TRIBUNNEWSWIKI.COM - Isu pembinaan pemain muda Timnas tak pernah habis untuk diulas.
Kini Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, buka suara soal meredupnya prestasi eks pemain Timnas U-19 era Evan Dimas.
Padahal mereka berhasil menyabet Piala AFF U-19 tahun 2013.
Kala itu Evan Dimas menjadi tumpuan Garuda Muda di lini tengah.
Tujuh tahun berselang, tak banyak eks pemain Timnas U-19 yang mentereng di level senior, seperti diberitakan BolaStylo, Rabu (29/7/2020).
Bahkan sebagian dari mereka hilang dari sepak bola Indonesia.
Baca: PSSI Incar Pemain Naturalisasi demi Piala Dunia U-20, Indra Sjafri Menolak: Ini Loh Pembinaan Kami
Kendati demikian, Indra Sjafri mengaku sudah memprediksi hal ini bakal terjadi.
Hal itu diungkapkan Indra Sjafri dalam webinar Pengembangan Manajemen Suporter Sepak Bola.
Sebagai sosok yang menangani di pengembangan usia dini, Indra Sjafri menyebut ada dua penyebab hilangnya sebagian besar pemain timnas U-19 Indonesia di Piala AFF U-19 2013.
Pertama, Indra Sjafri menyebut kepribadian pemain itu sendiri.
"Pada era Evan Dimas, saya memprediksi 20-30 persen miss," ujar Indra Sjafri dilansir BolaStylo.com dari Kompas.com, Rabu (29/7/2020).
"Dari mana (angka itu)? Dari rasio test, hasil psikotes, pengamatan setiap hari, anak ini bakal begini-begini, itu ada perkiraan seperti itu," jelasnya.
Baca: Pernah Juarai AFF U-19 2013, Ini Deretan Mantan Bintang Timnas U-19 yang Berlaga di Liga 2
Selain itu, faktor lingkungan juga menjadi faktor besar dalam mempengaruhi kepribadian pemain.
Bahkan Indra menyebut faktor ini paling besar pengaruhnya bagi karier profesional pemain.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pendampingan bagi pemain muda, baik oleh pelatih maupun pihak klub.
"Kan pergulatan batin dan godaan itu tinggi sekali, makanya butuh pendampingan," ucapnya.
Indra mewanti-wanti pemain untuk memilih klub yang menjadikan mereka aset.
"Atau mereka bisa masuk klub yang benar-benar menjadikan mereka aset dan betul-betul bisa menjaga," lanjutnya.
Baca: Sembari Isolasi Mandiri Pasca Mudik ke Indonesia, Shin Tae-yong Minta Pemain Timnas Swab Test 2 Kali
Lebih lanjut, pelatih asal Sumatera Barat itu mempertanyakan mengapa pemain Timnas gengsi bermain di Liga 2.
"Karena kebanyakan anak-anak kita kalau sudah masuk timnas maunya tampil di Liga 1. Padahal investasi terbesar itu bermain (jam terbang), kenapa tidak mau bermain di Liga 2 dulu," ucap mantan pelatih Bali United tersebut.
"Ini yang ikut kami pikirkan, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 penghargaannya jangan terlalu jauh berbeda. Karena memang Liga 1 di samping nama, dari sisi penghasilan juga lebih tinggi," tutur Indra.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur) (BolaStylo.com)