TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi corona membuat tatanan baru bagi seluruh dunia.
Termasuk adanya kebijakan bekerja di rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah pencegahan penularan virus corona atau Covid-19.
Meski demikian, hingga saat ini belum semua perusahaan memberlakukan kebijakan WFH karena berbagai alasan.
Namun Facebook dan 5 perusahaan berikut ini akan tetap berlakukakan WFH meskipun pandemi corona berakhir nantinya.
Perusahaan-perusahaan ini akan menjadikan WFH sebagai bagian dari new normal atau aktivitas yang akan menjadi biasa dilakukan.
Dikutip dari CNN, berikut 6 perusahaan yang akan tetap berlakukan WFH secara permanen meski pandemi telah usai nantinya:
Baca: Saingi Zoom, Facebook Luncurkan Fitur Messenger Rooms, Bisa Lakukan Panggilan Video hingga 50 Orang
Baca: Wabah Virus Corona, Facebook Berikan Bonus Rp 15 Juta untuk Semua Karyawannya di Dunia
1. Facebook
CEO Facebook, Mark Zuckerberg menyatakan 50 persen karyawan diperkirakan bisa melakukan pekerjaan mereka secara remote.
Artinya para karyawan bisa melakukan WFH dengan kisaran waktu 5 hingga 10 tahun mendatang.
Dikatakan Zuckerberg hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan keinginan para karyawannya.
Tak hanya itu, Zuckerberg juga ingin meningkatkan kemakmuran bagi karyawannya tersebut.
"Ketika kita mempekerjakan karyawan dimana hanya sebagian kecil dari mereka yang berasal dari kota besar, atau bersedia pindah ke kota besar (untuk bekerja), artinya kita menghambat mereka yang memiliki komunitas, latar belakang, dan persepsi yang berbeda pula," ucap Zuckerberg dalam siaran langung melalui akun Facebooknya.
2. Twitter
Tak hanya Facebook, Twitter juga akan perbolehkan karyawannya melakukan WFH meski pandemi usai nantinya.
Bahkan besar kemungkinannya Twitter akan memberlakukan WFH untuk batas waktu yang tidak ditentukan.
Perusahaan tersebut tidak menentukan unit karyawan mana yang akan memenuhi syarat untuk bisa melakukan WFH.
Namun pihak Twitter mengatakan WFH yang saat ini masih dilaksanakan bisa menjadi tolok ukur untuk menilai karyawan tersebut dapat melanjutkan pekerjaan secara remote atau tidak.
"Jika karyawan kami memiliki peran dan situasi yang tepat untuk bekerja di rumah dan mereka ingin melanjutkannya, kami akan mewujudkannya," ucap Presdir Twitter, Jennifer Christie.
"Jika tidak, maka kami akan ciptakan suasana kantor yang lebih nyaman dan aman, dengan meningkatkan beberapa tindakan pencegahan sehingga karyawan akan nyaman kembali bekerja di kantor," lanjutnya.
3. Square