TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah reaksi yang terjadi pada ratusan relawan suntik vaksin virus corona di China.
Relawan yang telah disuntik vaksin virus corona tersebut menunjukkan gejala yang aman.
Seluruh dunia kini sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin virus corona.
Hal tersebut lantaran hingga kini penyebaran Covid-19 di seluruh dunia masih terus bertambah.
Tak ketinggalan, China yang merupakan negara pertama kasus virus corona kini sedang menguji coba vaksin Covid-19.
China kini sudah menguji coba vaksin tersebut pada ratusan relawan manusia.
Baca: Mengenal New Normal dan Artinya, Diterapkan Hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan
Baca: Fakta Uji Coba Vaksin Covid-19 mRNA-1273 yang Diklaim Sukses Atasi Corona, Kapan Siap Digunakan?
Kabar gembiranya, reaksi yang ditunjukkan oleh para relaman merupakan reaksi yang aman dan menjanjikan.
Muncul gejala umum yang dialami relawan diantaranya demam dan nyeri.
Jumlah orang yang terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia yang telah mencapai jumlah lima juta jiwa, mendorong usaha percepatan penemuan vaksin untuk mengatasinya.
Kini, uji coba vaksin pertama terhadap manusia dikabarkan telah mendapatkan hasil yang aman dan diperkirakan efektif melawan virus covid-19.
Para ilmuwan di China mengatakan, 108 orang dewasa yang sehat diberi dosis covid-19 vektor adenovirus tipe 5 (Ad5-nCoV) selama masa percobaan ini.
Obat ini menggunakan jenis flu biasa (adenovirus) yang melemah untuk mengirimkan materi genetik yang "mengkode" dirinya menemukan protein dalam SARS-CoV-2 virus yang menyebabkan covid-19.
Sel-sel kode ini kemudian menuju ke kelenjar getah bening di mana sistem kekebalan menciptakan antibodi yang dapat mengenali virus dan menyerangnya.
“Hasil ini merupakan tonggak penting. Percobaan menunjukkan bahwa dosis tunggal dari vektor adenovirus tipe 5 baru covid-19 (Ad5-nCoV) adenovirus menghasilkan vaksin khusus virus dan sel T dalam 14 hari.”
Hal tersebut diungkapkan Profesor Wei Chen dari Institut Bioteknologi Beijing dalam sebuah pernyataan.
Meskipun Ad5 ditemukan untuk membuat respons imun yang cepat dalam tubuh, para ilmuwan memperingatkan, masih belum ada jaminan obat ini akan secara efektif melawan Virus Corona.
"Hasil ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Kemampuan untuk memicu respons kekebalan ini tidak selalu menunjukkan bahwa vaksin akan melindungi manusia dari covid-19."
"Namun, hasil ini menunjukkan visi yang menjanjikan untuk pengembangan vaksin covid-19, meski kami masih jauh dari vaksin yang bisa dipakai tersedia untuk semua orang," jelas Chen.
Dia menjelasan, dalam pengujuan ini, kelompok uji terdiri dari sukarelawan berusia 18-60 tahun yang dibagi menjadi tiga kelompok berisi 36 orang.
Masing-masing kelompok diberi Ad5 dalam dosis kecil, sedang, dan besar.