TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Dewan HAM PBB pada hari Kamis, (27/5/2021), setuju untuk menyelidiki kejahatan yang diduga dilakukan oleh Hamas dan Israel dalam konflik selama 11 hari.
Penyelidik independen akan memeriksa semua dugaan kekerasan yang terjadi, bukan hanya yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Selain itu, mereka juga menyelidiki kekerasaan di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimulai tanggal 21 Mei 2021.
Dilansir dari Reuters, Michelle Bachelet, Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, mengatakan serangan Israel ke Gaza mungkin merupakan kejahatan perang.
Sementara itu, Bachelet menyebut Hamas mungkin telah melanggar hukum kemanusiaan internasional karena menembakkan roket ke Israel.
Israel menolak resolusi yang disetujui oleh forum Jenewa dan mengatakan tidak akan bekerja sama.
Baca: Raja Salman Berikan Pesan ke Israel, Kecam Agresi ke Yerusalem dan Jalur Gaza
Baca: Foto-Foto Warga Palestina Merayakan Gencatan Senjata Antara Israel dan Hamas
"Keputusan memalukan pada hari ini dengan jelas adalah contoh lain dari obsesi anti-Israel milik Dewan HAM PBB," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan yang menuduh forum PBB menutupi "organisasi teroris genosida", dikutip dari Reuters.
Menteri Luar Negeri Israel mengatakan pasukannya bertindak "sesuai dengan hukum internasional dalam melindungi warganya dari roket Hamas yang tidak pandang bulu".
Sementara itu, juru bicara Hamas menyebut tindakan kelompoknya adalah "perlawanan yang sah" dan menyerukan adanya tindakan untuk menghukum Israel.
Bachelet berkata kepada dewan bahwa pihaknya telah memverifikasi adanya kematian 270 warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Baca: AS Pastikan Tetap Jual Senjata ke Israel, Menlu Antony Blinken: Agar Tel Aviv Lindungi Diri
Sebanyak 68 di antaranya adalah anak-anak, mayoritas tewas di Gaza.
Dia menyebut roket Hamas telah menewaskan 10 warga Israel.
Namun, otoritas Israel mengatakan jumlahnya lebih banyak, yakni 13 orang.
"Sayangnya, mereka yang mengaku sebagai pejuang HAM global terus melindungi penjajah dari laporan global, dan benar-benar menyediakan senjata dan amunisi dalam kejahatan perang yang dilaporkan dan kejahatan apartheid melawan orang Palestina," kata Khalil Hashmi, duta Pakistan untuk Organisasi Konferensi Islam, yang berbicara atas nama OIC.
Konflik selama sebelas hari itu muncul setelah Hamas meminta pasukan Israel meninggalkan kawasan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur setelah adanya konfrontasi di sana dengan warga Palestina.
Baca: Bocah Usia 4 Tahun Ini Kehilangan Ibu dan Empat Saudaranya Setelah Rumahnya Dihantam Rudal Israel
Baca: Bentrokan Baru Terjadi Lagi, Israel Tembakkan Gas Air Mata ke Warga Palestina yang Hadir Salat Jumat
Hamas kemudian menembakkan roket ke arah Israel.
Bachelet mengatakan serangan "tanpa pandang bulu" yang dilakukan Hamas "dengan helas adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional".
Sementara itu, serangan Israel di Gaza, kata dia, menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil yang luas dan kematian.
"Terlepas dari klaim Israel bahwa banyak dari bangunan ini berisi kelompok bersenjata atau digunakan untuk tujuan militer, kamu belum menemukan buktinya," kata Bachelet.
"Jika ditemukan bahwa serangan ini tanpa pandang bulu dan tidak sepadan, serangan ini mungkin merupakan kejahatan perang," kata dia.
(Tribunnewswiki/Tyo)
Baca berita lainnya tentang konflik Israel-Palestina di sini.