997- 1999)

6. Dosen luar biasa, Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali (1997-1999)

7. Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan pada Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Fakultas Hukum 8. Universitas Udayana (Unud), Bali (1999-2001)

8. Hakim Konstitusi RI (2003-2008)

9. MPR dari Utusan Daerah (1999-2004)

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Juri Ardiantoro

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Dahnil Anzar Simanjuntak

  • Organisasi #


1. Anggota Teater Justitia, Fakultas Hukum Universitas Udayana dan Teater Kampus

2. Anggota Kelompok Teater Sanggar Putih Denpasar (1983-1990)

3. Pendiri Forum Merah Putih Civil Education, Bali (1988)

4. Pendiri Yayasan Arti (Arti Foundation) (1998)

5. Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Tingkat I Bali (1999)

6. Anggota PAH I (Panitian Ad Hoc I) dari Fraksi Utusan Daerah

7. Anggota BP MPR-RI Badan Pekerja dari Fraksi Utusan Daerah

  • Penghargaan #


1. Mahasiswa Teladan dari Universitas Udayana (Unud), Bali (1986)

2. Tokoh Tahun 2001 dari Harian Denpasar Pos, Denpasar

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso, M.Si.

Baca: TRIBUNNEWSWIKI: Erick Thohir

 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Yonas)

Jangan lupa subscribe official Youtube channel TribunnewsWiki di TribunnewsWIKI Official



Info Pribadi
Nama Lengkap Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum.
Tempat, Tanggal Lahir Bangli, Bali, 24 Desember 1961
Agama Hindu
Alamat Kantor Mahkamah Konstitusi, Jl. Medan Merdeka Barat No.6. Jakarta Pusat 10110
Riwayat Pendidikan 1974: Sekolah Dasar Pengiangan, Bangli
1977: SLUB I Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar
1981: SLUA I Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar
1987: S-1 dari Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bidang Kajian Utama Hukum Tata Negara
1994: S-2 Program Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bidang Kajian Utama Hukum International
2011: S-3 Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Bidang Kajian Hukum Tata Negara
Istri I Gusti Ayu Shri Trisnawati
Anak I Dewa Ayu Maheswari Adiananda
I Dewa Made Khrisna Wiwekananda
I Dewa Ayu Adiswari Paramitananda
Website https://mkri.id


Sumber :


1. mkri.id
2. nasional.kompas.com
3. bali.tribunnews.com
4. www.unud.ac.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved