TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tentara Rusia di Ukraina dilaporkan mengalami demoralisasi yang sangat parah.
Intelijen Inggris mengatakan tentara Rusia membangkang perintah atasan dan menyabotase peralatannya sendiri.
Bahkan, tentara Rusia dilaporkan nekat menembak jatuh pesawatnya sendiri.
Kepala Badan Intelijen Inggris (GCHQ) Jeremy Fleming mengungkapkan hal itu dalam pidatonya di Canberra, Australia.
Menurutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin salah memperhitungkan invasinya ke Ukraina.
"Sudah jelas bahwa dia salah menilai perlawanan yang dilakukan warga Ukraina," kata Fleming dikutip dari Associated Press, Kamis, (31/3/2022).
"Dia meremehkan kekuatan koalisi, tindakannya akan memunculkan reaksi."
Baca: Rusia Tembakkan Roket ke Gedung Pemerintahan di Mykolaiv Ukraina, 12 Orang Tewas dan 33 Luka-luka
Menurut Fleming, Putin memandang remeh sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Rusia.
Tak hanya itu, Putin dianggap terlalu percaya diri bahwa militernya bisa memperoleh kemenangan dengan cepat.
"Kami telah melihat tentara Rusia, kekurangan persenjataan dan moral, menolak menjalankan perintah, menyabotase perlengkapan mereka sendiri, bahkan dengan sengaja menembak jatuh pesawat mereka," kata dia.
Sementara itu, ada laporan bahwa para penasihat Putin takut menginformasikan kenyataan di lapangan kepada Putin.
Fleming memperingatkan bahwa Rusia kini mencari target serangan siber. Rusia juga mempekerjakan tentara bayaran untuk membantu gerak maju militernya di Ukraina yang mandek.
Baca: Bandingkan Masalah Timur Tengah dengan Ukraina, Warga Timur Tengah Anggap Negara Barat Munafik
Di sisi lain, Fleing memuji "operasi informasi" yang dijalankan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Menurutnya, operasi tersebut sangat efektif dalam melawan propagan dan disinformasi yang disebarkan oleh Rusia.
Mengingkari janji
Rusia mengingkari janjinya dalam perundingan di Turki. Negara itu kembali menyerang area di sekitar ibu kota Ukraina, Kiev, dan kota-kota lainnya.
Padahal beberapa jam sebelumnya, Rusia bersedia mengurangi operasi militernya di Kiev dan sekitarnya.
Berlanjutnya serangan itu mengganggu perkembangan perundingan kedua negara untuk mengakhiri perang di antara mereka.
Sementara itu, kepada Presiden AS Joe Biden, Zelenskiy mengatakan perang di Ukraina sedang dalam masa "titik balik".
Baca: Berunding di Turki, Rusia Berjanji Kurangi Serangan terhadap Ibu Kota Ukraina
Zelenskiy kembali meminta negara adidaya itu untuk menambah lebih banyak bantuan yang dikirimkan ke Ukraina.