17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Adam Malik Batubara

Adam Malik lahir dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada 22 Juli 1917.


zoom-inlihat foto
h-adam-malik-batubara.jpg
infobiografiku.com
H Adam Malik Batubara

Adam Malik lahir dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada 22 Juli 1917.




  • Profil #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Adam Malik Batubara atau yang lebih dikenal dengan Adam Malik merupakan anak ketiga dari sepuluh bersaudara.

Adam Malik lahir dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis di Pematang Siantar, Sumatra Utara pada 22 Juli 1917.

Karena perawakannya yang kecil dan sifatnya yang cerdik, Adam Malik mendapat julukan ‘si kancil’.

Adam Malik dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Adam Malik wafat akibat penyakit liver yang dideritanya.

Ia mengembuskan nafas terakhirnya di Bandung pada 5 September 1984. Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Nasional yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan.

  • Masa Kecil #


Adam Malik menghabiskan masa kecilnya di Pematang Siantar Sumatera Utara.

Sejak kecil Adam Malik gemar menonton film koboi, membaca, juga fotografi.

Adam Malik muda juga pernah menjaga toko milik ayahnya yang terletak di seberang bioskop Deli.

Adam Malik menempuh pendidikannya di Hollandsch-Inlandsche School  Pematangsiantar dan Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi.

Adam Malik tidak menyelesaikan pendidikannya karena diperintahkan oleh sang ayah untuk kembali ke kampung halaman dan berdagang.

  • Riwayat Karier #


Di usianya yang baru 17 tahun, Adam Malik telah menjabat sebagai Ketua Partindo di Pematang Siantar pada 1934-1935.

Di usianya yang menginjak 20 tahun, bersama kelima temannya yaitu Abdul Hakim, Soemanang, pandu Kartawiguna, dan Amir Pane mendirikan sebuah kantor berita yang diberi nama Kantor Berita Antara.

Kantor Berita Antara berdiri pada 13 Desember 1937 dan terletak di Jalan Pinangsia 38 Jakarta Kota yang  kemudian pindah ke Jalan Pos Utara 53 Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Di Antara, Adam Malik menjabat sebagai redaktur sekaligus wakil redaktur. Kantor Berita Antara banyak memproduksi tulisan tentang perlawanan terhadap pemerintahan saat itu.

Pada 1940-1941 Adam Malik menjadi anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta.

Kemudian pada 1945 menjabat sebagai anggota Persattien Perdjoeangan (Pimpinan Gerakan Pemuda) untuk persiapan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Menjelang 17 Agustus 1945, Adam Malik bersama Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikani membawa Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok guna menghindarkan mereka dari pengaruh Jepang.

Adam Malik juga menjadi salah satu pendiri Partai Rakjat (Partai Rakyat) pada 1946, dan Partai Murba pada 1948. Di Partai Murba Adam Malik menjabat sebagai Anggota Eksekutif sampai partai tersebut dilarang pada 1964.

Pada 1956, Adam Malik terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat mewakili Partai Murba. Kemudian diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Tertinggi Sementara pada 1959.

Kariernya mulai melejit sampai ke luar negeri pada 1959 ketika diangkat oleh Soekarno menjadi Duta Besar untuk Uni Soviet dan Polandia.

Karena kemampuannya dalam berdiplomasi, pada 1962 ditugaskan menjadi ketua Delegasi Republik Indonesia dalam perundingan Indonesia dengan Belanda guna membahas pembebasan Irian Barat yang diadakan di Middleburg, Virginia, Amerika.

Adam Malik menjabat sebagai anggota Dewan Eksekutif Antara pada September 1962.

Pada 1963, Adam Malik tergabung dalam jajaran Kabinet Kerja IV sebagai Menteri Perdagangan sekaligus sebagai Wakil Panglima Operasi ke-1 Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE).

Setahun kemudian Adam Malik menjadi Ketua Delegasi untuk Komisi Perdagangan dan Pembangunan (United Nations Conference on Trade and Development atau disingkat UNCTAD di PBB yang diadakan di Jenewa.

Pada 1965 Adam Malik menjabat sebagai Menteri Koordinator Pelaksana Ekonomi Terpimpin.

Karier Adam Malik makin melejit ketika menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di Kabinet Dwikora II sejak Maret 1966.

Sejak saat itu Adam Malik mewakili Indonesia di berbagai konferensi internasional dan menjadi Ketua Delegasi Indonesia untuk sesi Majelis Umum pada 1966.

Adam Malik menjadi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia dalam menghadiri Peringatan ke-25 tahun PBB pada Oktober 1970.

Selain itu Adam Malik juga pernah menemani Presiden Soeharto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat.

Adam Malik meninggal dunia di Bandung pada 5 September 1984 disebabkan oleh penyakit kanker liver yang dideritanya.

Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan yang terletak di Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian, kediaman Adam Malik dijadikan museum untuk mengenang jasa-jasanya.

Museum tersebut diberi nama Museum Adam Malik yang berlokasi di Jl. Dipenogoro No. 29 Jakarta Pusat. Museum Adam Malik diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada 5 September 1985 bertepatan dengan setahun Adam Malik wafat.

Pemerintah memberikan gelar kehormatan dengan dianugerahi Bintang Mahaputera kl. IV pada 1971, Bintang Adhi Perdana kl.II pada 1973, dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 1998.

  • Penghargaan #


- Dianugerahi Bintang Mahaputera kl. IV (1971)

- Dianugerahi Bintang Adhi Perdana kl.II (1973)

- Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional (1998)

(TRIBUNNEWSWIKI/Yonas)



Info Pribadi
Nama Lengkap H Adam Malik Batubara
Tempat, Tanggal Lahir Pematang Siantar, Sumatra Utara, 22 Juli 1917
Wafat Bandung, 5 September 1984
Agama Islam
Alamat
Rumah Jalan Diponegoro 29, Menteng, Jakarta Pusat Alamat Makam: Taman Makam Pahlawan Nasional, Jl. Raya Kalibata, RT.14/RW.1, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740
Museum Museum Adam Malik, Jalan Diponegoro 29, Menteng, Jakarta Pusat
Ayah Haji Abdul Malik Batubara
Ibu Salamah Lubis
Istri Nelly Adam Malik
Anak Antarini Malik
Budisita Malik
Imron Malik
Otto Malik
Ilham Malik
Riwayat Pendidikan HIS (Hollandsch Inlandsche School) Pematangsiantar, Sumatra Utara
Sekolah Agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi, Sumatra Barat


Sumber :


1. www.un.org
2. www.hitabatak.com
3. situsbudaya.id


Editor: haerahr
Ikuti kami di

ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved